Jumat, 27 Januari 2017

Semoga Tidak Terulang Lagi

Hal yang tidak akan aku ulang lagi di masa depan..

Jawabannya sederhana sih, hal yang berjanji untuk tidak kuulang di masa depan adalah segala perbuatanku yang menyakiti orang lain, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Aku adalah jenis orang yang kadang suka blak-blakan, bahkan terkadang bisa meledak-ledak kalau dibuat sangat kesal. Sekarang aku berusaha untuk jadi lebih dewasa, lebih menahan diri dan tidan mudah marah. Ya, itu salah satu resolusi juga di tahun 2017 ini.

Selanjutnya, kedepan aku akan berjanji tidak akan terlalu mudah memberi pinjaman orang lain lagi. Karena lebih dari setengahnya tidak membayar kembali. Dan lebih dari setengah dari lebih dari setengah itu adalah pinjaman bisnis. Maksudnya, aku punya bisnis, entah itu barang atau jasa, temanku yang membelinya banyak yang belum membayanya. Mulai dari yang 30ribuan, sampai ratusan ribu. Elah, aku bahkan masih pengangguran, kerja serabutan gitu ceritanya dengan bisnis alakadar, mereka tega banget ya, bisnis baru seumur jagung juga. Bukan apa-apa, karena mereka utang sana utang sini itu akhirnya bisnisku jadi gulung tikar juga. Bukan apa-apa lagi nih, beberapa orang itu agak aneh men, kadang kalau udah ditagih beberapa kali, bukannya dibayar, malah menghapus atau bahkan memblok semua jalur komunikasi. Dibayar nggak, kehilangan teman iya. Jadilah, aku memutuskan untuk tidak akan mudah memberi pinjaman kedepannya. Kalau kata nenekku sih, Kalau orang ada utang, ditagih dua atau tiga kali belum dibayar, berarti emang nggak niat dibayar. Karena kalau mau dibayar, pasti udah dibayar, kalau nggak dibayar berarti emang nggak niat dibayar. Yasudah, diikhlaskan saja. Entah itu akhirnya jadi ladang pahala buatmu, atau justru jadi penghalang bagi mereka untuk memasuki pintu surga nanti.

Dan yang terakhir, aku berjanji tidak akan mudah jatuh cinta. Bikin sakit hati aja jeng, karena selalu tidak berbalas, belum lagi buang-buang waktu untuk stalking, etc. Hahaha, macam Lee Kwang Soo gitu ya, dapat panggilan Simsappa, karena gampang jatuh cinta sama cewek. Haha. Tapi kalau seandainya ada namja seperti kwangsoo yang seiman, sebangsa, dan seumur xD, saya mau loh. Disamping sifat mudah jatuh cintanya itu, his manner and personality are so adorable.

Sudah ya, itu saja. Semoga benar-benar bisa istiqomah buat gak diulang. Terima kasih sudah berkunjung, syukur-syukur dibaca kesepuluh-sepuluhnya. Terima kasih Kampus Fiksi dan Diva Press untuk challenge-nya yang challenging. 10 Days KF berakhir di sini. Sampai jumpa di tulisan saya yang selanjutnya., semoga saya bisa tumbuh jadi penulis yang benar-benar menulis.

Sekian, terima kasih.

               
Last Day – Day 10
#10DaysKF

Makassar, 27 Januari 2017

-Nasibah

Kamis, 26 Januari 2017

Dear Bapak

Dear Bapak,

Assalamualaikum pak, ini putri keduamu, anakmu yang sangat biasa dan belum pernah melakukan sesuatu hebat yang bisa membuatmu bangga. Ya, aku tahu bapak selalu bangga sama anak-anaknya, tapi tetap saja, aku selalu merasa belum pantas untuk dibanggakan.

                Saat aku baru berusia beberapa bulan, aku diadopsi sama tante, kakaknya mama yang belum mempunyai anak. Aku tidak masalah tentang itu, karena tante dan om sangat menyayangiku. Aku merasa sangat beruntung karena ada banyak orang yang menyayangiku. Aku juga tidak diadopsi sepenuhnya, mereka hanya tante dan om ku, orang tuaku tetaplah kalian. Saat keluarga tante mendapat musibah besar dan masalah bertubi-tubi, aku kembali tinggal dengan kalian. Meskipun hanya beberapa tahun, tapi aku bisa mengingat ada begitu banyak moment bahagia saat itu. Lalu saat umurku 9 tahun, aku kembali tinggal bersama tante yang saat itu benar-benar sendirian karena om sudah dipanggil oleh Yang Kuasa. Aku tahu mama menyayangiku, tapi beliau juga tidak tega membiarkan kakaknya tinggal sendiri.

                Kata orang, anak perempuan biasanya sangat dekat dengan ayahnya, bahkan ada yang mengatakan bahwa seorang ayah adalah cinta pertama anak perempuan. Tapi apa yang bisa kuceritakan? Kita hanya tinggal bersama selama 2 tahun, kadang aku merasa kita sangat jauh, hingga rasanya bapak hanya seperti seorang paman yang tinggal jauh di sana.

                Hari ini aku mendapat panggilan interview kerja dari salah satu anak perusahaan grup yang cukup besar, pada salah satu sesi, sang direktur bertanya padaku,
“Bapak kerja apa?”,
Aku menjawab “Petani pak.”
“Punya sendiri apa orang lain?”
“Punya sendiri pak.”
“Sawahnya di daerah mana ya di Pinrang?”
Aku bingung sejenak, aku tidak tahu tepatnya nama daerah itu, jadi aku menjawab bahwa aku tidak tahu.
“Loh, masa kamu tidak tahu sawah bapakmu sendiri?”
“Iya pak, maaf. Saya dari bayi tinggal sama tante. Dan cuma pulang ke bapak waktu lebaran.”
“Loh, Cuma lebaran? Dosa banget kamu. Kamukan bisa sekali-kelai mengunjungi bapakmu”

Ya, kurang lebih begitulah beberapa pertanyaan yang kudapat hari ini. Setelah wawancara selesai, aku terus berpikir. Ya, memang benar. Aku ini anak durhaka yang mengunjungi bapaknya cuma sekali setahun. Aku bisa apa? Selama aku tinggal sama tante aku bahkan tidak ingat apa bapak pernah mengunjungiku. Bukannya aku marah karena hal itu, tidak sama sekali, aku hanya merasa karena sebelumnya kita jarang sekali bertemu dan bicara, aku merasa kalau kita bertemu atau bahkan telponan kita sangat canggung. Maafkan aku karena tidak sering mengunjungimu pak. Tapi bapak tahukan, aku selalu mendoakanmu di setiap sholatku? Bapak tahu kan bahwa meskipun tidak pernah mengatakannya aku sangat menyayangimu?

Terima kasih karena engkau adalah bapakku, terima kasih karena memilih mama sebagai cinta terakhirmu dan melahirkanku sehingga aku memiliki kehidupanku saat ini. Kuharap bapak akan selalu sehat. Kedepannya, saat aku sudah menghasilkan uang sendiri, aku akan sering mengunjungi bapak dan melakukan sesuatu untuk bapak. Sehat terus pak, bahagia terus, aku mencintaimu.

Putrimu yang menyayangimu,
Nasibah

Makassar, 26 Januari 2017
Day 9 #10DaysKF



Selasa, 24 Januari 2017

Kau Adalah Peri Kebahagiaan Bagi Dirimu Sendiri

Tulisan yang dapat membuatku merasa kuat..

Sejujurnya, satu-satunya ujian terberat dalam hidupku adalah ketika ibuku dipanggil oleh Yang Kuasa. Awan paling gelap dalam hidupku saat matahariku pergi untuk selama-lamanya. Saat itu usiaku baru 11 tahun, tapi aku tidak menangis histeris. Aku ingat air mata yang keluar dari mataku bahkan tidak disertai suara. Aku tidak ingin ada yang mengasihaniku, karena aku paling benci hal itu. Aku adalah anak yang kuat. Itu yang selalu kutanamkan dalam pikiranku sejak hari pertama ibuku berpulang. Aku hanya senang menangis sendiri dibanding di depan semua orang. Terlebih aku tidak ingin ada orang yang menangis karenaku, entah aku yang menyebabkan kesedihannya, atau ia yang ikut merasakan kesedihanku, aku hanya tidak ingin melihat orang menangis karenaku. Setelah itu, setiap hal buruk yang terjadi dalam hidupku, bukanlah apa-apa bagiku.

                Ini bukan fiksi tapi aku merasa aku memiliki kekuatan super, yaitu kekuatan untuk menghapus kenangan buruk, untuk menghilangkan kesedihanku sendiri tanpa bekas. Ya, kurasa itu kenapa seseorang pernah mengatakan bahwa aku adalah orang paling ceria yang pernah ia kenal. Ia bahkan berpikir hidupku hanya tersusun atas kebahagiaan. Tentu saja tidak, Ada beberapa kemalangan yang juga kadang menyapaku atau kesedihan yang kadang singgah dalam hidupku, tapi aku tidak senang membaginya, aku tidak ingin memperlihatkannya kepada siapapun, sekali lagi karena aku tidak suka dikasihani, karena aku anak yang kuat.

                Menjadi kuat sudah seperti mantra yang menghias hidupku sejak dulu.

                Untuk diriku sendiri di masa depan, jika kau melihat ini, aku percaya kau sekarang menjadi wanita yang hebat. Kau adalah peri kebahagiaan bagi dirimu sendiri, Untuk menjadi runtuh atau tetap berdiri tegar, itu adalah pilihanmu, dan jangan pernah memilih untuk runtuh.

Day 7 #10DaysKF
24 Januari 2017
-Nasibah

Senin, 23 Januari 2017

Kampus Kebangganku


Sesuatu yang kubanggakan tapi diremehkan orang lain?

Kampusku, tempatku menuntut ilmu untuk tumbuh menjadi seorang professional, Politeknik Negeri Ujung Pandang.

Banyak yang mengatakan kalau kampusku adalah PTN kelas dua. Mereka yang tidak diterima di PTN kelas satu beberapa akan mendaftar dikampusku. Dan itu benar, Politeknik memang sebuah PTN, tapi tidak sama posisinya dengan universitas atau beberapa institut negeri yang menerima mahasiswa baru melalui SNMPTN, ia memiliki jalur masuk sendiri yang disebut UMPN yang diadakan bersamaan dengan seluruh politeknik negeri di Indonesia.

                Tapi siapa yang peduli tentang siapa yang masuk ke kampus ini, bukankah yang terpenting adalah bagaimana yang keluar? Aku tidak mengatakan kalau kampus kami memiliki sistem pendidikan atau materi perkuliahan terbaik, tidak kok, PNUP rata-rata saja. Hanya saja, yang membuatnya beda adalah bahwa di sana kami diajarkan lebih banyak praktek dibanding teori. Teori itu penting tentu saja, karena itu adalah landasan dasar ilmu pengetahuan, tapi praktek juga tak kalah pentingnya sebagai implikasi dari apa yang didapat di kelas teori. Dan sejujurnya, kelas praktek seperti bengkel dan lab lebih menyenangkan dibanding kelas teori di gedung sekolah. Rasanya seperti seorang engineer yang benar-benar mengerjakan sebuah proyek.

                Satu hal yang membuatku bangga akan kampusku adalah pendidikan akhlahnya. Bukan kelas khusus budi pekerti atau pelajaran akhlak maksudku, lebih ke pembelajaran secara tidak langsung. Selain kelas pendidikan agama dan mentoring di semester pertama, tidak ada kelas khusus tentang akhlak lainnya. Padahal kampus kami bukanlah kampus berlandas agama, tapi entah mengapa, kau tidak akan menemukan anak nakal di kampusku ini. Kalau kamu datang ke kampusku dan menemukan seseorang dengan gaya yang aneh dan kesannya gimana gitu, bisa dipastikan itu bukan anak PNUP. Kau bisa meninggalkan laptopmu di jurusan dan tak akan ada yang mengambilnya. Lupa mengambil kunci motor atau bahkan handphone mu di jok, kau akan menemukannya kembali di pos satpam. Atau kau melupakan dompet di ruang kuliah, ia akan tetap aman di ruang OB. Aku tidak menjamin 100%, karena bisa jadi kamu lagi sial atau kebetulan ketemu klepto, benda-bendamu itu bisa saja melayang. Jadi tetap jaga barang-barang anda ya.

Di sana tidak pernah ada tawuran besar, kecuali perselisihan kecil. Dan sejujurnya, mahasiswa di kampusku bahkan tidak pernah berdemo. Ini serius, mungkin ada yang berpendapat kami mahasiswa cupu, tapi ah, siapa yang peduli. Mungkin kami terlalu sibuk dengan kuliah yang padat, tugas-tugas menumpuk, atau sekedar tidak ingin menyusahkan pengguna jalan dan pak polisi. Hal yang diajarkan kepada kami untuk selalu diingat saat pertama kali memasuki kampus hitam ini adalah, selalu menjunjung tinggi tri dharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Saat kami diminta untuk mengabdi kepada masyarakat, kenapa pula kami harus menyusahkan mereka? Ya, masyarakat tidak pernah ada yang mendukung mahasiswa pendemo sekarang ini. Karena sebagian dari mereka bukan lagi memiliki tujuan untuk membela masyarakat, tapi untuk gengsi mereka sendri.

Kebanggan lainku tentang kampusku adalah semua penghuni kampus ini sangat baik dan ramah. Pernah beberapa kali minta tukar uang kecil di pos satpam buat bayar angkot atau ojek, dan kalau bapak-bapak satpam lagi tidak punya uang kecil yang cukup untuk ditukar, biasanya mereka kasih uang buat bayar begitu aja. Pas mau dibayar kembali, pak satpamnya cuma bilang, “Nda usahmi dibayar. Kau belajar saja yang baik.” Atau kadang juga kalau ada pak satpam yang lagi dikunjungi istri dan anaknya dari kampung dan dibawakan oleh-oleh, kadang pak satpam itu suka bagi-bagi ke setiap mahasiswa yang keluar gerbang. Staf akademik yang ramah banget, panggil kamu nak sambil menjelaskan apa yang kamu tanya dengan ramah. Staf kebersihan yang selalu siap membantumu dan bahkan tidak pernah marah kalau kamu ga sengaja injak lantai yang baru saja dia pel. Dosen-dosen yang tidak pernah menyuruhmu membayar apapun. Semua dosen yang mengajar di kelasku membuat buku sendiri. Setelah itu hanya menyuruhmu mengcopy bukunya. Selebihnya, kamu bisa pakai buku apapun untuk jadi bahan referensi. Bahkan wali kelasku dulu sering mentraktir kami, membayarkan tiket nonton, bahkan ngasih tambahan uang buat liburan. Mahasiswanya juga, di setiap koridor, gazebo, atau kantin, kalian akan menemukan lebih banyak obrolan tentang kuliah. Ya, mahasiswa PNUP itu rajin-rajin. Hihihi.

Aku tidak tahu apa PNUP memang hanya menerima orang-orang berakhlak baik, atau PNUP yang mengubah mereka. Tanteku pernah Tanya, “Kamu lanjut kuliah di mana nak?” trus aku bilang, “Poltek tante.” Dan tanteku Cuma bilang, “Oh, PNUP? Bagus nak, di sana akhlahnya bagus.” Awalnya aku nggak mengerti maksud tanteku itu, tapi setelah menjadi bagian dari PNUP, aku jadi mengerti maksud beliau.

Meskipun kesannya menyenangkan dan ramah-ramah, tapi kamu nggak bolehbertingkah seenaknya. Surat DO di kampusku gampang sekali keluar loh, nilai rendah, tindakan indisipliner, atau bahkan kelamaan lulus, kamu bisa mendapatkan surat cinta dari direktur ini setelah sebelumnya mendapat 3 surat peringatan. Mungkin ini salah satu alasan kenapa kamu jarang menemui anak nakal di PNUP, karena anak-anak yang suka bertingkah itu akan gugur satu persatu dimulai dari semester awal. Ibu kantin aja nggak bisa lolos dari skorsing. Pernah karena bertengkar dengan lapak sebelah, ibu kantin langgananku harus libur selama sebulan dari kantin Huhu L

Pernah beberapa kali aku kenalan sama orang, pas ditanya kuliah dimana dan aku jawab PNUP, dijawab, “Ah, aku pernah kuliah di situ. Tapi sekarang di *****”. Pas aku Tanya kenapa pindah, dijawab “Ya, biasalah, DO”. Atau ada juga yang bilang, “Aku pernah kuliah di kampusmu itu. Tapi pindah pas semester 2, aku ga kuat sama tugasnya.” Hiks, itulah beberapa testimony kenalanku. Maafkan PNUP yaa.

Oh iya, satu lagi yang selalu kubanggakan. Saat pertama kali mendaftar di kampus ini, belum pakai sistem online, di setiap loket dan mading, ada tulisan besar berbunyi “Tidak ada sistem jatah dosen.” Dan kupikir itu benar, anak dosenku dan bahkan keluarga direktur sendiri pernah tidak lulus tes masuk di kampus PNUP ini. Dan aku sangat bangga menjadi alumni kampus yang tidak begitu terkenal ini :3

Ini teman-teman kelasku btw xD Foto kami waktu masih semester pertengahan, nggak lengkap sih. Jadi di Polteknik itu sistemnya kayak SMA, kamu akan punya teman yang sekelas selama 3 tahun (D3) atau 4 tahun (D4). Awalnya tiap kelas berisi 25 orang, tapi di kelasku yang bertahan sampai selesai cuma 19 orang. Lumayanlah.

Yaa, Itu tadi kebanggaanku yang masih banyak diremehkan orang :3 Jaya selalu PNUP ya, tetap jadi kampus pencetak tenaga professional yang berakhlah ;) Wassalam.

Day 6 #10DaysKF

Makassar, 23 Jaunari 2017
-Nasibah



Minggu, 22 Januari 2017

Tiga Film Paling Berkesan

Hello, bertemu lagi di hari ke 5. Setelah menulis selama 4 hari, aku sadar satu hal, aku merasa tulisanku tidak semenarik tulisan-tulisan orang lain yang kubaca di event 10DaysKF ini. Setelah berpikir, aku sadar sepertinya itu karena gaya bahasaku yang terlalu kaku. Apa mungkin itu karena selama ini aku lebih suka membaca buku terjemahan ya? Atau mungkin karena aku memang belum membaca begitu banyak buku? Atau keduanya? Hehe. Ya sudah, mari mulai menulis untuk hari ini, tapi dengan gaya Bahasa yang lebih santai :D

                Tiga film paling berkesan? Well, sebenarnya dibandingkan film, aku lebih suka buku sih, dan dibanding keduanya, aku lebih menyukai serial tv. Singkat kata, aku bukan seorang penggemar film. Tapi jika ditanya tentang film yang paling berkesan, aku memiliki beberapa dalam list-ku. Check it out!


Harry Potter and The Chamber of Secrets
                Meskipun bukan seorang penggmar film pada umumnya, tapi aku adalah seorang penggemar Harry Potter. Yes, karya J.K Rowling ini memang sukses membuatku jatuh cinta dengan segala problematika dan bahkan mantra-mantranya. Aku mulai mengenal Harry Potter sekitar 10 tahun lalu, waktu aku masih SMP kelas 7, tepatnya saat menonton dvd film ke2, dan mulai jatuh cinta setelah membaca bukunya. Agak telat sih, tapi tak apalah, Harry Potter sukses menemani masa remajaku. Segitu lamanya menjadi penggemar dari film yang dibintangi Daniel Radcliffe ini, tentu saja film ini meninggalkan kesan yang mendalam bagiku. Ceritanya yang tak biasa, sekuelnya yang ada banyak, dan banyaknya hal khas yang bisa ditemukan dalam film ini membuatnya sangat berkesan. Apa ada film yang memiliki Wikipedia-nya sendiri? Harry Potter punya, saking banyaknya hal baru yang memang Cuma ada dalam film/buku ini. Jadi, film ini berkesan karena lengkap, banyak, dan panjang.


                Film kedua yang sangat berkesan bagiku adalah Laskar Pelangi. Yeah! Siapa sih orang di Indonesia yang nggak tahu Laskar Pelangi? Best Movie of Indonesia lah buatku. Penuh dengan pelajaran hidup dan kisah mengharukan, itu yang membuat film ini sangat berkesan buatku. Dimulai dari membaca bukunya. Waktu itu iseng sih, nemu buku karya Andrea Hirata ini di rak buku kakakku. Niatnya Cuma baca bagian awal, tapi keterusan sampai puluhan halaman, dan akhirnya baca sampai akhir. Laskar pelangi ini juga yang membuatku berpikir kalau menjadi penulis itu sangat keren dan bermimpi menjadi penulis yang keren seperti Andrea Hirata suatu hari nanti. Satu lagi, aku sangat suka ost-nya. Laskar pelangi adalah lagu satu-satunya yang pernah kujadikan NSP. Hehehe.


                Dan, Film terakhir, that’s Pan’s Labyrinth. Berbeda  dengan dua film sebelumnya yang meninggalkan kesan menyenangkan dan sukses membuatku menjadi penggemarnya, film yang satu ini menjadi sangat berkesan buatku justru karena film ini sangat, sangat mengerikan. King of Nightmare lah. Padahal film ini bukan film horror, tapi tetap saja sangat mengerikan. Kalau kalian Tanya aku monster atau makhluk fiktif apa yang paling mengerikan? Aku akan menjawab, monster yang ada di meja makan dalam film ini. Aku bahkan lupa namanya, tapi saking ngerinya, aku tidak berani menontonya dua kali. Bukan hanya si monster meja makan, tapi ada banyak makhluk-makhluk aneh dan menyeramkan lain di film ini. Selain keberadaan makhluk-makhluk aneh tadi, ceritanya yang sangat gelap dan banyaknya kekerasan yang ditampilkan dengan jelas, sukses menambah kengerian film Spanyol-Meksiko ini. Ugh, kalau kalian penasaran, tonton sendiri ya.


Nah, Itu tadi 3 film paling berkesan buatku. Biarpun nggak masuk dalam daftar, tapi kalau kalian tanya aku film romance yang paling kusuka, aku akan menjawab film-fulm dari negeri gajah putih. Yah, film romance thailand itu sederhana tapi entah mengapa manis banget dan mostly ada comedynya yang bikin betah ditonton. Selain itu nggak yadong. kecuali yah film yang emang bertema yadong. Dan yang menjadi favoritku dari sekian banyak adalah Crazy Little Thing Called Love. Ah, kalo kataku sih, ini film wajib remaja perempuanlah, apalagi yang lagi jatuh cinta. Hehe. Kalau serial TV, yang paling berkesan itu Running Man ya xD Kalo buku, selain dua di atas itu, If Tomorrow Comes :3

Sekian, dan selamat bersiap-siap hari senin ya ;)  Semoga makhluk di meja makan itu tidak mengganggu kalian. Hehehe.

Day 5 #10DaysKF

Makassar, 22 Januari 2017

-Nasibah

Sabtu, 21 Januari 2017

Dia

“Tanpa menyebut namanya, coba ceritakan bagaimana pertemuan pertamamu dengan si dia!” <- That’s, pertanyaan untuk hari ke 4.

                Eh, dia siapa nih maksudnya mon? Dianya Afgan apa Dianya Sammy Simorangkir? Sejujurnya Mon, saya belum pernah menjalin hubungan romantic apapun dengan siapapun sejak lahir, atau kalo kata populenya sih, Jomblo selama hampir 24 tahun, belum menikah, dan saat ini sedang tidak menyukai siapa-siapa. Jadi, apa yang aku harus tulis untuk tema ke 4 ini ya?

                Aha! How about my 1st love? Sound interest? Hei, just because I never been in any romantic relationship before, doesn’t mean I never fall in love right? Ok, this my first meet with my first love…



                Dia adalah teman sekolahku saat SMA. Yah, karena kami teman SMA, tentu saja pertemuan pertama kami adalah hari pertama kami di sekolah, that’s Pra-MOS. Tau MOS kan? Ya, Masa Orientasi Siswa. Beberapa hari atau biasanya satu minggu yang dihabiskan siswa baru untuk mengenal sekolah, guru-guru, dan sistem yang ada di sekolah. Nah, pra MOS itu adalah hari sebelum MOS. Dimana kami diberitahu apa saja yang dibutuhkan selama sepekan MOS, aturan-aturan, dan pembagian kelompok. Sayang aku tak sekelompok dengannya. Dia di kelompok A, dan aku di kelompok B. Kami dikumpulkan di satu ruangan saat itu, dan percaya atau tidak, aku tertarik padanya di pandangan pertama. Dia pendek, kurus, botak, sebagaimana semua siswa baru laki-laki, sangat tidak menarik, tapi tetap saja, entah mengapa aku bisa tertarik kepadanya. Saat mendengarnya memperkenalkan diri, aku tahu kalau dia ternyata tinggal bersebelahan dengan teman baikku di SMP yang rumahnya sering sekali kudatangi saat pulau sekolah di hari jumat. Aku berpikir, mungkin dulu kami pernah berpapasan, tapi tidak saling mengenal. Pada akhirnya kami sekelas tapi tidak pernah begitu dekat.

                Aku menyadari kalau aku semakin menyukainya saat suatu hari, di saat istirahat dan berjalan ke kantin, aku melihatnya sedang membantu seorang teman penyandang tunanetra dari kelas sebelah merapikan dasinya yang miring. Sejak tadi teman kami itu berdiri sendiri di sana, dan tak ada yang memperhatikan dasinya, tapi dia dengan cepat membantunya. Hal kecil sih, tapi entah mengapa berkesan banget.

Ya, itulah bagaimana pertemuan pertamaku dengan yang katanya “Si Dia”. Selanjutnya, yah kalian bisa tebak: cak sarang, alias cinta satu sisi. Aku tak pernah memberitahunya dan memang tak berniat memberitahunya karena cukup yakin kalau dia tidak tertarik dengan gadis tidak menarik alias jelek sepertiku. Pada akhirnya cinta satu sisiku itu hanya menjadi salah satu dari rahasiaku kecil saja.

Terima kasih sudah sudi mampir xD Semoga kamu yang baca ini bisa langgeng dan berakhir bahagia dengan si dia ya. Kalau si dianya belum ketemu, semoga lekas dipertemukan ^^Sekian

Day 4 #10DaysKF

Makassar, 21 Januari 2017
-Nasibah


Jumat, 20 Januari 2017

I Want to Get it in 2017

Yeah, today is 3rd day :D
Bicara pencapaian, bicara impian…

Well, aku sedang berada di salah satu fase penting hidupku, that’s pra-karir. Ya, aku adalah seorang job seeker, Yeaahh!! Jadi sudah jelas bahwa hal yang sangat ingin kucapai di tahun ini adalah mendapatkan pekerjaan. Aku tidak pernah tahu bahwa mencari pekerjaan akan sesusah ini. Alih-alih berharap untuk dapatkan pekerjaan apapun, aku sebenarnya berharap mendapat pekerjaan yang bisa menambah poin plus dalam profilku, pekerjaan yang pengalamannya bisa mengantarku untuk mencapai impianku. Tapi apa boleh dikata, saat ini aku hanya mengharapkan salah satu dari 3 jenis pekerjaan; yang membuatku menambah pengalaman kerja berharga, yang membuatku bahagia, atau paling tidak yang membuatku kaya, Salah satu dari ketiganya sudah cukup. Hahaha.

Kedua, aku harap bisa traveling sendiri. Yes, yes, yes! Seperti kebanyakan orang Indonesia, aku sebenarnya sangat menyukai traveling. Kalian akan mendapati banyak sekali kata traveling pada bagian hobi di profil sebagian besar masyarakat Indonesia dewasa ini. Karena kita memang pantas memiliki hobi tersebut, mengingat begitu banyak keindahan di negeri kita yang menunggu untuk dieksplor. Hanya saja, traveling bukanlah hobi yang murah, dan demi kelangsungan dompet untuk masa depan, maka aku dengan sadar memutuskan untuk tidak menuruti hobi yang pastinya akan sangat menyenangkan itu.

Ketiga, aku harap bisa menemukan banyak teman baru. Ah, kasus sahabat kecilku yang tiba-tiba memblok semua jalur komunikasiku dengannya hanya karena tidak ingin utangnya ditagih, sejujurnya membuatku menangis semalam. Dia teman kedua yang kukenal dalam hidupku. Aku tidak menyangka pertemanan kita sebegitu mudahnya terputus hanya karena rupiah. Dia mengatakan akan membayarnya setelah seminggu, tapi hei, ini sudah tiga tahun. Siapa yang tidak ingin menagihnya coba? Lagipula sejujurnya, itu adalah 85% uangku saat itu. Aku tahu, dia bukan orang yang jahat, mungkin dia hanya malu. Yaah, aku ingin mendapatkan banyak teman baru, yang lebih baik dari dia kalau bisa :D

Keempat, Berharap bisa menghafal lebih banyak surah. Aku berharap bisa lebih dekat dengan sang pencipta dengan cara ini. Lebih memahami apa yang menjadi keyakinanku sejak lahir, sehingga terhindar dari paham-paham orang berkepentingan yang hendak memanfaatkan dan menipu kita atas nama agama.

              Terakhir, aku benar-benar ingin menyelesaikan novel pertamaku. Ah, entahlah. Dengan kemampuan menulis seperti ini dan kurangnya motivasi,  sebenarnya aku tidak begitu yakin. Aku suka menulis, menulis beberapa untai kata-kata manis bak pujangga sok bijak, review, opini, atau potong adegan dramatis, aku suka melakukannya. Tapi, untuk menulis sesuatu yang panjang dan harus konsisten seperti novel, aku cenderung bosan. Tapi meski begitu, aku tetap berharap bisa menyelesaikannya.

                Oh ya satu lagi, aku berharap bisa menaikkan berat badan 3 atau 4 kg lagi. 41 is very thin, isn't it?

Itu tadi 5+1 hal yang ingin kucapai di tahun ini. Siapapun yang membaca tulisanku untuk hari ke 3 writing challenge ini, tolong diaminkan ya. Terima kasih ;)

Day 3 #10DaysKF

Makassar, 20 Januari 2017

-Nasibah-

Kamis, 19 Januari 2017

Ku Mungkin Akan Histeris Karena...

Histeris? Tunggu, ini bisa karena senang banget, sedih banget, atau ketakutan banget kan?

Ya, karena yang diminta hanya 3, jadi mari menulis tentang sesuatu yang positif saja untuk tema hari kedua ini :D

Pertama, karena aku adalah seorang job-seeker engineer wanna be, jadi satu hal yang bisa membuatku histeris detik ini juga adalah sebuah sms atau telepon berisi kabar baik dari salah satu perusahaan automasi yang pernah kudaftar.Sebagai seorang minoritas di dunia teknik khususnya teknik listrik, rasanya memang susah sekali mendapatkan pekerjaan dengan statusku sebagai kaum hawa. Emm, atau mungkin juga ini Cuma alasanku, yang sebenarnya adalah aku memang belumbegitu mampu. Beberapa mungkin akan berpikir bahwa aku terlalu pemilih akan pekerjaan, tapi sungguh, aku hanya tidak ingin 4 tahun yang kuhabis dengan bekerja bengkel, lab, panjat tiang distribusi,  bergelut dengan para lelaki-lelaki yang sejujurnya tidak pernah menganggapku sebagai perempuan dan benda-benda maskulis seperti obeng, tang, motor-motor, hingga generator menjadi sia-sia. Meskipun aku perempuan, tapi aku selalu berusaha menyelesaikan apa yang menjadi tanggung jawabku. Cukup susah bagiku meyakinkan diriku sendiri untuk mengubur cita-citaku menadi seorang dokter takkala hasil SNMPTN-ku dulu tidak menakdirkanku demikian. Cukup lama waktu yang kubutuhkan untuk mulai memahami dan akhirnya mencintai dunia yang identik dengan pria ini. Jadi kenapa aku harus menyerah dan dan menerima tawaran untuk duduk rapi di depan meja dengan pakaian serba feminine sementara hatiku ingin keluar dan mengotak-atik program serta komponen-komponen elektrik? Aku hanya tidak ingin mengganti mimpiku lagi.

Hal ke-dua adalah sebuah telepon dari bapak yang mendukung dan mengizinkanku untuk pergi ke Kalimantan sendirian. Sebagaimana teman-teman sejurusanku yang sudah lebih dulu merantau ke tanah yang penuh akan kekayaan alam yang menunggu untuk dieksplor itu. Aduh, bapakku sayang anak gadismu ini sudah hampir berusia 24 tahun, dan pergi ke sanapun bukan untuk macam-macam kok, cuma ingin mencari sebuah pekerjaan yang tujuannya tak lain dan tak bukan adalah untuk membuatmu bangga. Aku tahu bapak sangat mempercayaiku. Aku adalah anak gadisnya yang tak pernah macam-macam dan selalu mencoba jujur tentang apapun yang akan kulakukan karena keluargakupun tak pernah melarang selama itu sesuatu yang tidak dilarang oleh agama. Tapi sepertinya bagi bapak, Kalimantan terlalu jauh dan asing bagi anak perempuan keduanya ini.

Yang ke-tiga, Heem..
Aah,
Hal yang hampir tidak mungkin, tapi dijamin akan membuatku langsung histeris adalah, jika seseorang yang mendekati apa yang kutulis panjang lebar di day-1 tiba-tiba datang ke rumahku dan mengajakku ke Kalimantan untuk memulai sebuah proyek baru automasi atau sekedar diajak naik wahana histeria. Pasti bakalan histeris. Hahaha.

Sekian tulisan untuk hari ke dua., terima kasih sudah membaca.
Semoga semua histeria-histeria yang terjadi dalam hidup kalian adalah histeria-histeria kebahagiaan ;)

Day 2 #10DaysKF

Makassar, 19 Januari 2017
-Nasibah

Rabu, 18 Januari 2017

Kekasih Dambaan

Saat membahas tentang kekasih idaman, dibayanganku akan mungcul sesosok pria tinggi dengan kemeja rapi dan tangan diselip di saku celana, serta senyum kecil di ujung bibirnya sedang menatapku dengan mata yang seolah berkata, “Aku tidak ingin kehilanganmu”. Tapi ah, itu hanya sebuah gambaran tokoh fiksi dalam serial drama negeri gingseng yang saat ini sedang sangat popular di negeriku tercinta.

Jika ditanya secara pribadi, aku punya tipe yang sederhana tapi sedikit kekanak-kanakan. Ada 3 value yang menjadi faktor utama, yaitu, seiman, sebangsa, dan seusia. Ya, value yang ke tiga itu maksudku. Dari zaman manusia masih menggunakan batu sebagai perkakas sehari-hari, sampai menggunakan batu di 10 jari tangan, jarang ada orang yang memepermasalahkan value ke tiga itu. Eh, bukan lagi jarang, tapi justru kebanyakan orang menghindari yang namanya hubungan seusia. Alasannya?Katanya, mereka akan punya tingkat egoisme yang sama dan berakhir dengan tidak ada yang mau mengalah. Tapi, bukankah masalah sifat dan kedewasaan itu tidak ditentukan oleh usia? Sejujurnya, aku memiliki role mode dalam hal ini yaitu kedua orang tua ku. Perbedaan usia mereka hanya 2 bulan, dan Alhamdulillah pernikahan mereka baik-baik saja dan sangat jarang bertengkar hingga kematian menjemput salah satunya dan memisakan mereka untuk sementara waktu. Aku tak tahu, aku hanya tak bisa menganggap pria yang lebih muda dariku lebih dari adik dan pria lebih tua dariku lebih dari kakak. Lagipula aku pikir akan sangat menyenangkan menikahi seseorang yang tumbuh di masa yang sama denganmu, menonton serial kartun yang sama denganmu, atau bahkan merasakan susahnya soal ujian nasional yang sama denganmu. Persamaan-persamaan itu akan membuat hubungan kalian tidak membosankan.

Oke, itu tadi beberapa tentang fakta tipe idealku xD Mari berbicara tentang kekasih idaman lagi. Aduh, bicara tentang kekasih dambaan, bicara tentang cinta, sepertinya agak awkward buatku. Entahlah, bagiku kata cinta dan kekasih seperti berada dalam dimensi lain xD

Tapi aku, sejujurnya…
Sangat kagum dengan seorang pria yang selalu menjaga hubungan baiknya dengan siapapun dan seberbeda apaun mereka dengan dirinya. Dia senang berbuat baik, tapi tak pernah berusaha memamerkannya. Kebaikannya adalah rahasianya sendiri. Ia menjaga hubungan vertical maupun horizontalnya. Yang tak pernah melupakan penciptanya dan juga ciptaan-Nya. Memilikinya, tentu saja akan membutaku bersyukur setiap saat. Dia menghargai setiap makhluk, tentu saja ia akan menghargaiku juga. Tak perlu khawatir tentang dunia-akhirat, keduanya seimbang di matanya.

Aku, sepertinya…
Akan jatuh cinta tanpa sadar pada seorang pria yang berhati hangat dan penyayang tapi juga humoris. Ia menyayangi setiap makhluk, bukan hanya wanitanya dan keluarganya. Ia sangat sopan tapi tidak kaku. Aah, bagaimana aku menggambarkannya? Sifat penyayangnya akan membuatmu nyaman, tapi sifat humorisnya akan membuat hari-harimu berwarna. Kamu tidak akan bosan jika bersama dengannya, tapi juga tidak akan pernah muak dengan sifatnya.

Tapi di atas semua itu, hal yang paling penting adalah bahwa dia menyayangiku sebanyak aku mampu menyayanginya.

Sudah, seperti itu saja. Jika lebih banyak, aku mungkin  akan menggambarkan sosok malaikat. Hihihi
.
Terima kasih sudah membaca^^
#10DaysKF#

Beberapa Nama Warna Selain Mejikuhibiniu

Pernah nggak kalian ditanya tentang warna dan kalian sendiri bingung menyebutnya apa? Atau ketika belanja online, ada puluhan avaible colour...