Jumat, 09 Agustus 2019

The Moon that Embraces The Sun VS 100 Days My Prince

Haaaii..
Udah cukup lama nih nggak nulis, dikarenakan beberapa ketertarikan baruku akhir-akhir ini. Hehe.

Dari judulnya, sepertinya sudah bisa ditebak yah, aku akan bahas apa kali ini.
Beberapa hari yang lalu aku baru saja selesai menonton drama 100 Days My Prince. And, i love it. No wonder ratingnya bisa setinggi itu untuk ukuran drama yang tayang di TV kabel. Sejak episode-episode awal, aku udah suka banget sama drama ini dan berhasil menyelesaikannya dengan cepat.

Lee Yeol dan Yoon Yi Seo/ Hong Shim Dewasa

Tanpa maksud untuk menyama-nyamakan dan gak ada maksud sama sekali mengatakan drama yang satu meniru drama yang lain, karena memang kedua drama ini sangat berbeda dari banyak aspek dan secara alur ceritapun berbeda. Drama 100DMP punya lebih banyak komedi while di TMTETS bisa dibilang hampir gak punya unsur komedi di dalamnya. Hanya menonton kedua drama ini rasanya memberikan vibes yang sama dan beberapa hal iconic mengingatkan satu sama lain.

Lee Hwon dan Heo Yeonwoo/Wool Dewasa



Jadi, apa aja nih persamaan kedua drama ini?

- Diawali dengan perebutan kekuasaan dengan pertumpahan darah.

- Cinta pertama. Kedua main couplenya sama-sama bertemu pertama kali saat masih sangat muda dan jatuh cinta satu sama lain untuk pertama kalinya. Sebenarnya kebanyakan drama saeguk romantis memang menceritakan si putra mahkota bertemu dengan pemeran utama wanita saat masih anak-anak. si lead male-pun akhirnya jatuh cinta karena kecerdasan dan keberanian si lead female.

- Hilang ingatan. Keduanya kemudian bertemu lagi saat dewasa. Kalau di TMTETS yang hilang ingatan adalah si cewek, nah di 100DMP yang hilang ingatan justru si Cowok.

- Kelopak bunga berwarna pink. Di kedua drama tersebut, Saat kedua pemeran utama bertemu pertama kali saat masih sangat muda, kelopak bunga berwarna pink jatuh di atas mereka. Hal itu kemudian mengingatkan mereka dengan gadis yang mereka cintai setiap melihat kelopak bunga yang gugur tersebut. Bahkan di kedua drama tersebut, ada adegan di mana putra mahkota meminta pelayannya melempar kelopak bunga dari atas atap untuk membuat efek romantis.Kalau di 100DMP bunganya adalah sakura, kalau di TMTETS juga bunga pohon berwarna pink tapi aku lupa jenisnya.

Lee Yeol dan Yoon Yi Seo Kecil



Lee Hwon dan Heo Yeon woo Remaja


- Putra Mahkota dan raja yang sangat tampan, cute, dan berkharisma. Hahaha, ayolah jujur, DO dan Kim Soo Hyun sama-sama berhasil membawakan peran yang mulia yang sangat keren. Haha.

- Toko kertas. Adegan iconic di depan toko kertas.

- Si cewek yang aslinya adalah bangsawan namun kemudian difitnah dan akhirnya tumbuh sebagai gadis biasa dan nama yang berbeda. Heo Yoon woo menjadi Wool dan Yoon Yi Seo menjadi Hong Shim.

- Keluarga, karakter, dan kehidupan masa kecil kedua pemeran cewek yang agak mirip. Yah, lahir dari keluarga bangsawan, harmonis, dipenuhi kasih sayang, kakak laki-laki yang sangat menyayanginya, orang tua yang sangat baik hati dan bijak, tidak segan berteman dengan budak, lembut tapi tegas, intinya kehidupan sempurna gadis di jaman joseon lah.

- Bapaknya si cewek adalah menteri yang bijaksana dan baik hati namun akhirnya harus meninggal.

- Bapak putri mahkota terpilih yang jahatnya Naudzubillah. Bisa dibilang dalang dari semua kejahatan.

- Putri mahkota terpilih yang juga jahat tapi juga sangat malang. Sebenarnya hanya karena kurang kasih sayang oleh orang tuanya yang haus akan kekuasaan.

-Putra mahkota dan putri mahkota terpilih tidak pernah berhasil melakukan ritual penyempurnaan pernikahan (malam pertama) karena tiap kali akan melakukan ritual tersebut, somehow si putra mahkota/raja selalu saja jatuh sakit. Jadi, meskipun telah menikah bertahun-tahun, tapi putra mahkota/raja masih perjaka. Dan kalimat yang hampir mirip diucapkan oleh Lee Hwon & Lee Yeol, kurang lebih begini "Kau bisa mendapatkan posisi ini, tapi kau tidak akan pernah mendapatkan hatiku."
*Owhh, entah mengapa meskipun kalimat itu terdengar kejam, tapi aku suka banget. Yeyeye! Hahaha*

-Ceritanya banyak bergantung pada takdir. Takdir yang seolah menuntun sang matahari menemukan bulannya kembali.

- Si Pemeran utama cewek sama-sama punya eoraboni / kakak laki-laki yang tampan dan sangat ia sayangi. Kalau dibilang malah melebihi dirinya sendiri.

-Second lead bangsawan yang tampan dan baik hati, namun kesepian.

Nah, sekian analisisku. Hehe. Kalau kalian, ada yang berpikiran sama?

Blackout Jakarta 4 Agustus

Halo, Assalamualaikum.

Kali ini, aku datang dengan berita hot yang sedang diperbincangkan, kejadian luar biasa yang melumpuhkan ibu kota dan berbagai kota di bagian barat pulau Jawa.

Sebelum mulai membahas, saya mau disclaimer dulu nih, kalau ini bukan tulisan official dari PLN. Sampai hari inipun, PLN belum release pernyataan resmi terkait penyebab pasti Blackout yang terjadi tanggal 4 Agustus kemarin. Jadi, di sini saya bukan mau menjelaskan detail tentang apa yang sebenarnya terjadi, apalagi hingga aktual penyebab atau langkah perbaikan PLN. Karena saya sendiripun hanya rakyat sipil, bukan orang PLN.

Di sini cuma mau sharing aja, biar kita lebih mengenal sistem kelistrikan hingga kita bisa sama-sama mengerti, kenapa sih sampai blackout seluas dan selama ini.

Check it out!

Pertama, saya akan menjelaskan tentang sistem tenaga listrik, mulai dari listrik dibangkitkan hingga ke konsumen listrik akhir (rumah-rumah warga, industri, fasilitas publik, dan semua yang membeli listrik dari PLN.

Jadi, sistem tenaga listrik itu kurang lebih seperti ini:
image source: www.delmarva.com

- Pembangkit
Merupakan tempat di mana listrik diproduksi, mengubah berbagai macam energi menjadi energi listrik. Di mana yang paling umum di Indonesia adalah memproduksi listrik dengan mengubah energi kinetik berupa gerak turbin menjadi energi listrik. Sumber yang digunakan untuk menggerakkan baling-baling turbin inilah yang membedakan jenis pembangkitnya. Ada yang digerakkan oleh air, angin, gas, hingga uap. Umumnya listrik yang dihasilkan tegangannya tidaklah begitu besar. Jadi, untuk menyeratakan semua tegangan pembangkit yang berada dalam satu sistem sebelum dikirim melalui tower-tower transmisi, ada komponen yang disebut transformer atau trafo. Gunanya adalah mengubah tegangan. Khusus untuk trafo yang ada di pembangkit, merupakan tipe step-up yakni trafo yang berfungsi untuk menaikkan tegangan ke tegangan standar untuk transmisi.

- Transmisi (Tegangan tinggi / Tegangan ekstra tinggi)
Merupakan istilah untuk menyebut sistem penyaluran tegangan listrik dengan tegangan tinggi (SUTT 75 - 150 kilo Volt)  hingga ekstra tinggi (SUTET 500 kilo Volt). Merupakan tahap penyaluran listrik pertama dan berjarak sangat jauh. Berperan menyalurkan listrik dari titik-titik pembangkit listrik ke gardu-gardu induk serta dari gardu induk satu ke gardu induk yang lain. Mengapa tegangan di jaringan transmisi sangat tinggi? Karena perjalanan yang ditempuh sangatlah jauh. Bayangkan saja, listrik dari paling timur pulau jawa harus dikirim ke bagian paling barat pulau jawa, berapa kilometer jaraknya? Nah, untuk menghindari jatuh tegangan karena jarak yang sangat jauh, maka tegangannya harusnya dibuat tinggi. Penopang untuk saluran transmisi ini disebut menara transmisi. Tentu kalian tidak asing dengan benda mirip menara eiffel ini kan. Hehe.

Menara transmisi 150 kV (Sc: Koleksi pribadi)


- Gardu Induk.
Gardu ini adalah tempat dimana tegangan listrik yang diterima dari transmisi diturunkan. Terdapat beberapa macam jenis gardu induk. Dari tegangannya sendiri, dapat dibedakan menajdi gardu induk (GI) dan gardu induk tegangan ekstra tinggi (GITET)Teridiri dari trafo-trafo, pemisah, pemutus, dan berbagai komponen lainnya. Di sini, tegangan listrik diturunkan dari tegangan tinggi transmisi menjadi tegangan distribusi (20kV) untuk selanjutnya disalurkan ke trafo-trafo distribusi atau dari tegangan ekstra tinggi (500 kV) menjadi tegangan yang lebih rendah (150 kV / 75 kV) untuk disalurkan ke gardu induk lainnya.
Gardu Induk Panakkukang (sc: koleksi pribadi)



- Distribusi primer (tegangan menenagh 20kV)
Berperan untuk mengantarkan listrik dari gardu induk ke gardu distribusi (yang biasanya kalian temui di jalan-jalan). Kalau penyaluran transmisi hanya berupa kawat tanpa isolasi, nah, distribusi primer ini bentuknya sudah berupa kabel (kawat berisolasi). Tingginya tidak lagi setinggi transmisi dan distribusi primer ini ditopang oleh tiang listrik beton. Jika kalian melihat tiang listrik dengan 3 buah kabel melintang, itu berarti dia adalah distribusi primer.

- Gardu Distribusi
Umumnya berbentuk sepasang tiang beton dengan trafo di bagian atas dan sebuah box panel di bagian bawahnya. Komponen utama berupa trafo berfungsi untuk menurunkan tegangan dari tegangan 20 kV menjadi 220/380 V untuk selanjutnya dikirim ke rumah-rumah konsumen melalui jaringan distribusi sekunder. Khusus untuk konsumen-konsumen besar seperti pabrik, apartemen, rumah sakit, atau pusat perbelanjaan, satu buah gardu distribusi ini dibuat khusus untuk satu konsumen tersebut. Biasanya konsumen besar ini akan punya sebuah ruangan sendiri sebagai gardu distribusi mereka. Kalian pernah melihat sebuah banguna kecil seukuran satu kamar dengan lambang PLN besar di dinding bagian luarnya dan tulisan 'listrik pintar'? Nah, kemungkinan besar adalah trafo private milik konsumen besar PLN. Jadi untuk konsumen besar, sistem kelistrikan yang menjadi tanggung jawab PLN untuk mereka hanya sampai di sini saja.

Gardu Ditribusi (Sc: koleksi pribadi)


- Distribusi sekunder (tegangan rendah 220/380 V)
Nah, setelah sampai di gardu distribusi dan tegangan diturunkan dari tegangan menengah 20kV ke tegangan rendah 220/380 V, selanjutnya listrik didistribusikan lah ke konsumen akhir. Bentuk tiang penyokong untuk distribusi sekunder ini biasanya berupa tiang besi dengan 2 kabel (fasa dan netreal). Nah, dua line ini lah yang sampai ke rumah-rumah kalian, menghidupkan lampu, dan menjadi sumber ke stop kontak kalian.

- Konsumen
Konsumen akhir yang merupakan konsumen kecil. Bisa rumah tangga, industri kecil, atau kantor berskala kecil.

Nah, setelah mengenal sistem kelistrikan, selanjutnya kita akan membahas mengenai sistem interkoneksi. Jadi apa sih sistem interkoneksi itu? Singkatnya adalah sebuah sistem yang menghubungkan pembangkit-pembangkit dan gardu-gardu induk yang berada dalam satu wilayah guna peyetaraan suplai dan beban listrik dan agar dapat saling menyokong ketersediaan listrik antar daerah. Jadi, jika suatu pembangkit di suatu daerah mati, maka tidak perlu khawatir daerah di sekitarnya mati listrik dalam waktu yang lama, karena daerah di sekitarnya tetap akan mendapatkan listrik dari pembangkit-pembangkit lain yang berada dalam satu sistem interkoneksi. Selama cadangan putar (daya dari pembangkit cadangan cukup untuk mengcover semuanya).

Analoginya, misalnya ada 3 buah SD di sebuah desa. Di dekat masing-masing SD ini ada pabrik roti yang bagi-bagiin roti gratis. Nah, jumlah roti yang diproduksi beda-beda. Ada yang banyak, ada yang sedang, dan ada yang sedikit. Jumlah siswa di masing-masing sekolahpun beda-beda. Sayangnya, sekolah dengan siswa paling banyak, pabrik roti di dekat sekolahnya justru memproduksi roti paling sedikit sedangkan pabrik roti yang memproduksi roti paling banyak ada di dekat SD yang siswanya paling sedikit, sehingga rotinya mungkin berlebih. Nah, sebagai solusinya, ketiga pabrik roti ini mengumpulkan roti produksi mereka di balai desa untuk disantap bersama-sama seluruh siswa di ketiga SD. Dengan begitu, semua siswa akan mendapatkan roti.

Nah, seluruh pembangkit dan gardu yang berada dalam satu sistem ini terhubung dengan jaringan transmisi. Khusus untuk yang ke bali, menggunakan submarine tansmission (kabel bawah laut).

Contoh dari sistem transmisi ada sistem interkoneksi jawa bali dan sistem interkoneksi sulselrabar.
Dan karena judul utama pembahasan kita kali ini adalah Blackout di Jakarta dan sebagian daerah jawa, maka kita akan lebih membahas tentang sistem interkoneksi jawa bali.

This is!
Single Line Diagram Sistem Interkoneksi Jawa Bali (Image Source: imadudd1n.wordpress.com)
*gambar ini mungkin tidak update. Karena SLD ini saya dapatkan dari berkas tahun 2008*

Nah, buat sebagian dari kalian mungkin asing dengan gambar di atas. Single line diagram itu semacam bahasanya anak listrik. Jadi satu sistem yang gede, dibuat gamabrnya dengan satu garis untuk mewakili tiap jalur listriknya. Intinya ini adalah representasi dari sistem interkoneksi yang ada di jawa bali. Yang berwarna hijau itu adalah pembangkit, biru adalah gardu induk, merah adalah beban (konsumen), dan garis hitam itu adalah jalur transmisi. Bisa dilihat kan, meskipun tidak dalam garis lurus, tapi semuanya terhubung.

Sebelum membahas di bagian mana sih kerusakan yang kemarin terjadi, aku mau bahas dulu tentang relay proteksi.

Kalian tau kan betapa listrik itu sama halnya kayak api dan air, bisa sangat berguna tapi juga bisa sangat berbahaya. Jadi, untuk meminimalisir dampak negatif yang mungkin terjadi karena gangguan, maka dipasanglah relay proteksi untuk melindungi manusia maupun komponen-komponen listrik agar tidak terjadi kerusakan lebih jauh. Relay proteksi ini akan merasakan gangguan dan secara otomastis mentripkan/mengoff-kan jalur listrik.

Mungkin ada yang belum tahu, bahwa peralatan-peralatan listrik itu sangatlah mahal. Sebuah pabrik ukuran sedang aja, untuk keperluan komponen-komponen listrik membutuhkan biaya sekitar 10-20 miliar. Itu baru untuk komponen listrik, tentunya belum termasuk mesin-mesin listrik yang ada di dalamnya. Tahu panel listrik? Itu loh, yang bentuknya seperti lemari besi yang di pintunya ada lampu warna-warni. Harga satu panel listrik yang digunakan di pabrik itu bisa sampai 1 miliar loh.

Panel Listrik

Kalian tahu mcb di rumah kalian yang biasanya turun kalo terjadi trip? Selain sebagai pembatas daya kalo kalian udah pake daya terlalu banyak, itu juga termasuk berfungsi untuk proteksi. Misalnya kabel di plafon rumah digigit tikus sehingga isolasi kabelnya terbuka dan kedua kabel fasa-netral bersentuh, itu otomatis mcb di rumah kalian akan mentripkan jalur listrik ke rumah kalian. Bayangkan kalau tidak ada mcb, bertemunya fasa dan netral itu bisa bikin percikan api. Nah, MCB ini bisa kalian dapatkan dengan harga sekitar 100 ribuan. Tapi untuk yang ukuran besar yang misalnya dipake di mall, pabrik, dan gedung-gedung tinggi, meskipun masih sama-sama untuk tegangan rendah, tapi harganya perbuah bisa sekitar 40an juta.

Itu, baru untuk tegangan rendah, belum untuk yang tegangan tinggi. Bayangkan berapa kerugian yang bisa ditimbulkan dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengganti semua komponen yang rusak jika seandainya tidak ada relay proteksi atau seandainya terjadi 'gagal proteksi'. Belum lagi kemungkinan adanya ledakan, kebakaran karena percikan api, bisa membahayakan pekerja yang ada di site. Itu kenapa, relay proteksi pasti harus dipasang, bersamaan dengan berlapis-lapis sistem proteksi lain untuk selalu memastikan keamanan kita menggunakan listrik bermega-mega watt.

*trip = kondisi di mana pemutus (benda-benda seperti MCB, ACB, MCCB, dsb) memutuskan akses aliran listrik secara otomatis karena terjadinya gangguan atau kondisi tidak normal dalam jaringan listrik.

Nah, selanjutnya kita akan masuk ke "kenapa sih kemarin sampai terjadi blackout seluas dan selama itu?" *huft, akhirnya masuk ke pembahasan utama ya. Hehe. Maaf kalau pembahasan sebelumnya kepanjangan. Menyajikan materi yang dipelajari selama satu semester salam satu tulisan singkat, semoga tetap bisa ditangkap ya maksud dari pembahasan di atas :)

Single Line Diagram Sistem Interkoneksi Jawa Bali (Image Source: imadudd1n.wordpress.com)
*gambar ini mungkin tidak update. Karena SLD ini saya dapatkan dari berkas tahun 2008*

Okey, kembali ke single line diagram. Kalau diperhatikan, semua gardu induk dan pembangkit di atas terhubung kan? Kalau diperhatikan lagi, seperti sebuah circle. Kalau mengikuti garisnya, akan kembali lagi ke pembangkit yang sama.

Ini karena sistem jawa bali ini ada 2 jalur untuk menghubungkan sistem kelistrikan dari timur hingga ke barat. PLN menyebutnya jalur utara dan selatan. Masing-masingnya ada 2 sirkuit/line (bisa dilihat di gambar di atas, untuk menghubungkan satu GI dengan GI lain, ada 2 garis kan). Jadi total ada 4 sirkuit.

Jalur utara itu yang dari Grati - Surabaya Barat - Ungaran - Mandirancan - Bandung Selatan - Saguling - Cibinong - Depok. Nah untuk jalur selatan itu dari Grati - Paito - Kedir - Peda - Tasik - Depok.

Nah, di Hari Minggu, 4 Agustus itu, kata Ibu Sripeni selaku Plt Dirut PLN, sedang ada maintanace di jalur selatan di salah satu sirkuitnya. Karena memang di hari minggu itu beban (penggunaan listrik) lebih sedikit, jadi sengaja dilakukan maintanance di hari tersebut. Jadi dalam lah ini, masih aman, karena masih ada 1 sirkuit di jalur selatan dan 2 sirkuit di jalur utara. Jadi masih tersisa 3 sirkuit. Lalu kemudian, terjadilah gangguan di salah satu sirkuit di jaringan transmisi Ungaran (jalur utara) yang tidak berapa lama disusul oleh gangguan di sirkuit yang satunya lagi. Jadi 2 sirkuit di utara dua-duanya gangguan dan otomatis penyaluran penyaluran listrik dari timur ke barat terputus sama sekali di jalur utara. Ini berarti tinggal 1 sirkuit yang menghubungkan timur ke barat. Lalu karena ketidakeimbangan beban dan sebagainya (saya juga tidak tahu pasti) Karena sisa satu sirkuit yang menghubungkan jalur timur ke barat (karena terlalu berat dipikul oleh satu sirkuit sendiri di mana biasanya dipikul oleh 4 sirkuit), akhirnya satu-satunya sirkuit yang ada di jalur selatan tersebut, tepatnya di jalur transmisi Tasik - Depokpun mengalami gangguan.

Dengan kejadian tersebut, sistem kelistrikan dari timur ke barat terputus total. Seperti yang diketahui, bahwa pulau jawa bagian barat (jakarta-banten-jabar) memiliki beban yang lebih banyak dari pada jawa bagian tengah dan timur. Dengan terjadinya pemutusan tersebut, otomatis yang mensuplai beban-beban di jawa bagian barat hanya pembangkit-pembangkit yang ada di jawa bagian barat saja. Dan kondisi ini tidak ideal, beban lebih besar daripada daya listrik yang diproduksi. Hal ini menyebabkan frekuensi turun (frekuensi normal dan berlaku di Indonesia adalah 50 Hz dengan toleransi +/- 0.5 Hz). Semakin besar selisih antara daya yang diproduksi dengan konsumsi beban, maka akan semakin jauh frekuensi turun.

Kembali ke relay proteksi tadi. Jadi baik di gardu induk, pembangkit, maupun transmisi terdapat relay proteksi. Kerjanya macam-macam, parameternya macam-macam, tempat, dan waktu tripnya pun macam-macam. Beberapa relay proteksi, sensing-nya (ibaratnya kalau di manusia itu adalah saraf sensorik) di letakkan di saluran transmisi untuk men-trip memutuskan akses langsung dari gardu induk/pembangkit ke jaringan transmisi tersebut untuk menghindari gangguan yang terjadi pada transmisi juga merusak komponen-komponen di GI/pembangkit.

Nah, karena adanya gangguan di jalur transmisi Tasik - Depok tadi, selanjutnya juga karena frekuensi yang terus menurun, (ada yang namanya under frequency relay yang akan mentrip ketika frekuensi sangat rendah), kemudian beberapa pembangkit akhirnya trip. Salah satunya PLTU Suralaya yang memiliki 7 buah generator pembangkit listrik. Perlu diketahui, frekuensi yang tidak normal bisa merusak peralatan-peralatan listrik. Tidak hanya di sisi pembangkit, tapi juga di sisi konsumen.

Nah, jadilah suplai untuk seluruh daerah Jakarta serta Jabar dan Banten benar-benar lumpuh.

Berbicara mengenai listrik, ketika terdapat gangguan, hal pertama yang terjadi untuk memproteksi keseluruhan sistem adalah break the circuit. Mengisolasi bagian yang terjadi gangguan sehingga tidak membahayakan dan tidak menyebar ke sistem yang lainnya. Jadi jangan ditanya, "memangnya tidak ada pendeteksi untuk mencegah sebelum terjadi gangguan?" Kalo gangguan mau datang itu nggak permisi dulu emang sist/bro :') Lain lagi kalau pertanyaannya "Memang tidak ada pendeteksi utnuk mencegah kerusakan?" Jawabannya ada, dan itu adalah "break the circuit". Dampaknya? tentu saja listrik padam.

Lalu kenapa butuh waktu yang sangat lama untuk memperbaiki sistem yang mengalami gangguan tersebut? Pertama, mereka harus mencari penyebabnya. Yah kan kalau di rumah kita ada yang putus juga harus cari tau dulu kan sumbernya di mana. Memang ada berbagai macam alat canggih milik PLN yang bisa mendeteksi gangguan. Tapi tetap saja, ada beberapa hal yang harus dianalisis sebelum menentukan dengan pasti di mana dan mengapa terjadi trip/gangguan. Lalu karena terjadinya gangguan di jaringan transmisi, di mana letaknya biasa berada di pinggir jalan, atas gunung, tengah sawah, dsb. Tentu saja butuh waktu untuk mengakses tempat terjadinya gangguan. Lalu perbaikan dilakukan. Saya tidak tahu pasti bagaiamana cara mereka melakukan perbaikan, tapi yang pasti butuh waktu lah. Belum lagi persiapan untuk manjat tower dan jaringan transmisi.

Mungkin butuh beberapa jam untuk memperbaiki semuanya. Di saat yang sama, PLN berusaha untuk mensuplai dengan pembangkit cadangan. Menghidupkan pembangkit listrik itu tidak semudah menghidupkan lampu dengan sakelar. Ada banyak langkah-langkahnya. Dan itu tidak bisa dilakukan dalam beberapa menit saja. Lalu saat semua sudah beres, saatnya menghidupkan kembali seluruh pembangkit yang tadi trip. Termasuk PLTU Suralaya dengan 7 buah generator turbin uapnya.

Did you know? Salah satu kekurangan PLTU adalah waktu starting yang relatif lama. Paling lama diantara semua jenis pembangkit. Dalam keadaan sistem masih panas/stand by butuh waktu sekitar 2 jam untuk starting kembali. Sedangkan dalam keadaan dingin, waktu startingnya adalah 6-8 jam. Kenapa demikian? Salah satunya adalah karena mereka harus mendidihkan kembali air-air di boiler mereka yang sudah mendingin. Tambahan, ketika generator mati karena adanya trip (bukan off normal), maka mereka perlu untuk men-setting ulang banyak parameter, termasuk relay-relay proteksi yang mentripkan tadi. Jadi, menghidupkan kembali PLTU yang sudah trip dan sudah mendingin itu tidak semudah menghidupkan genset indomaret.

Nah, kalau dikalkukasi, make sense ya, pemadaman terjadi sampai selama itu. Semoga kedepan tidak terjadi lagi blackout seperti ini lagi.

Sekian pembahasan kita kali ini mengenai peristiwa luar biasa, padam listrik, Blackout Jakarta-Banten-Jabar 4 Agustus 2019. Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari kejadian ini.

Thank you for reading. Dan kalau ada yang mau ditanyakan/dikoreksi, please feel free to write a comment.

Wassalamualaikum ^-^

Jumat, 12 April 2019

Bagaimana Aku (Terpaksa) Golput

Hai, Assalamualaikum.
Katanya Indonesia harus 100% memilih, tapi maafkan aku Indonesia karena nggak bisa memenuhi kewajibanku sebagai warganegara.

Tahun 2014 adalah pertama kalinya aku ikut Pilpres. Terbayang euforia saat itu sama meriahnya dengan saat ini. Meskipun harus diakui bahwa rasanya tahun ini suhunya lebih panas, sikut-sikutan antar timses lebih tajam. Mungkin seiring dengan semakin banyaknya pengguna dan penggunaan medsos yang bikin komentar kebencian, hoax, dan segalanya jadi lebih mudah menyebar. Karena di jaman sekarang orang yang otaknya kurang berespun sudah pada punya akun medsos. Coba bandingkan dengan tahun 2008. Mungkin yang pakai media sosial nggak begitu banyak, tapi setidaknya kita bisa tahu bahwa mereka yang berselancar di dunia maya saat itu setidaknya orang yang berpendidikan.

Mau curhat dikit, kemarin ada ibu-ibu yang mention aku di IG dengan kata-kata yang tidak sopan, aku shock dong. Nyoba berpikir jernih dan lihat lagi apa yang aku tulis, dan masih belum mengerti kenapa dia sampai mention aku seperti itu. Akhirya, setelah beberapa menit kemudian dia mention aku lagi, dan bilang sori karena salah mention. Hoaaa.. Itu nunjukin banget kalau jaman sekarang makin banyak pengguna medsos yang 'kurang sehat'. Their fingers run faster than their brain. Sedih banget.

Okay, back to the election.

Itu kalau kita lihat dari sisi negatif, rasanya pengen masa bodoh aja sama politik. Tapi kalau dilihat dari sisi lain, yah what ever they said, memilih adalah kewajiban sekaligus bentuk kepedulian kita terhadap negara ini. Membawa negara ini ke arah lebih baik atau mencegahnya menjadi lebih buruk, itu ada di tangan kita.

Lima tahun lalu, aku sebagai pemilih pemula benar-benar dibuat bingung. Bingung mau memilih siapa, bingung mau percaya yang mana. "Huaa, aku mau presiden yang cerdas kayak Pak Habibie dan tegas seperti pak Soekarno. Ada nggak? Atau pak SBY lagi aja nggak papa deh." Itu pikirku selama berbulan-bulan sejak pilpres pertama kali digaungkan di akhir  masa kepemimpinan pak SBY. Rasanya kedua capres yang baru banyak banget isu negatifnya.

Apa aku golput aja? Biar kalau ternyata yang terpilih adalah pilihan yang salah, aku tidak perlu bertanggung jawab untuk itu.

Beberapa bulan sebelum pemilu 2014, aku akhirnya jadi sadar. Bahwa ketika aku golput, justru aku lebih bersalah karena aku menyerah tanpa pernah berusaha.

Jadi aku mulai mencari tahu. Mulai dari latar belakang mereka, orang-orang di sekitar mereka, mencari tahu kebenaran dibalik isu di sekeliling mereka, hingga catatan sejarah. Lucunya, saat baru mulai mencari tahu, aku justru disuguhkan banyak hal negatf tentang mereka.

Ya, tidak ada yang sempurna diantara kedua capres. Bahkan tidak ada yang mendekati tipikal pimpinan idamanku. Tapi, setidaknya aku harus memilih yang mudhoratnya lebih sedikit. Aku harus memilih yang kurang buruk diantara yang terburu.

Lalu aku mulai mencari tahu lebih dalam dan di lebih banyak sumber. Tentu, aku tidak hanya membaca satu atau dua sumber. Terlebih aku tidak ingin banyak mempercayai yang disebar di internet. Aku harus mencari tahu sendiri.

Lalu aku sampai pada suatu kesimpulan. Yang menurutku mudhoratnya lebih sedikit. Akupun sangat yakin memilih beliau. "Mau beliau menang atau kalah, yang penting aku sudah menunjukkan satu usaha untuk satu Indonesia." Pikirku saat itu.

Empat tahun kemudian, tahun 2018, euforia pilpres kembali menggaung di seluruh negeri. Aku memutuskan untuk mencari tahu dari awal lagi. Khawatir bahwa pencarianku 4 tahun lalu ada kesalahan. Kali ini aku lebih banyak menyorot tokoh di sekitar para capres. Satu hal yang membuatku tidak memilih capres yang satunya, aku memulai mencari dari situ lagi. Khawatir pencarianku 4 tahun lalu sedikit didasari ketidaksukaan sejak awal (Karena aku tidak menyukai tokoh itu sejak TK dulu. Menurutku beliau seperti penyihir jahat), aku memulai menetralkan pikiran. Mulai bepikiran positif tentang beliau dan mencari tahu lagi, khawatir bahwa beliau tidak seburuk yang aku pikir.
Tapi hasil akhir dari pencarianku adalah, aku bangga terhadap pilihanku dulu dan tidak menyesalinya sama sekali. Dan tahun 2019pun, aku akan memilih orang yang sama.

Tidak banyak yang mengetahui pilihanku kecuali keluargaku. Karena menurutku hal teraman untuk melewati situasi yang tidak kondusive, adalah dengan tidak mengumbar pilihan. Bukannya aku takut dibully atau takut berdebat, tapi aku hanya khawatir perbedaan pendapat tidak bisa diterima oleh semua orang. Jadi aku hanya memberi tahu pilihanku jika ada orang yang mengajak diskusi sehat.

Ajaibnya, aku dan seluruh keluarga besarku dari pihak ayah memilih pilihan yang sama. Dari nenek, orang tuaku, kakak, adek, paman, tante, hingga para sepupuku. Padahal kami jarang berdiskusi atau membahas pilihan politik kami. Apalagi sampai ada hasutan atau doktrin. Nggak ada sama sekali. Tapi kami secara ajaib memilih yang sama. Kalau kau pikir kami ada keturunan apa gitu yang dekat dengan salah satu paslon, jawabannya tidak ada sama sekali. Kami orang Indonesia asli, orang bugis asli, dan tinggal jauh dari ibu kota. Mungkin kami hanya kebetulan memiliki pikiran yang sama tentang bagaimana akan bagaimana keadaan negeri ini ke depan.

Awalnya aku galau mau pulang kampung atau nggak. Karena harga tiket pesawat yang semakin mahal. Kemudian aku mendengar tentang pindah pilih. Wah, Alhamdulillah ada jalan yang lebih hemat dikantong untuk tetap melaksanakan kewajiban. Di awal Februari, masih lebih dari 2 bulan sebelum pemilu, aku berencana untuk mengurus form A5 untuk pindah pilih.

Setelah mencari tahu, aku melihat bahwa salah satu syarat untuk mendapatkan form A5 adalah nama kita sudah ada di DPT. Ah, aku tidak khawatir. Namaku pasti ada, toh tahun lalu juga ada, akupun nggak pernah ada masalah administrasi sipil apapun.

Tapi kagetnya aku, saat cek di website, namaku tidak muncul di DPT. "Duh, bagaimana bisa minta pindah pilih?" Pikirku. Pokoknya fokus pertamaku adalah agar namaku bisa masuk DPT Sebelum H-60. Karena kata beberapa website yang ku baca, urus nama buat pemilu gitu cuma bisa sampai H-60 atau H-30.

Akhirnya aku menelpon KPU Kota Makassar. Menanyakan solusi untuk aku yang namanya tidak ada di DPT. Akhirnya aku diminta untuk menelpon ke bagian yang mengurus tentang DPT. Setelah menelpon dan tanya-tanya, ibu tersebut mengatakan bahwa bisa diurus, aku cukup melapor ke kelurahan.

Jadi, aku meminta kakakku untuk mengurus semua yang diperlukan. Akhirnya kakakku ke kelurahan dan di sana dikatakan bahwa butuh beberapa hari bagi mereka untuk mengurus. Jadi kakakku pulang dan disuruh datang lagi sekitar sepekan kemudain. Saat datang lagi,  kakakku diberitahu bahwa namaku memang tidak ada di DPT jadi aku tidak bisa minta form pindah pilih. Tanpa diberitahu alasannya kenapa namaku tidak ada. Kakakku diminta ke KPU langsung kalau masih mau mengurus.

Beberapa hari kemudian kakakku ke KPU. Di sana kakakku diberitahu bahwa namaku tidak ada di DPT karena saat survey untuk pemilih itu, aku tidak ada di rumah. Aku dianggap sudah pindah. Namaku tidak dapat dimasukkan ke daftar pemiilh lagi. Bisanya 5 tahun kedepan. Aku diminta menunggu aja, siapa tahu nanti bisa memilih pakai e-KTP.

Lalu aku mengetahui bahwa kita bisa memilih menggunakan e-KTP dan masuk dalam DPK. Tapi harus di kelurahan sesuai KTP.

Untuk pulang rasanya mustahil. Tiket sekali perjalanan Jakarta-Makassar harganya mencapai 1.4 jutaan untuk penerbangan paling murah saat terakhir kali cek. Bayangkan, PP hampir 3 jt untuk memperjuangkan 1 suara. Bisa ludes tabungan anak rantau ini :(

Aku tidak menyerah, masih mencari tahu di internet apa ada jalan buatku bisa memilih di tempat domisili sekarang. Bisakah mengurus form A5 tanpa nama kita masuk DPT? Bisakah memilih pakai e-KTP meskipun bukan di daerah asal?

Sampai H-7, jawabannya adalah TIDAK. Karena menurut akun twitter resmi KPU, dasar dari form A5 adalah memindahkan nama kita dari DPT kota asal ke daftar pemilih kota domisili.

Semoga 5 tahun ke depan sistemnya bisa dibenahi. Sedangkan mereka yang bertahun-tahun di luar negeri masih dapat hak suara, tapi mengapa kita yang baru setahun/dua tahun tinggal di luar provinsi, masih di dalam Indonesia harus gugur hak suaranya secara administrasi? Masa karena sedang tidak tinggal di rumah hak suara kami ditiadakan, kami juga tidak dimasukkan ke daftar pemilih di kota domisili. Kami dianggap tiada? Padahal KTP masih jadi penduduk di kota itu. Apa kami tidak diakui sebagai warga negara?

Rasanya sedih banget. Ini seperti cinta yang bertepuk sebelah tangan. Aku mencintai negaraku, sedangkan negaraku tidak memberiku hak untuk menunjukkan kepedulianku.

Ya! Aku kehilangan hal pilihku tahun ini. Dan sedihnya, yang mengalami ini bukan cuma aku. Di twitter ada banyak yang mengalami hal yang sama. Itu yang melapor ke twitter KPU. Bayangkan berapa banyak orang yang terpaksa golput karena tuntutan hidup yang harus merantau? Jadi, bagaimana Indonesia mau 100% milih?

Senin, 11 Februari 2019

Tanur Pemanggang Kacang dengan PLC dan SCADA (Praktikum Automasi Industri)


Assalamualaikum.
Kembali lagi di rubrik 'berfaedah' kelistrikan.

Tanur, buat sebagian orang mungkin ini adalah hal yang asing. Jadi, apasih tanur itu? Simplenya, tanur adalah sebuah oven berukuran besar yang biasanya dipakai di indutri. Nah, bagaimana membuat suatu sistem tanur yang lebih modern dengan beberapa kontrol otomatis adalah satau satu materi di mata kuliah automasi industri-ku. Juga beberapa kali dijadikan jobsheet dalam mata kuliah bengkel.

Jadi, sebenarnya ini adalah tugas kuliahku dulu, salah satu yang paling susah, memakan waktu banyak, dan otomatis juga menjadi salah satu yang paling memorable buatku (Sebenarnya sebagian besar kuliahku itu memorable. Hahaha). Jadi, waktu itu disuruh buat tugas berupa video yang isinya menjelaskan keseluruhan mulai dari pemprograman, display SCADA, hingga implementasinya.

Tugas praktikum lab automasi dan akuisisi data oleh Bapak Hamdani, ST., MT. yang aku kerjakan bersama rekan setim dan juga seatmate adalanku, Suhartini. Salah satu cara cepat untuk menjelaskan ke orang yang ingin tahu, apasih SCADA dan PLC itu.

Langsung aja yuk, ini dia videonya.



Jadi, SCADA itu adalah tampilan komputer yang mewakili mesin-mesin dan komponen-komponen industri. Yang memiliki tampilan aktual tentang proses yang sedang terjadi dan juga tombol-tombol kontrol yang dapat dikendalikan langsung dari komputer. Seperti kepanjangan dari SCADA itu sendiri, yakni Supervisory Control and Data Aquisition.

Sedangkan PLC atau Programmable Logic Controller (tidak tampak hardwarenya di video) adalah sebuah alat yang menjadi otak dari semua proses. Yang membuat kita dapat mengendalikan proses dengan program komputer (Programmingnya yang muncul di awal video) dan juga sekaligus menjadi penghubung SCADA dengan alat yang ingin dikontrol.

Sekian.

Kalau ada yang ingin dikoreksi atau ditanyakan, boleh banget kok ninggalin di komentar. Insya Allah kita belajar bareng-bareng ^-^

Rabu, 06 Februari 2019

D4 Teknik Listrik Politeknik Negeri Ujung Pandang


Halo adik-adik, perkenalkan, Saya Sitti Nasibah, tapi lebih akrab dipanggil Nunu. Alumni program studi D4 Teknik Listrik angkatan 2011, Politeknik Negeri Ujung Pandang.

Kalau kalian senang robotika, ingin mempelajari revolusi industry mulai dari 2.0 hingga 4.0, tapi juga ingin mengambil peran dalam pengembangan renewable energy (energi baru terbarukan), prodi ini sangat tepat sebagai pintu masuk pertama kalian.


Teknik Listrik, bedanya apa sih dengan Teknik Elektro? Jadi, Teknik Listrik itu bagian dari Teknik Elektro. Di PNUP, Teknik Elektro itu adalah nama jurusan yang dibawahnya terbagi lagi jadi beberapa program studi: D3 Teknik Listrik, D4 Teknik Listrik, Teknik Elektronika, TKJ, Multimedia, dan Telekomunikasi.

Prodi ini mempelajari segala hal tentang listrik, mulai dari bagaiamana listrik dibangkitkan, penyalurannya, hingga pemanfaatannya dalam industri maupun rumah tangga. Mulai dari yang konvensional hingga system otomatis dan komputasi. Selain listrik itu sendiri, di prodi ini kita juga mempelajari ilmu yang berkaitan, seperti bahasa pemprograman software, mesin-mesin, hingga gambar denah.

Trus D4 itu apa sih? Bedanya dengan D3 dan S1 apa? Jadi D4 itu jenjang pendidikan di jalur vokasi  yang setara S1 (Kalau di tingkat sekolah menengah ada SMA dan SMK. Nah, SMK itu jalur vokasi). Nama lain untuk D4 adalah S1 Terapan dengan gelar S.ST (Sarjana Sains Terapan). Kalau di luar negeri namanya Bachelor of Applied Science. Kalau di D3 lebih banyak praktek dan di S1 lebih banyak teori, nah, di D4 itu kita berada di antaranya.

Masuk ke materi kuliah. Secara umum, di program studi Teknik Listrik PNUP, kategori kuliah ada 4. yakni:  Mata kuliah umum (yang mana semua jurusan di PNUP belajar materi ini, contohnya Pendidikan Agama dan Kewarganegaraan), ada mata kuliah jurusan, praktikum lab, dan praktikum bengkel/workshop.

Di Praktikum Lab, kita banyak mempelajari:
·         Elektronika. Ituloh, komponen-komponen kecil yang biasanya ada dalam barang-barang elektronik. Di sini kita hanya belajar dasar-dasarnya saja, karena Teknik Elektronika ada program studinya sendiri.
·         Mikrokontroler dan mikroprosesor. Di sini kita akan belajar dasar  membuat robot.
·         Sistem Kontrol dan Automasi Industri. Kalian pernah nonton laptop si unyil? Atau video pembuatan suatu produk dengan mesin-mesin canggih di internet? Nah, semua mesin-mesin canggih itu dikendalikan oleh sebuah program, dan di sini kalian akan belajar bagaimana membuat program tersebut.
·         Praktikum sistem tenaga listrik mulai dari pembangkitan, transmisi (Mungkin kalian familiar dengan istilah SUTET?), gardu induk, hingga distribusi menggunakan modul praktek. Di PNUP menggunakan alat praktikum dari Lucas Nulle. Jadi ada miniatur pembangkit, transmisi, dan distribusi yang terhubung dengan komputer.
·         Proteksi. Yep, bekerja dengan listrik pasti tidak lepas dari yang namanya bahaya, itu kenapa proteksi selalu dibutuhkan.

Selain mata kuliah teori yang terkait dengan praktikum, ada juga mata kuliah pendukung profesi seperti etika profesi, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, hukum perburuhan, Bahasa inggris, kewirausahaan, hingga ekonomi teknik.

Lalu ada mata kuliah yang judulnya bukan praktikum tapi jatuhnya tetap praktek. Seperti mata kuliah Algoritma dan Pemprograman serta Interfacing yang mana di sini kalian akan belajar cara membuat beberapa program desktop sederhana.

Sebenarnya ada banyak banget mata kuliah yang berkesan buatku, hampir semua malah. Salah satunya ada mata kuliah ‘Pembangkit dan Gardu Induk’. Meskipun judulnya mata kuliah teori, tapi dosen kami waktu itu ngasih kami tugas untuk mencari sendiri tempat tinggal yang masyarakatnya belum mendapatkan listrik dari PLN dan membuat semacam proposal pembuatan pembangkit listrik renewable energy yang efisien di sana.Jadi bolang beberapa hari xD

Selain praktikum di lab, ada juga praktikum bengkel. Bedanya? Kalau di Lab kalian masuknya di lab bersih dan ber-AC serta tidak perlu menggunakan sepatu safety karena lebih banyak praktikum dengan tegangan ekstra rendah dan modul praktek yang memang dirancang untuk latihan sehingga lebih aman, nah di Bengkel ini bisa dibilang real arenanya. Semua komponen yang digunakan adalah sungguhan.

Ada apa aja di bengkel listrik?
1.       Bengkel kerja bangku. Mata kuliah yang tujuan utamanya membentuk kesabaran, ketelitian, serta melatih fisik dan mental kita. Ini penting untuk membentuk engineer yang tahan banting setelah memasuki dunia kerja yang lebih keras nantinya. Kerjanya ngapain aja? Ngikir, ngebor, gergaji, memalu, ngukur, dsb.

2.       Instalasi rumah, Jadi akan ada sebuah papan denah rumah yang besar, dan tugas kalian adalah memasang instalasi listrik di denah rumah tersebut. (Kayak main bongkarpasang xD)
3.       Instalasi penerangan dan daya (instalasi motor-motor). Kalau yang sebelumnya hanya denah di papan, nah di sini kalian benar-benar akan memasang instalasi di dinding.

4.       Bengkel industri konvensional. Setelah mengerti cara memasang instalasi untuk motor-motor listrik, di semester ini sudah lebih kompleks karena diminta untuk merancang dan memasang instalasi dan kontrol motor yang biasa digunakan di industri.

5.      Bengkel industri lanjutan. Persis seperti semester sebelumnya, namun di sini, pengontrolannya lebih modern karena menggunakan alat kontrol (PLC) yang diprogram  di computer. Dan kalian juga akan diminta membuat tampilan dan kontrol mesin-mesin tersebut di computer, nama untuk program ini adalah SCADA. Jadi belajar PLC (automasi industri) itu ada di bengkel dan ada di lab. Bedanya? Kalau di lab kalian lebih focus ke pemprogramannya. Sedangkan kalau di bengkel harus focus di semuanya termasuk hardwarenya. Mulai dari pemprograman, pengkabelan, merangkai pengontrolan motor-motor, proteksi, sampai seluruh system bekerja dengan benar seperti yang ada di pabrik-pabrik.

6.       Bengkel Interkoneksi. Masih menggunakan PLC, kalian akan membuat program untuk mengontrol beberapa sumber listrik. Misalnya, bagaimana mengontrol energy listrik dari PLN dan genset agar dapat bekerja gentian secara otomatis.

7.       Bengkel distribusi. Intinya di bengkel ini adalah tiang listrik dan gardu PLN. Manjat tiang listrik pastinya.

Enaknya kuliah di Politeknik itu, kita berasa benar-benar jadi seorang engineer; merancang, memprogram, dan mengerjakan proyek yang seperti sungguhan. Berasa benar-benar masuk ke dunia kerja  karena praktikumnya yang banyak. Jadi saat nanti benar-benar sudah bekerja, kita sudah tidak asing lagi. Saat ini saya bekerja di salah satu perusahaan swasta yang bergerak di bidang konstruksi elektrikal, dan orang-orang di tempat saya selalu bilang kalau saya cepat sekali belajarnya. Sebenarnya, itu karena apa yang saya hadapi di lapangan rata-rata sudah pernah saya temui saat kuliah dulu.

Oh ya, di semester 5 atau 6 kalian diminta untuk KP (Kerja Praktek)/ magang di perusahaan. Waktu itu saya berkesempatan untuk KP di PT. PLN Area Pengaturan dan Penyaluran Beban. Tempat seluruh pembangkit listrik dan penyalurannya diatur. Salah klik dikit, satu kota bisa mati lampu. Hehe. Di semester akhir juga ada PKL Profesi. PKLP ini agak mirip KKN (ps: di Politeknik nggak ada KKN ya), karena kita akan tinggal sebulan lebih di sebuah desa. Kami diberi program kerja yang berkaitan dengan profesi kami, yakni memberikan pelayanan dan edukasi tentang kelistrikan untuk masyarakat. PKLP ini salah satu bagian favoritku selama kuliah dulu nih.

Kalian jangan takut atau ragu masuk teknik utamanya teknik listrik ya. Mungkin kalian dengar kuliahnya berat, lulusnya susah, tapi dijamin deh karena beratnya itu kalian justru akan menemukan teman-teman sependeritaan yang asik banget. Sampai waktu 4 tahun itu nggak akan terasa.
Oh ya, jangan takut kalian lulusnya lama di sini. Karena di PNUP Cuma ada wisuda setahun sekali, maka mau nggak mau kalian pasti maksain diri sendiri biar bisa lulus tepat waktu, 4 tahun. Belum lagi sistem kuliah paket dan dosen-dosen yang sangat proaktif mendorong kalian segera menyelesaikan tugas akhir.

Untuk prospek kerjanya:

·        - Bidang konstruksi, hampir setiap perusahaan konstruksi pasti memiliki bidang electrical yang pastinya membutuhkan seorang engineer, estimator, drafter, dan berbagai posisi lain.

·        - PLN. Yup, sebagai satu-satunya perusahaan di Indonesia yang berwenang sebagai penyalur energy listrik, lulusan teknik listrik ini dicari banget nih guys di PLN. Sekedar informasi, sekitar 25% lulusan D4 teknik listrik PNUP angkatanku masuk PLN. Itu untuk kelas regular (belum termasuk kelas kerja sama).

·       -  Pembangkit listrik. Selain PLN banyak juga pembangkit listrik yang dimiliki dan dikelola oleh perusahaan swasta yang pastinya membutuhkan seorang ahli elektrikal.

·       -  Oil and Gas, tambang, pabrik,mill, smelter, dan semua industri besar yang menggunakan banyak mesin-mesin listrik pasti membutuhkan electrical engineer.

·       -  Akademisi (setelah kuliah pasca sarjana). Siapa bilang lulusan politeknik nggak bisa jadi dosen? Bisa kok, dengan ijazah D4 kalian bisa langsung kuliah pasca sarjana untuk selanjutnya melamar menjadi dosen.

·        - Instalatir (kontraktor listrik). Setelah mengambil ujian kompetensi instalatir dan mendapatkan sertfikat, kalian bisa menjadi seorang instalatir dan mendirikan CV/PT sendiri.

·        - Konsultan elektrikal. Seperti halnya konstruksi sipil, instalasi listrik juga ada konsultannya. Kalian bisa mendirikan CV/PT sendiri yang mengkhususkan diri sebagai konsultan elektrikal.

·        - Auditor. Nggak Cuma keuangan yang ada auditornya, energi listrikpun ada auditornya. Tugasnya membantu klien menggunakan energy listrik seefisien mungkin.

Oke, itu tadi pembahasan tentang Program Studi D4 Teknik Listrik Politeknik Negeri Ujung Pandang. Sesungguhnya, apapun jurusannya jika kita sudah bertekad dan nggak pantang menyerah, Insya Allah kita akan sukses J

Jumat, 01 Februari 2019

Informasi Umum Tentang Kelistrikan untuk Menambah Pengetahuanmu :)

Hai hai, Di tulisan aku kali ini aku mau berbagi sedikit hal tentang kelistrikan secara umum. Langsung aja yuk!

1. Listrik itu ada 2 jenis yaitu AC (Arus bolak-balik) dan DC (Arus searah). Contoh listrik AC itu adalah yang kalian beli dari PLN. Sedangkan contoh listrik DC itu adalah yang berasal dari baterai.

2. Kabel listrik yang umum kalian gunakan di rumah itu selalu ada sepasang. Kalau untuk AC ada yang namanya fasa dan netral sedangkan untuk listrik DC itu istilahnya positif dan negatif.

3.Meskipun begitu, di Industri (untuk listrik AC), ada yang 1 fasa dan ada yang 3 fasa. Listrik 1 fasa terdiri dari fasa dan netral. Sedangkan 3 fasa terdiri dari Fasa R, fasa S, fasa T tanpa netral.

4. Kalian tidak bisa menghidupkan produk yang membutuhkan sumber listrik DC dengan sumber listrik AC, begitupun sebaliknya. Untuk itu ada yang namanya adaptor, yang bisa mengubah listrik AC ke DC.

3. Lisrik AC boleh dipasang terbalik sedangkan DC tidak boleh. Selain tidak akan menyala, memasang sumber listrik DC secara terbalik juga bisa mengakibatkan kerusakan pada barang tersebut.

5. Tegangan listrik yang kalian terima dari PLN adalah 220 Volt AC. Tegangan segitu cukup untuk membuat kematian jika tersetrum. Jadi selalu hati-hati ya.

6. Tapi kalian tidak akan tersetrum kalau yang kalian pegang hanya salah satu dari dua kabel/titik listrik dan sedang tidak menginjak tanah loh. Makanya untuk mengurangi resiko, para engineer, teknisi, dan semua yang bekerja dengan listrik harus menggunakan sepatu safety dengan sol karet untuk mencegah kontak langsung dengan tanah. Tapi ini khusus tegangan rendah yah, tegangan menengah ke atas tetap berbahaya meski menggunakan sepatu safety sekalipun.

7. Klasifikasi tegangan sebagai berikut:
- Tegangan rendah (LV) : Dibawah 1000 Volt
- Tegangan Menengan (MV) : 1000V - 35kV
- Tegangan Tinggi (HV) : di atas 35kV - 245kV
- Tegangan Ekstra Tinggi (EHV) : Di atas 245kV

8. Saluran listrik (oleh PLN) itu ada 2 jenis, Transmisi dan Distribusi. Transmisi berupa menara listrik yang menyalurkan listrik dari pembangkit listrik ke gardu induk (Itu loh, bangunan PLN yang ada lahan terbukanya yang banyak kotak-kotak, tabung-tabung dengan banyak kabel). Sedangkan distribusi berupa tiang listrik yang mengantar listrik dari gardu induk hingga ke pelanggan.

9. Distribusi dari gardu induk ke gardu distribusi (tiang listrik yang terdiri dari 2 tiang beton berdampingan yang di bagian atas dan/atau bawahnya ada kotak besar) disebut distribusi primer, sedangkan dari gardu distribusi ke pelanggan disebut distribusi sekunder.

10. Tegangan saluran transmisi bermacam-macam. Yang umum di Indonesia ada 75kV, 150kV, dan 500kV. Tegangan distribusi primer adalah 20kV. Dan tegangan distribusi sekunder adalah 220/380Volt.


11. SUTET adalah singkatan dari Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (biasanya merujuk ke saluran 500kV. Sedangkan tidak semua wilayah di Indonesia ada saluran 500kV-nya. Jadi tidak semua menara transmisi namanya SUTET yah.

13. Port USB komputer juga mengeluarkan tegangan listrik loh, sebesar 5 Volt DC.

14. Memberikan suplai listrik dengan tegangan melebihi kebutuhan barang, bisa merusak barang tersebut. Misalnya sebuah lampu akan bekerja dengan tegangan 3 volt, lalu kalian beri tegangan 12 volt, maka itu akan merusak lampu tersebut. Sedangkan jika kurang, tidak akan bekerja atau kalaupun bekerja, bekerjanya tidak akan maksimal atau redup.

15. Saat baru saja menyala setelah terjadi pemadaman kondisi tegangan sedang tidak stabil. Hal tersebut dapat merusak barang-barang elektronik anda jika terlalu sering terjadi. Maka tunggulah sekitar 3-5 menit sebelum menyalakan barang elektronik kamu.

16. Beban (barang yang membutuhkan listrik) akan mengonsumsi listrik beberapa kali lebih banyak saat tarikan pertama/pertama kali disambungkan listrik. Jadi terlalu sering menghidup/matikan barang elektronik sebenarnya mengakibatkan konsumsi listrik lebih banyak. Terlebih untuk produk dengan motor listrik seperti AC, kulkas, mesin cuci, dll. Jadi jika kamu hanya akan meninggalkannya sebentar dan kembali lagi, lebih baik tidak perlu mematikan peralatan listrik kamu.

17. Dalam memilih charger handphone, semakin tinggi ampere-nya, semakin cepat charger tersebut mengisi daya.

18. Jenis-jenis pembangkit listrik:
- Pembangkit listrik tenaga air,
- Pembangkit listrik tenaga surya
- Pembangkit listrik tenaga diesel (bbm)
- Pembangkit listrik tenaga bayu (angin)
- Pembangkit listrik tenaga nuklir
- Pembangkit listrik tenaga uap
- Pembangkit listrik tenaga gas
- Pembangkit listrik tenaga panas bumi

19. Pada pembangkit listrik tenaga surya, yang diubah menjadi energi listrik bukanlah panas matahari, tapi cahayanya (meskipun cahaya dan panas matahari sering kali berbanding lurus.) Jadi semakin terang matahari, maka energi listrik yang dihasilkan akan semakin banyak.

20. Pernah lihat turbin angin? (kincir angin raksasa yang terbuat dari besi dan biasanya terletak di bukit-bukit berangin). Itu adalah bagian dari pembangkit listrik tenaga bayu (angin). Nah, di Indonesia saat ini PLTB baru ada 2 buah dan keduanya ada di Sulawsi Selatan.

21. Pembangkit listrik tenaga air, angin, dan surya adalah pembangkit listrk yang dinilai eco-friendly karena tidak menghasilkan gas buang dan tidak mencemari lingkungan. Namun untuk PLTB, mendapat beberapa kontra dari para aktivis hewan karena dinilai berbahaya bagi burung-burung (Dapat membunuh burung yang terbang melintasi turbin anginnya).

22. Mati lampu itu bukan salah PLN ^^( Meskipun aku bukan pegawai PLN, tapi aku kasihan sama PLN yang dimaki-maki tiap kali lagi mati lampu. Hehe). Karena ketika ada pemadaman, itu berarti ada masalah. Dan usaha serta biaya yang dibutuhkan untuk perbaikan masalah itu tidak sedikit.

23. Kentang, apel, jeruk, dan buah-buahan lain yang memiliki zat elektrolit bisa menghasilkan listrik loh. Meskipun dengan besar tegangan yang sangat kecil.

24. Air itu dapat menghantarkan listrik. Jadi sebisa mungkin jangan memegang komponen listrik dengan tangan basah ya.

25. Sama seperti bidang keilmuan lain, Listrik juga punya buku pedoman atau aturan. Kalau di Indonesia, ada namanya PUIL (Peraturan Umum Instalasi Listrik) dan SPLN (Standar PLN). Di setiap negara biasanya juga punya standard pedoman sendiri. Sedangkan secara internasional yang paling banyak digunakan adalah  IEC (International Electrotechnical Commisions) yang bermarkas di Swiss dan NEMA (National Electrical Manufacturers Assosiation) dari Amerika Serikat.

Okay, segitu dulu yah info umum tentang kelistrikan. Kapan-kapan kita lanjut lagi. Terima kasih sudah membaca. Kalau misalnya ada yang salah dari tulisan saya diatas, mohon bantu koreksi dan kalau ada yang ingin ditanyaka, please feel free to comment. Thank you :)

Wassalamualaikum.


Senin, 07 Januari 2019

Orang Paling Mendekati Sempurna yang Pernah Ku Kenal.


Jadi, beberapa waktu yang lalu aku bertemu orang yang menurutku paling mendekati sempurna yang pernah ku kenal. Jadi, awalnya cuma tau nama aja nih. Aku diceritakan sama seseorang yang waktu itupun baru kenal sehari. Katanya, seseorang ini nih super duper banget baiknya. Komentar terakhirnya hanya, "Gue heran kenapa ada orang sebaik dia."

Rabu, 02 Januari 2019

Peripera Airy Ink Velvet

Hai gurls!
Please give me an aplouse, this is my first blog that talk about girls' thing. yeay! *prokprok* Hahaha

Tadinya nggak ada kepikiran buat bikin review alat make-up, tapi berhubung aku lagi iseng dan kepikiran mau bagi pengalaman tentang lip product pertama yang aku beli sendiri sekaligus liptint terbaik versiku ini, jadi terbitlah postingan ini. Haha.

Jadi, aku baru mulai pakai lip product (selain buat kondangan) itu di awal umur 20 tahun. Waktu SMP-SMA dibilang cupu sih nggak, dibilang tomboy juga nggak, aku hanya too childish dan terlambat puber. Hahaha, so i don't give any attention about my appearance. Bedak baby aja cukup buat sekolah. Jaman kuliah? Ah elah, aku kuliahnya di teknik listrik, boro-boro mikirin dandan, nggak mandi ke kampus aja mungkin  nggak akan ada yang sadar. Hahaha (etapi aku nggak pernah nggak mandi dong ke kampus).

Jadi lip product pertamaku waktu itu adalah sariayu berwarna nude yang dibeliin sama kakakku yang kala itu masih bekerja sebagai bankir yang otomatis juga menjadi make up collector. Aku nggak inget seri yang mana, tapi kemasannya cantik, agak etnik gitu. Lumayanlah, aku pake sesekali buat jalan. Teutep ke kampus nggak pake, takut dikatain seharian sama makhluk2 cowok tak berperasaan di kelasku T.T Selain itu, aku juga sebenarnya nggak begitu nyaman kalau ada sesuatu yang melapisi bibirku, rasanya pengen dijlat mulu. Haha. Eh, tapi serius, aku pernah sekali ke kampus pake jilbab pashmina (biasanya cuma pake jilbab segiempat dijepit di depan doang) itu aku dicencengin seharian sama mereka :'))

Setahun berlalu, aku nggak bisa pake lipstick sariayu berwarna nude itu lagi, entah karena hilang atau kadaluarsa, aku lupa xD (padahal masih banyak) Hahaha. Suatu ketika, aku lagi pengen pake lipstick dan yang ada cuma lipstik elizabeth (lipstik yang tempatnya berwarna hijau yang umumnya didapat sebagai oleh-oleh dari mekkah.) Akhirnya aku pake lipstik itu. Dan, OMG, warnanya terang benderang :') Akhirnya aku hapus pake tisu, eh taunya lipstik yang ku pakai tadi masih ninggalin stain yang justru terlihat natural. Dari situ, akhirnya aku minta satu lipstik elizabeth warna merah terang milik tanteku dan dipakai dengan cara dilapisi lalu dihapus pake tisu seperti sebelumnya :')


Aku terus pakai lipstik brand yang sama dengan teknik yang sama, dan metode mendapatkan (minta sama tante) yang sama selama beberapa tahun, bahkan sampai aku kerja xD

Ini contoh aku pakai lipstick elizabeth dengan metode dihapus setelah dipakai xD (Mungkin foto ini terlihat lebih kinclong dari yang lain, karena di sini kayaknya mode 'softskin' kameraku lagi aktif xD)


Sampai suatu ketika, aku ngerasa inilah saatnya aku beli lip product sendiri. Lip product pertama yang terlintas di pikiranku adalah liptint. Dan seperti biasa, sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu aku mencari tahu sebanyak-banyaknya untuk menemukan produk yang paling pas dengan kebutuhanku.

Setelah mengubek-ubek internet selama seminggu lebih, akhirnya aku mendapatkan produk yang aku rasa paling pas dengan yang aku cari, yakni yang aman, paling tahan lama, dan teksturnya paling pas untuk bibirku, yakni Peripera Airy Ink Velvet.

Brand check, color check. Selanjutnya nyari tempat beli karena Peripera nggak punya counter resmi di Indonesia. Nggak seperti sepatu atau baju, masalahnya ini adalah sesuatu yang akan digunakan di bagian tubuh yang sensitif (bibir) dan meskipun dengan kapasitas yang kecil, tapi mungkin banget buat tertelan kan? Jadi bisa bahaya kalau sampai dapat barang palsu. Akhirnya, setelah ngubek-ngubek internet lagi dan membaca banyak referensi, aku memutuskan buat beli secara online di kinimal. Online shop ini mengkhususkan diri di penjualan alat-alat make up asal Korea. Yang sebagian besar dikirim langsung dari korea. Mereka punya website sendiri dan juga ada aplikasinya di play store android. Jadi makin yakin kan ini bukan toko abal-abal.

Nah, karena warna yang aku mau nggak ready Indonesia, jadi katanya aku harus menunggu 2 minggu sebelum barang sampai. Eh, nggak taunya liptint yang aku nantikan datang dalam seminggu. Di sini aku agak curiga nih, katanya dari Korea langsung, kok cepet? (Ya Allah, maafkan Nunu karena sering banget curigaan.) Setelah chat-chat sama customer servicenya, aku akhirnya memutuskan buat percaya. Hehe.

Oke, itu tadi perjalanan panjangku buat akhirnya mendapatkan Peripera Airy Ink Velvet ini. Yeay!


Jadi, dari tekstur, Peripera Airy Ink Velvet ini agak beda nih dari liptint kebanyakan yang biasanya cair atau seperti gel. Aku pernah nyoba Tony Molly & Etude House Dear Darling masing-masing yang model cair keduanya agak susah diaplikasikan karena cair banget, jadi meleber ke mana-mana :') Pernah juga nyoba yang bentuknya peel-off gitu, dan menurutku agak kurang efisien kalo kita buru-buru atau buat touch up.

Ini aku pakai Liptint cair. Tidak mengcover sempurna menurutku. Bibirku masih terlihat gelap.


Peripera Airy Ink Velvet ini teksturnya agak mirip lip cream, tapi bukan lip cream, sekali lagi dia masih masuk keluarga liptint. Nah, karena teksturnya ini, jadi menurut aku liptint ini lebih mudah diaplikasikan.


Dari namanya 'Airy', jelas dong kalo liptint ini memang didesain ringan seperti udara. Ya, ringan banget di bibir! Meskipun teksturnya seperti lip cream, tapi pake ini kayak nggak pake apa-apa. Kalau pake lip cream kan setelah dihapus hilang tuh, nah kalo Airy Ink Velvet ini karena termasuk keluarga liptint, maka warnanya pastinya awet banget dan terlihat natural seperti tidak memakai apapun.Mau pake metode gradasi, cocok banget pake liptint ini.

Di antara semua brand liptint, Peripera memang terkenal akan durability-nya. Tanpa makan berat, liptint ini bisa bertahan selama 7 jam. Dan setelah itupun masih tetap meninggalkan stain (tergantung seberapa banyak kamu mengaplikasikannya). Kalau lagi puasa, liptint ini bahkan bisa tahan seharian tanpa perlu touch up lagi. Kalau habis makan berat biasanya warnanya akan memudar sekitar 50%

Keunggulan lain dari liptint ini adalah, tidak bikin bibir kering! Hasilnya mungkin berbeda yah tiap orang, tapi setidaknya itu yang aku rasain. So far dibanding liptint jenis cair & gel yang kering banget di bibirku, liptint ini bisa dibilang yang paling bersahabat. Pokoknya, rasanya bener-bener kayak nggak pakai apa-apa.

Ini aku pakai Peripera Airy Ink Velvet

Oh ya, setiap produk biasaya ada +/- nya kan, nah kekurangan dari liptint Peripera Airy Ink Velvet ini adalah aromanya. Nggak seperti liptint lain yang biasanya beraroma buah, bunga, atau permen, liptint ini aromanya nggak begitu enak. Sebenarnya buat aku nggak begitu mengganggu sih, karena aromanya juga lama-lama hilang. Lagipula aromanya lebih mirip aroma dedaunan gitu. Aku malah seneng, terkesan lebih alami. Hehe. Mungkin salah satu penyebab kenapa liptint ini nggak kering di bibir juga adalah karena tidak mengandung fragrance atau zat pewangi.

Untuk shade-nya sendiri, aku pilih yang nomor 3. Jadi bibir aku itu gelap banget. Pernah aku dikira pake ganja coba sama bapak-bapak P*N tempatku ambil data tugas akhir. Padahal merokokpun aku nggak pernah sama sekali T.T (pengen nangis rasanya ditanyain gitu. Tapi kudu tegar demi selesainya tugas akhir kita :') Eh, ini juga sih salah satu alasan kenapa aku akhirnya mencoba lipstik elizabeth itu.

My 100% bared face \^^/ 


Btw, foto-foto di atas juga nggak ada yang pakai bedak atau make up lain selain pewarna bibir sih, jadi bisa membandingkan dengan jelas perbedaan aku pakai pewarna bibir dan nggak.

Nah, karena warna bibir yang gelap, ditambah aku nggak suka pake produk bibir apapun itu tebal-tebal, akhirnya aku pilih warna merah gonjreng alias Sold Out Red. Jadi, caraku pakai liptint ini, dioles seperlunya di bibir bagian dalam, lalu diusap pakai jari ke arah luar. Itupun kadang masih ditepuk-tepuk pakai tissue kalau terlihat terlalu terang. Nah, kebayang dong kalau aku pake liptint warna kalem dengan cara seperti itu, sudah pasti nggak keliatan. Hahaha.

Okay, itu tadi pembahasan (agak) singkat saya tentang Peripera Airy Ink Velvet.
Thanks for reading and have a nice day, fella! ;)

[bonus xD] Aku pakai lip cream dan make up full buat kondangan. Hahaha



Beberapa Nama Warna Selain Mejikuhibiniu

Pernah nggak kalian ditanya tentang warna dan kalian sendiri bingung menyebutnya apa? Atau ketika belanja online, ada puluhan avaible colour...