Jumat, 27 April 2018

Shipper

Jangan diartikan secara harfiah yah, karena Shipper yang saya maksud di sini bukan "pengantar barang". Hehe

Shipper yang saya maksud adalah sejenis bahasa slang atau mungkin tepatnya bahasa internet yang populer di dunia fandom. Nah, apalagi itu fandom? Fandom biasa juga disebut fanbase, sebutan untuk kumpulan penggemar dari hal-hal tertentu. Misalnya, salah satu novel-based film yang punya fandom terbesar, Harry Potter. Nah, kumpulan para maniak Harry Potter ini biasa menyebut fandom mereka dengan sebutan Potterhead, Potterfreak, atau Muggle. Bukan hanya penggemar film, tapi juga musik, aktor, buku, tokoh-tokoh terkenal, komik, anime, dan apapun yang sekiranya punya banyak penggemar.

Ok, back to the "Shipper". Jadi Shipper ini berasal dari kata Ship, yang mana Ship itu sendiri berasal dari kata relationship (hubungan). Jadi Ship di sini merupakan kata kerja. Kata kerja yang berarti menyukai sebuah pasangan dan mendukung mereka untuk terus sama-sama karena balik lagi, kalian menyukai ketika mereka bersama. Dan kata shipper ini berarti pelaku shipping itu sendiri. When I said "I Ship Harry and Hermione", itu berarti saya suka ketika Harry dan Hermione berpasangan, biarpun di ceritanya mereka nggak berakhir bersama. Kalian bisa nge-ship tokoh fiksi atau nyata, bisa ngeship pasangan yang memang merupakan pasangan atau pasangan yang bahkan nggak saling kenal, yah, sah-sah aja. Kalian bahkan bisa ngeship dua tokoh tidak sebagai pasangan kekasih, tapi juga sebagai saudara (meskipun kejadian ini jarang sih. Most of shipper want a romantic relationship).

You must to know that the shippers are really creative, imaginative, and like a detective sometimes xD Para shipper itu juga sering ngasih julukan atau akronim dari pasangan yang mereka sukai. Contoh Dramione (Draco and Hermione).

Meskipun pertama kali mengenal kata shipper dari fandom HP, tapi aku nggak ada ngeship pasangan apapun di Harry Potter. While nonton film atau baca bukunya nggak gitu tertarik dengan romantic storynya. Cuma fokus ke perjuangan Harry ngelawan Voldy dan tentang persahabatan mereka, Hehe.
Dan akhirnya saya jadi shipper dari mana? Korean drama of course xD Hahahaha.. Check it out!

1. Kim Bum - Kim So Eun
Pasangan pertama yang aku suka, Gaeul dan So Yi Jeong dalam drama Boys Before Flower. Hahaha. Who's care about the complicated love story between the main casts Junpyo and Jandi? They both are way sweeter. Visual mereka udah kayak pasangan yang diciptakan dari langit (?). Serasi banget. Nggak pernah bisa move on dari pasangan ini :')

2. Indra - Beby
Kali ini datang dari Indonesia. Hahaha. Please jangan kutuk aku karena menonton sinetron Indonesia xD Sinetron Kepompong Ini satu dari 3 sinetron remaja Indonesia yg pernah kuikuti (yang lainnya ada Heart Series waktu SMP dan Inikah Rasanya waktu SD. Hahaha). Entah kenapa bisa demen banget sama dua sahabat itu. Padahal Indra was supposed to be with Tasya. In other hand banyak yang suka doi sama Chacha juga. Tapi liat Indra-Beby bareng itu lucu aja rasanya. Baby-nya cute dan Indra juga lovable banget. Mungkin alasan lainnya karena akting Dinda Kirana yg menurutku paling ngena bgt. Jadi pas dia lagi akting berasa perasaannya dia bisa ketransfer ke aku yang nonton. Hahaha. Seperti sub-judul di atas, yang aku ship itu cuma karakter Indra - Beby nya, bukan Dinda dan Derby nya.

3. IU - Wooyoung
Mereka dapat julukan milky couple. Milk dalam bahasa Korea berarti Woou (WOOyoung-iU). Lagi-lagi, aku naksirnya bukan sama pasangan utama (yang lagi-lagi karena kisah cinta main couplenya terlalu complicated), IU dan wooyoung menyajikan chemistry yang unik dan manis banget di drama Dream High. Biarpun menurutku akting mereka berdua di sini masih perlu di-tingkatkan(dan mungkin karena bukan pemeran utama, makanya nggak sampai dapat kritik), tapi mereka udah menyajikan chemistry yang un-beatable banget di pengalaman akting pertama mereka bahkan tanpa adegan kisseu. Saking demennya sama milky couple ini, dulu sempat bikin fanpage-nya di facebook pas lagi jaman-jamannya Dream High. Hahaha.

4. Aom - Mike
Mungkin ini satu-satunya pasangan pemeran utama yang aku ship-in (biasanya yang aku ship-in supporting cast atau malah second leadnya. Hahaha). Tapi kali ini bukan dari negeri gingseng, melainkan dari negeri gajah putih, yep! Drama Full House Thailand ini bener-bener bikin jatuh cinta nontonnya. Dan pastinya bikin nge-ship Aomike banget. Jaman-jaman nonton drama ini tuh juga lagi jamannya aku beli kuota yang gratis kuota malam xD Nah, kuota malamnya itu kan sampai jam 9 pagi, jadi biasanya pagi sebelum beraktifitas aku nonton video-video mereka di youtube. Termasuk BTS dan episode spesial Full House Thailand. Hahaha. Berbeda dengan pasangan aktor dalam drama korea yang biasanya menjaga banget privasinya, Aomike ini termasuk aktor dan aktris yang suka fan serives. Jadi kita bakal dengan mudah menemukan banyak video off camera mereka. Saking seneng nya fan service, fans nya sampe capek sendiri. Ini dua orang kok katanya nggak ada apa-apa tapi bisa seromantis itu di belakang kamera -_- Sempat bikin shock, karena di tengah popularitas drama ini, eh tiba-tiba ada berita kalo Mike punya anak sama seorang model di luar nikah. Dan itu diakuin sendiri sama Mike. Oke udahaaaan :')

5. Haha - Jihyo
Aku termasuk telat nonton Running Man. Tau acaranya tentu udah dari kapan tahun yah, secara dulu aku fansnya Song Joongki. Biarpun udah tau dari lama dan udah berkali-kali disaranin temen buat nonton, tapi baru nonton di tahun 2016 akhirnya nonton variety show satu ini dengan nonton random gak urut dari awal. Singkat cerita aku langsung jadi penggemar Running Man hanya setelah nonton 3 episode. Pokoknya tiap hari pasti nonton Running Man. Setelah mutusin buat nonton dari episode 1, di situ nemuin interaksi Haha dan Jihyo yang lucu banget. Keduanya masih muda, ganteng dan cantik. Lucu aja mereka sering banget berantem tapi juga sering dijodoh-jodohi. Udah gitu tingginya sama lagi, bikin mereka makin lucu kalo berdebat. Pas ada uji kejujuran atau detak jantung, eh malah keliatan kalo mereka saling suka xD Biarpun sering berantem, tapi mereka juga selalu terlihat paling bahagia kalo bareng-bareng atau setim. Hahaha. Daan, di situ aku bener-bener belum tau kalo ternyata Haha udah nikah sejak tahun 2012 dan sekarang udah punya anak :') Duuh, patah hati egen. Meski begitu, Aku bersyukur Haha mendapatkan istrinya yang sekarang, Byul. Dia bukan cuma cantik dan punya suara yang bagus banget, tapi juga baik hati dan selalu serasi dengan Haha oppa. I love them <3

6. Kwangsoo - Somin
Selama setahun aku belum move on dari Hahyo biarpun tau si Haha udah punya anak tetep aja nggak bosen nonton episode awal RM where Haha was still single :') Sampai akhirnya di tahun 2017 Jeon Somin gabung Running Man. Pertama kali doi jadi guest di episode 200s yg saat itu juga jadi couple nya Kwangsoo, aku belum terlalu suka. Ku pikir dia lebih tua dari Kwangsoo (mianhae eonni) Where aku tipe yang nggak suka pasangan yg tuaan cewenya (Kecuali Aomike yg tuaan Aom setahun). Saat itu berharap Kwangsoo bisa pasangan sama Lee Sungkyung, makanya rada gak suka Somin xD Trus kali sedua doi jadi guest, eh, she changed my mind about her. Aku jadi suka sama karakternya yang blak-blakan, supportive bgt saat pertandingan, tapi berhasil bikin kejutan luar biasa di akhir. Tapi sampai saat itu belum ngeship sih. Dan tau kapan aku akhirnya ngeship pasangan pengkhianat + gesrek ini? Di episode pertama Somin gabung. Yes! Somin bikin aku jatuh cinta sama pesona variety nya plus ngedukung banget dia sama pangeran Asia xD Aku yang basicly emang demen sama Kwangsoo, jadi ngerasa seneng banget idolaku dapat partner yang bisa seklop itu sama dia. Ngerasa dua orang ini bener-bener se-frekuensi lah.

Sebenernya Kwangsoo itu punya pesona tersendiri buatku, dia bisa bikin aku suka sama siapapun cewe yang dekat atau couple-an dengan dia (Selama nggak lebih tua dari dia). Park Boyoung, Uee, Hong Jin Young, Seo Hyun Jin, Lee Sungkyung, Dasom, Nana, Lee Yoobi, Yoon So Hee, hingga Joy. Entah, apa itu karena cewe-cewe yang deket sama dia memang spesial, atau dia yang berhasil mengeluarkan pesona cewe-cewe itu, atau cara dia memperlakukan cewe-cewe itu yang bikin aku jadi suka interaksi mereka. Tapi biarpun suka, nggak ada yang sampai aku ship banget. Baru setelah Somin gabung RM, di situ berasa kayak jadi seorang adik yang menemukan kakak ipar. Hahaha. Iya sih, mereka kerjaannya lebih sering berantem (ngingetin sama Hahyo couple), tapi the way they bickering each outhe trus habis itu saling perhatian lagi, itu yang bikin mereka maniiiis banget. Hahaha. Makin hari jadi makin suka, sampai akhirnya accidently mereka berdua kena hukuman dan mesti datang ke Indonesia berdua doang. Di situ mereka nggak kayak lagi di hukum, tapi kayak lagi bulan madu. Bulan madu dari pasangan yang dipaksa menikah (karena tetep, berantemnya nggak absen xD). Jadi berasa nonton drama atau variety We Got Married, bukan RM. Hahaha. Di moment itu banyak banget fan-video yang tersebar. Dan di situlah aku resmi jadi Kwangmin Shipper xD Hahaha.

Sebenarnya ada banyak banget pasangan yang aku suka, seperti:
- Minhyuk - Krystal
- Kim Yoo Joung - Yoo Jin Goo
- IU - Hyunwoo
- Song Jihyo - Lee Dong Wook
- T-Ara Jiyoung - Yoo Seung Hoo
- Song Jiwon - Sungmin dari AoY 2
- Song Joongki - Park Boyoung
- Lee Joon - Go A-Sung
- Park Junghwan - Sung Dok Soon (Salah satu drama yang paling bikin baper). Akhirnya aktornya jadian beneran di dunia nyata, tapi yang aku ship bukan Ryu Junyeol dan Hyeri, tapi Junghwan dan Doksoon :')
- Choi Sooji - Kwon Si Hyun (Yang terbaru dan masih on going nih dramanya)

Tapi yang sekedar suka aja. Nggak sampai kayak pasangan-pasangan yang kujelaskan di atas yang sampai aku cari info-infonya, aku follow fanspage-nya, sampai nyariin fanfictionya xD Hahahaha.

Okay, segitu dulu bahasan tetang shipperan-ku. Hahaha. Ada yang ngeship pasangan yang sama?

Senin, 16 April 2018

Balai Latihan Kerja (BLK)

Hello ganks!
Jadi kemarin itu ada yang nanya-nanya, gimana sih caranya dan pengalaman apa aja yang kamu dapat selama ikut BLK Makassar? Nah, kebetulan keinget, jadi mau share di sini.

Oke, kita mulai dari pengenalan dulu,
BLK adalah singkatan dari Balai Latihan Kerja, merupakan sebuah balai pendidikan keterampilan singkat non-formal yang berada di bawah Kementrian Tenaga Kerja (Setelah penggabungan beberapa kementrian, sekarang menjadi Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi). BLK ini terdapat di hampir semua kota besar di Indonesia. Bahkan ada juga di beberapa kota/kabupaten kecil.Di Sulawesi Selatan sendiri, selain BLK Makassar, BLK ada juga di kabupaten Jeneponto, Pangkep, Bulukumba, Pinrang, Bone, Luwu, dan Pare-pare. Hanya saja, jurusan yang tersedia tidak sebanyak yang ada di Makassar.

Jadi seperti namanya, BLK adalah tempat pelatihan/kursus. Di BLK ada pendidikan karakter, teori dan juga pastinya praktek yang terdiri dari beberapa jurusan dan sub-jurusan.

Siapa saja yang boleh gabung?
-Warga negara Indonesia yang berusia (kalau aku tidak salah ingat) minimal 17 tahun (sudah punya KTP) dan maximal 45 tahun.

Itu aja? Iya, itu aja. Nggak ada minimal pendidikan kok untuk gabung di BLK, Yang tidak lulus SDpun bisa ikut selama batas umurnya masih sampai dan lulus tes masuk :)

Bayar?
NO. 100% gratis. Malahan kita akan dapat uang saku Rp. 20rb per hari (ini saat aku ikut, tahun 2016) serta seragam PDH, pakaian olah raga, & wearpack untuk jurusan teknik-related.

Ada jurusan apa aja?
Banyak xD Aku nggak ingat satu-satu. Mulai dari bordir, menjahit, perhotelan, tata boga, tata rias, audio-video, kontrol motor listrik, instalasi listrik, alat berat, CNC, PLC, dan masih banyak lagi. Kalian bisa menghubungi BLK langsung untuk lengkapnya.

Lama pelatihannya berapa lama?
1 sampai 4 bulan. Tergantung jurusan. Jurusan yang ringan seperti bordir, biasanya selesai dalam waktu sebulan, sedangkan jurusan yang agak kompleks seperti CNC dan PLC, membutuhkan waktu yang lebih lama. Oh ya, selesai pelatihan para siswa selanjutnya diwajibkan untuk magang di industri yang relevan. Kamu tinggal nyari tempat yang potensial, nanti BLK yang akan buatkan surat resmi sebagai pengantarmu untuk magang nanti. Kebanyakan perusahaan akan menerima baik siswa magang asal BLK. Alasannya, bukan karena kualitas lulusannya sih, tapi karena embel-embel Kemnaker nya. Jadi tiap perusahaan yang memiliki karyawan pasti berurusan dengan Kemnaker. Nah, mereka nggak mau menolak surat dari Kemnaker dong because someday mereka pasti butuh Kemnaker. Hehehe.

Daftarnya gimana?
Datang aja langsung ke BLK yang ada di kotamu atau kota terdekat dari tempat tinggalmu yang menyediakan jurusan yang kamu minati (karena tiap BLK punya jurusan yang nggak semua sama). Tanya sama satpamnya, biasanya langsung diarahkan atau langsung diberi brosur. Pendaftaran biasanya dibuka 3-6 kali setahun. Tergantung jumlah kas dari Kemnaker. Karena menggelar pelatihan semacam ini butuh biaya yang tidak sedikit. Setelah pendaftarannya buka, kamu bisa langsung mendaftar dan menunggu tanggal tes. Setelah tes tinggal tunggu pengumuman. Biasanya pendaftaran dibuka selama 1 bulan. Jarak dari penutupan pendaftaran sampai tes dan tes sampai pengumuman masing-masingnya sekitar 2 minggu.

Tes masuknya ada apa aja? Susah nggak saingannya?
Ada 2 tes, tertulis dan wawancara. Tes tertulisnya ada pengetahuan umum, kewarganegaraan, dan akademik (untuk jurusan tertentu.) Kalau menururtku untuk matematika dan fisikanya lumayan gampang sih, setingkat pelajaran SMP. Kewarganegaraanku yang payah bgt T.T Banyak hari nasional yang ditanyakan, and i'm poor about it. Aku tidak tahu dengan yang lain, tapi tes wawancaraku juga lebih ke soal-soal akademik.

Kalau tingkat probability lulusnya sih kayaknya tergantung. BLK di kota besar tentu lebih banyak saingan daripada yang di daerah. Tergantung musim dan luck juga. Hehe. Salah satu temanku di BLK dulu baru lulus setelah 2x tes untuk sub-jurusan yang sama. Tes pertamanya dia nggak lulus, tes keduanya dia jadi test-taker yang lulus dengan nilai tertinggi di kelasnya. Dan di kelas yang sama juga lulus beberapa orang yang bahkan tidak memiliki dasar sama sekali. Jadi di kesempatan pertamanya itu kayaknya peminat sub-jurusannya itu lagi banyak banget dan di kesempatan kedua justru sedikit banget.

Dokumen apa aja yang diperlukan?
-Foto copy KTP, KK, & Akta kelahiran
-Pas foto latar merah (nggak boleh pake seragam)
-Foto copy ijazah terakhir
-Materai 6000

Waktu pelatihannya?
Senin-Jumat pukul 07:00 sampai 16:00 sore. Hari jumat pagi biasanya ada senam pagi dulu. Jadi ini memang khusus buat pengangguran atau setidaknya orang yang tidak terikat jam kerja.

Kegiatannya apa aja?
- Test masuk
- Pengumuman
- Pengumpulan dan pengarahan. Biasanya sehari setelah pengumuman. Gunanya untuk membekali calon siswa tentang apa aja kegiatan yang akan dilaksanakan.
- Masa orientasi. Ini bener ada loh xD Jadi BLK udah kayak sekolah yah. Diisi dengan pengenalan, pelajaran kedisiplinan, kelas motivasi, soft skills, hingga pelatihan fisik.
- Kegiatan kerja bangku (khusus jurusan electrical & mechanical-related)
- Kelas teori dan materi umum
- Kelas jurusan dan praktek.
- Magang. Lamanya 30 hari tepat. Libur tidak dihitung. Magang ini sebagai syarat mengambil sertifikat nantinya.

Apa yang kita dapat?
- Ilmu dan keterampilan pastinya
- Teman-teman baru
- Sertifikat pelatihan
- Sertifikat kompetensi (jika beruntung)

Jadi, saya mendaftar BLK bulan Maret tahun 2016, tes bulan April, dan mulai pelatihan Mei 2016 sampai Agustus 2016. Kemudian mulai magang Agustus-Oktober 2016. Jadi total waktu yang saya habiskan untuk BLK adalah 7 bulan.

Kalau mau jujur, waktu yang saya habiskan untuk BLK adalah waktu paling sia2 dan sedikit banyak itu karena kesalahanku sendiri :') Aku menyesal sudah menghabiskan waktu sebanyak itu for nothing. Paling hal terbaik yang ku dapat setelah ikut BLK cuma dapat 1 teman baru.  Temanku itu adalah satu-satunya hal baik yang kudapatkan dari BLK atau mungkin juga satu-satunya keberuntungan yang kudapat di tahun paling tidak produktif dalam hidupku, 2016.

Nggak ada yang salah dengan BLK-nya. Yah, liat pemaparanku di atas kan? Kelihatan nggak ada yang kurang kan? Yang salah adalah bahwa tempat ini memang bukan tempat yang ku cari.
Dua hal yang ingin ku dapatkan dengan ikut BLK, yakni ilmu dan sertifikat. But..

Saya mengambil sub-jurusan PLC (Automasi Industri) yang mana merupakan materi pembelajaran favoritku selama kuliah dulu. Kalian pernah nonton laptop si unyil? Atau mungkin video pembuatan sebuah produk di pabrik modern? Nah, untuk menjalankan keseluruhan proses dalam pabrik itu dibutuhkan sebuah alat yang mengontrol semua mesin sehingga bekerja selaras satu sama lain dan menghasilkan produk sesuai rancangan awal Nah, PLC ini salah satu alat yang dapat digunakan untuk mengontrol mesin-mesin indutri tersebut. Lebih lengkapnya bisa liat di tulisanku yang ini.

Nah, seperti yang saya tulis di atas, bahwa ini adalah materi kuliah favoritku, aku sudah mempelajarinya selama beberapa semester di kampus dulu. Tapi yang namanya PLC itu ada bermacam-macam jenisnya, dan yang sudah ku pelajari hanya beberapa saja. Aku berharap bisa belajar banyak lagi.

Tapi ternyata, di sini kita benar-benar di ajar dari nol. Ada kerja bangku (ngikir, ngebor, nggergaji) lagi, diajar dasar-dasar K3, diajar rangkaian motor dasar lagi, sampai diajar cara pake tang dan membulatkan kabel lagi :') Lucu aja sih rasanya, udah pegang sarjana listrik tapi belajar membulatkan kabel lagi. Terlebih aku dulu kuliah di Politeknik yang emang kerjaannya praktek dan bengkel mulu. It;s like..  "I've pass this all since very long ago". Semua dasar-dasar itu dipelajari selama 2 bulan dari total 3 bulan training. Dan akhirnya, di bulan ke-3, kami akhirnya belajar PLC juga. Daan, ternyata... aku harus bilang bahwa apa yang ku dapat di kampus lebih banyak dari yang ku dapat di sini. Jauh malahan.

Alasan kenapa aku mendaftar karena kupikir kami akan belajar PLC semua selama 3 bulan full. Which is itu lumayan sih. Di kampus biasanya kami hanya belajar 3 minggu full dalam satu semester. Ternyata, cuma sebulan :') Dan alasan kenapa aku bertahan meskipun di pertengahan udah tau, karena pengen dapat sertifikat kompetensi. Tau gak sih, dapat sertifikat kompetensi khusus di sub-bagian teknik itu susah banget. Bukan tesnya yang susah (aku juga belum pernah ikut) tapi karena ini sertifikat nasional yang dkeluarkan langsung oleh Lembaga Sertifikasi Nasional, jadi tempat di laksanakannya test selalu di luar kota (biasanya di Jakarta) dan biaya untuk sekali tesnya lumayan mahal. Engineer yang punya sertifikat ini pasti punya nilai yang berbeda.

Di awal saat pengumpulan kami diberitahu bahwa kami akan mendapatkan 2 sertifikat. Sertifikat pelatihan yang dikeluarkan BLK dan sertifikat kompetensi dari LSN setelah lulus ujian kompetensi yang katanya akan dilaksanakan di akhir pelatihan kami.

Ternyata... Setelah selesai pelatihan kami diberitahu bahwa nggak semua sub-jurusan akan mendapatkan tes kompetensi di angkatan kami. Dari kabar yang ku dengar sih, karena kita baru aja ganti menteri ekonomi trus sang menteri meminta semua kementrian untuk mengembalikan beberapa dana yang sudah di-kucurkan kembali ke kas negara karena katanya APBN-nya boros bgt untuk tahun 2016. Kementrian itu termasuk Kemnakertrans. Salah satu sub-jurusan yang tes kompetensinya akhirnya ditiadakan adalah sub-jurusan kami, PLC.

Kecewa? Iya, kecewa banget. Ini ibaratnya ikut liburan super membosankan karena tau gebetan juga ikut, tapi ternyata doi gak ikut -_- zzZzZz. Hahahaha
Nggak ding, yang ini lebih mengecewakan T.T
Akhirnya kami diberikan sertifikat pelatihan yang nggak kepake sama sekali. Aku penasaran siapa yang buat sertifikat itu. font nya pake font yang mirip comic sand, keliatan childish dan nggak official bgt T.T

Satu hal lain yang ku sesali adalah kenapa aku nggak lanjut nyari kerja selama 7 bulan itu? T.T Aku khawatir dapat panggilan kerja saat pelatihanku belum selesai, yang berarti aku harus berhenti di tengah jalan  dan nggak jadi dapat sertifikat kompetensi yang akhirnya juga nggak aku dapat T.T

Yaaah, yang berlalu biarlah berlalu. Penyesalan memang selalu datang belakangan. Dan sepertinya aku emang lagi nggak beruntun aja di tahun 2016 itu. Setahun penuh menganggur and i feel like everything that i did ended fail.

Kesimpulannya buat fresh graduate yang baru lulus D3/D4, better nggak usah ikut BLK dengan mengambil jurusan yang sama dengan jurusan kalian selama kuliah jika yang kalian cari adalah ilmu. Itu bukan tempat untuk kalian dik.  Masing mending ambil jurusan bordir, at least dapat ilmu baru. Hehe.

Kecuali yah jika kalian ingin ikut tes kompetensi gratisan kayak kakak satu ini. Tapi pastikan dulu BLK yang kalian daftar benar-benar akan melakukan ujian kompetensi di jurusan yang kalian daftar, pastikan dananya ada. Kalau perlu pastikan tidak akan ada pergantian kabinet selama beberapa bulan ke depan sampai kalian lulus xD

Okey, Salam Job-seeker.
Sehat terus dan jangan pernah menyerah untuk cita-cita yah ;)
Kata pak Habibie, kegagalan itu baru akan datang jika kita menyerah.
Wassalam ;)

Selasa, 03 April 2018

PLTB Pertama di Indonesia

Tulisan saya ini bermula dari curhatan salah satu kakak sepupuku yang katanya lelah musti bolak-balik Makassar-Sidrap buat antar pejabat-pejabat yang pengen liat PLTB Sidrap pake helikopter which is biaya itu heli sehari ratusan juta (nb: kakakku ini karyawan PLN, bukan pilot helikopter ya. hehe).

Karena dulu pas kuliah sempat magang di pusat kendali milik PLN dan nyari data buat tugas akhir juga di PLN, jadi lumayan hafal sama pembangkit-pembangkit yang ada di sulselrabar (Sulawesi Selatan, Tenggara, Barat).

Jadi aku nanya, "Wah, PLTB pertama di Sulawesi yah kak?"

Trus dijawab, "Yang pertama di Indonesia dek!"

Wah, amazing, dari dulu pengen banget ke bukit-bukit angin di luar negeri yang ada turbin anginnya. Dan ternyata PLTB pertama di Indonesia ada di provinsiku.

Jadi ingat pas awal-awal semester sempat baca buku (lupa judulnya dan terbitan tahun berapa) kalau menurut penelitian, kecepatan angin di Indonesia itu nggak cukup kuat dan stabil buat dimanfaatkan sebagai pemutar turbin angin. Tapi aku nggak tau kalau sampai sekarang ternyata memang belum ada PLTB sama sekali di Indonesia, dan yang di Sidrap, Sulsel ini bakal jadi yang pertama.

Buat yang belum tau, PLTB adalah singkatan dari Pembangkit Listrik Tenaga Bayu atau Pusat Listrik Tenaga Bayu. Bayu sendiri berarti angin dari bahasa Sanskerta.

Dulu pas semester 3 atau 4, di mata kuliah Pembangkit dan Gardu Induk, salah satu tugas dari dosen adalah  nyari tempat yang belum terjamah listrik trus dibuatin semacam rancangan pembangkit yang efisien di sana. Jadi, kita disuruh membolang nyari tempat yang gak ada listriknya trus merencanakan pembangkit sendiri. Mana sekelompok cuma 3 orang lagi.

Teman-teman kelasku yang lain banyak yang ke daerah pegunungan, dan kebetulan pada dapat air terjun dekat lokasi, jadi mereka akhirnya memilih pembangkit mikro-hidro. While kelompokku akhirnya dapat di daerah pesisir atau lebih tepatnya daerah muara, dibantu sama penyuluh di kabupaten tersebut. Warga setempat menyebutnya pulau, tapi yang aku lihat lebih seperti pematang-pematang yang sedikit lebih besar. Di belakangnya ada tambak, di depannya ada danau, dan gak jauh dari situ ada laut. Terdapat puluhan rumah berjejer di sepanjang pematang itu.

Sebenarnya bukan gak ada listrik sama sekali, mereka hanya belum terjamah PLN aja, di malam hari mereka pakai genset buat penerangan, tapi gak bisa lama-lama karena harga bbm mahal. Awalnya mau buat mIkrohidro juga, tapi salah satu unsur yang harus ada dalam PLTMH yakni arus dan ketinggian nggak ada. Jadi akhirnya, kami memilih turbin angin. Rencananya turbin angin ini akan kami pasang dekat laut. Anginnya lumayan kencang menurut hasil pengukuran kami dan ada lahan kosong yang lumayan luas di dekat laut tersebut.

Ada satu hal yang bikin terharu, jadi saat kami ke sana, para warga menyambut kami dengan sangat baik, kami dikasih hidangan laut yang baru saja ditangkap sengaja buat kami. Rasanya enak banget, padahal cuma berbumbu garam, tapi rasanya lebih enak dari yang biasa kami makan di kota. Sebelum pulang, mereka mengucapkan banyak sekali terima kasih kepada kami dan mengatakan nggak sabar listrik bisa masuk ke desa mereka. Saat itu aku tersadar, mungkin mereka sudah salah paham, mungkin mereka berpikir kalau kami benar-benar akan membangun pembangkit itu. Kamipun akhirnya pulang dengan sedikit rasa bersalah, berharap listrik benar akan masuk ke desa mereka suatu hari nanti.

Sekitar 2 tahun kemudian, salah satu teman kelompokku dikasih kabar sama penyuluh yang udah bantuin kami dulu kalau sekarang desa yang dulu kami datangi sudah mendapat suplai listrik dari PLN. Alhamdulillah, what a good news for us.

Ok, back to the 1st PLTB in Indonesia. Jadi, PLTB ini tengah dibangun di dua lokasi, di kabupaten Sidrap dan kabupaten Jeneponto. Keduanya berada di propinsi Sulawesi Selatan. Sidrap terletak sekitar 130 km di utara kota Makassar dan Jeneponto berjarak sekitar 90 km dari kota Makassar.

Kedua pembangkit ini merupakan pembangkit IPP (Independent Power Producer) atau milik swasta. PLTB Sidrap digarap oleh grup pengembang yang mengkhususkan diri di bidang energi terbarukan, UPC Renewables dengan daya sebesar 75 MW yang dibangkitkan dari 30 buah Turbin angin, sedangkan PLTB Jeneponto sendiri dimiliki oleh perusahaan asal Denmark, Equis Energy dengan target daya 72 MW dari 20 turbin.

Menurut sepupuku, PLTB Sidrap ini ditargetkan untuk bisa beroperasi di bulan April ini. Sedangkan untuk PLTB Jeneponto kabarnya ditarget untuk selesai tahun 2019 mendatang.

Menurut Bapak Dirut PLN, Pak Sofyan Basyir, yang pernyataannya ku-kutip dari liputan6, Saat ini, kondisi kelistrikan sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) mengalami surplus, dengan daya mampu 1.257,3 MW dan beban puncak mencapai 1.050 MW. Dengan demikian, PLN masih memiliki cadangan daya 207,3 MW yang dapat memasok ke pelanggan. Seiring dengan telah masuknya sistem beberapa pembangkit baru, pada 2018 PLN Wilayah Sulselrabar akan memiliki cadangan daya 500 MW.

Jadi sebenarnya, saat ini Sulselrabar (Sulawesi-Selatan-Tenggara-Barat saat ini berada dalam satu sistem interkoneksi) nggak butuh-butuh amat tambahan pembangkit, tapi untuk perhitungan laju ekonomi masa depan, dapat dikatakan cadangan daya di sulsel cukup melimpah. Saat inipun, in case salah satu dari ketiga pembangkit besar di Jeneponto (100 MW), di Poso (120 MW), dan PLTA Bakaru (80 MW) terjadi trouble dan trip, cadangan putar mereka masih cukup untuk menghindari terjadinya black out.

Oh ya, kabarnya saat ini para investor luar juga tengah melakukan penelitian di beberapa daerah potensial di Indonesia untuk turut dibangun PLTB loh. Wah, apa kabar rencana submarine transmission yah? Mana yang kira-kira terealisasi lebih dulu? Semoga yang lebih efisien dan pastinya lebih hemat dikantong negara yah. Hehehe.

Okay, sekian obrolan kita tentang PLTB kali ini yah. Semoga ada manfaatnya. Hihi.
ini gambar dari PLTB Sidrap yang aku ambil dari site resmi UPC Renewables.


Wassalam.

Bukit angin PLTB Sidrap (Source: upcrenewables)

Keren yaaa... Semoga pulang ke Makassar nanti bisa jalan-jalan ke tempat ini ^-^

Beberapa Nama Warna Selain Mejikuhibiniu

Pernah nggak kalian ditanya tentang warna dan kalian sendiri bingung menyebutnya apa? Atau ketika belanja online, ada puluhan avaible colour...