Halo adik-adik, perkenalkan, Saya Sitti Nasibah, tapi lebih
akrab dipanggil Nunu. Alumni program studi D4 Teknik Listrik angkatan 2011,
Politeknik Negeri Ujung Pandang.
Kalau kalian senang robotika,
ingin mempelajari revolusi industry mulai dari 2.0 hingga 4.0, tapi juga ingin
mengambil peran dalam pengembangan renewable
energy (energi baru terbarukan), prodi ini sangat tepat sebagai pintu masuk pertama kalian.
Teknik Listrik, bedanya apa sih
dengan Teknik Elektro? Jadi, Teknik Listrik itu bagian dari Teknik Elektro. Di
PNUP, Teknik Elektro itu adalah nama jurusan yang dibawahnya terbagi lagi jadi beberapa program studi: D3 Teknik Listrik, D4 Teknik Listrik, Teknik Elektronika, TKJ, Multimedia, dan Telekomunikasi.
Prodi ini mempelajari segala
hal tentang listrik, mulai dari bagaiamana listrik dibangkitkan, penyalurannya,
hingga pemanfaatannya dalam industri maupun rumah tangga. Mulai dari yang
konvensional hingga system otomatis dan komputasi. Selain listrik itu sendiri,
di prodi ini kita juga mempelajari ilmu yang berkaitan, seperti bahasa
pemprograman software, mesin-mesin, hingga gambar denah.
Trus D4 itu apa sih? Bedanya dengan D3 dan S1 apa? Jadi D4
itu jenjang pendidikan di jalur vokasi
yang setara S1 (Kalau di tingkat sekolah menengah ada SMA dan SMK. Nah,
SMK itu jalur vokasi). Nama lain untuk D4 adalah S1 Terapan dengan gelar S.ST
(Sarjana Sains Terapan). Kalau di luar negeri namanya Bachelor of Applied
Science. Kalau di D3 lebih banyak praktek dan di S1 lebih banyak teori, nah, di
D4 itu kita berada di antaranya.
Masuk ke materi kuliah. Secara umum, di program studi Teknik
Listrik PNUP, kategori kuliah ada 4. yakni:
Mata kuliah umum (yang mana semua jurusan di PNUP belajar materi ini,
contohnya Pendidikan Agama dan Kewarganegaraan), ada mata kuliah jurusan,
praktikum lab, dan praktikum bengkel/workshop.
Di Praktikum Lab, kita banyak mempelajari:
·
Elektronika. Ituloh, komponen-komponen kecil
yang biasanya ada dalam barang-barang elektronik. Di sini kita hanya belajar
dasar-dasarnya saja, karena Teknik Elektronika ada program studinya sendiri.
·
Mikrokontroler dan mikroprosesor. Di sini kita
akan belajar dasar membuat robot.
·
Sistem Kontrol dan Automasi Industri. Kalian
pernah nonton laptop si unyil? Atau video pembuatan suatu produk dengan
mesin-mesin canggih di internet? Nah, semua mesin-mesin canggih itu
dikendalikan oleh sebuah program, dan di sini kalian akan belajar bagaimana membuat
program tersebut.
·
Praktikum sistem tenaga listrik mulai dari
pembangkitan, transmisi (Mungkin kalian familiar dengan istilah SUTET?), gardu
induk, hingga distribusi menggunakan modul praktek. Di PNUP menggunakan alat
praktikum dari Lucas Nulle. Jadi ada miniatur pembangkit, transmisi, dan
distribusi yang terhubung dengan komputer.
·
Proteksi. Yep, bekerja dengan listrik pasti
tidak lepas dari yang namanya bahaya, itu kenapa proteksi selalu dibutuhkan.
Selain mata kuliah teori yang terkait dengan praktikum, ada
juga mata kuliah pendukung profesi seperti etika profesi, Kesehatan dan
Keselamatan Kerja, hukum perburuhan, Bahasa inggris, kewirausahaan, hingga
ekonomi teknik.
Lalu ada mata kuliah yang judulnya bukan praktikum tapi
jatuhnya tetap praktek. Seperti mata kuliah Algoritma dan Pemprograman serta
Interfacing yang mana di sini kalian akan belajar cara membuat beberapa program
desktop sederhana.
Sebenarnya ada banyak banget mata kuliah yang berkesan
buatku, hampir semua malah. Salah satunya ada mata kuliah ‘Pembangkit dan Gardu
Induk’. Meskipun judulnya mata kuliah teori, tapi dosen kami waktu itu ngasih
kami tugas untuk mencari sendiri tempat tinggal yang masyarakatnya belum mendapatkan
listrik dari PLN dan membuat semacam proposal pembuatan pembangkit listrik
renewable energy yang efisien di sana.Jadi bolang beberapa hari xD
Selain praktikum di lab, ada juga praktikum bengkel.
Bedanya? Kalau di Lab kalian masuknya di lab bersih dan ber-AC serta tidak
perlu menggunakan sepatu safety karena lebih banyak praktikum dengan tegangan
ekstra rendah dan modul praktek yang memang dirancang untuk latihan sehingga
lebih aman, nah di Bengkel ini bisa dibilang real arenanya. Semua komponen yang
digunakan adalah sungguhan.
Ada apa aja di bengkel listrik?
1.
Bengkel kerja bangku. Mata kuliah yang tujuan
utamanya membentuk kesabaran, ketelitian, serta melatih fisik dan mental kita.
Ini penting untuk membentuk engineer yang tahan banting setelah memasuki dunia
kerja yang lebih keras nantinya. Kerjanya ngapain aja? Ngikir, ngebor, gergaji,
memalu, ngukur, dsb.
2.
Instalasi rumah, Jadi akan ada sebuah papan
denah rumah yang besar, dan tugas kalian adalah memasang instalasi listrik di denah
rumah tersebut. (Kayak main bongkarpasang xD)
3.
Instalasi penerangan dan daya (instalasi
motor-motor). Kalau yang sebelumnya hanya denah di papan, nah di sini kalian
benar-benar akan memasang instalasi di dinding.
4.
Bengkel industri konvensional. Setelah mengerti
cara memasang instalasi untuk motor-motor listrik, di semester ini sudah lebih
kompleks karena diminta untuk merancang dan memasang instalasi dan kontrol
motor yang biasa digunakan di industri.
5. Bengkel industri lanjutan. Persis seperti
semester sebelumnya, namun di sini, pengontrolannya lebih modern karena
menggunakan alat kontrol (PLC) yang diprogram
di computer. Dan kalian juga akan diminta membuat tampilan dan kontrol
mesin-mesin tersebut di computer, nama untuk program ini adalah SCADA. Jadi
belajar PLC (automasi industri) itu ada di bengkel dan ada di lab. Bedanya?
Kalau di lab kalian lebih focus ke pemprogramannya. Sedangkan kalau di bengkel
harus focus di semuanya termasuk hardwarenya. Mulai dari pemprograman,
pengkabelan, merangkai pengontrolan motor-motor, proteksi, sampai seluruh
system bekerja dengan benar seperti yang ada di pabrik-pabrik.
6.
Bengkel Interkoneksi. Masih menggunakan PLC,
kalian akan membuat program untuk mengontrol beberapa sumber listrik. Misalnya,
bagaimana mengontrol energy listrik dari PLN dan genset agar dapat bekerja gentian
secara otomatis.
7.
Bengkel distribusi. Intinya di bengkel ini
adalah tiang listrik dan gardu PLN. Manjat tiang listrik pastinya.
Enaknya kuliah di Politeknik itu,
kita berasa benar-benar jadi seorang engineer; merancang, memprogram, dan
mengerjakan proyek yang seperti sungguhan. Berasa benar-benar masuk ke dunia
kerja karena praktikumnya yang banyak.
Jadi saat nanti benar-benar sudah bekerja, kita sudah tidak asing lagi. Saat
ini saya bekerja di salah satu perusahaan swasta yang bergerak di bidang
konstruksi elektrikal, dan orang-orang di tempat saya selalu bilang kalau saya
cepat sekali belajarnya. Sebenarnya, itu karena apa yang saya hadapi di
lapangan rata-rata sudah pernah saya temui saat kuliah dulu.
Oh ya, di semester 5 atau 6 kalian diminta untuk KP (Kerja Praktek)/
magang di perusahaan. Waktu itu saya berkesempatan untuk KP di PT. PLN Area
Pengaturan dan Penyaluran Beban. Tempat seluruh pembangkit listrik dan
penyalurannya diatur. Salah klik dikit, satu kota bisa mati lampu. Hehe. Di
semester akhir juga ada PKL Profesi. PKLP ini agak mirip KKN (ps: di Politeknik
nggak ada KKN ya), karena kita akan tinggal sebulan lebih di sebuah desa. Kami
diberi program kerja yang berkaitan dengan profesi kami, yakni memberikan
pelayanan dan edukasi tentang kelistrikan untuk masyarakat. PKLP ini salah satu
bagian favoritku selama kuliah dulu nih.
Kalian jangan takut atau ragu masuk teknik utamanya teknik
listrik ya. Mungkin kalian dengar kuliahnya berat, lulusnya susah, tapi dijamin
deh karena beratnya itu kalian justru akan menemukan teman-teman sependeritaan
yang asik banget. Sampai waktu 4 tahun itu nggak akan terasa.
Oh ya, jangan takut kalian lulusnya lama di sini. Karena di
PNUP Cuma ada wisuda setahun sekali, maka mau nggak mau kalian pasti maksain
diri sendiri biar bisa lulus tepat waktu, 4 tahun. Belum lagi sistem kuliah
paket dan dosen-dosen yang sangat proaktif mendorong kalian segera
menyelesaikan tugas akhir.
Untuk prospek kerjanya:
· - Bidang konstruksi, hampir setiap perusahaan
konstruksi pasti memiliki bidang electrical yang pastinya membutuhkan seorang
engineer, estimator, drafter, dan berbagai posisi lain.
· - PLN. Yup, sebagai satu-satunya perusahaan di
Indonesia yang berwenang sebagai penyalur energy listrik, lulusan teknik
listrik ini dicari banget nih guys di PLN. Sekedar informasi, sekitar 25%
lulusan D4 teknik listrik PNUP angkatanku masuk PLN. Itu untuk kelas regular (belum
termasuk kelas kerja sama).
· - Pembangkit listrik. Selain PLN banyak juga pembangkit
listrik yang dimiliki dan dikelola oleh perusahaan swasta yang pastinya
membutuhkan seorang ahli elektrikal.
· - Oil and Gas, tambang, pabrik,mill, smelter, dan semua
industri besar yang menggunakan banyak mesin-mesin listrik pasti membutuhkan
electrical engineer.
· - Akademisi (setelah kuliah pasca sarjana). Siapa
bilang lulusan politeknik nggak bisa jadi dosen? Bisa kok, dengan ijazah D4
kalian bisa langsung kuliah pasca sarjana untuk selanjutnya melamar menjadi
dosen.
· - Instalatir (kontraktor listrik). Setelah
mengambil ujian kompetensi instalatir dan mendapatkan sertfikat, kalian bisa menjadi
seorang instalatir dan mendirikan CV/PT sendiri.
· - Konsultan elektrikal. Seperti halnya konstruksi
sipil, instalasi listrik juga ada konsultannya. Kalian bisa mendirikan CV/PT
sendiri yang mengkhususkan diri sebagai konsultan elektrikal.
· - Auditor. Nggak Cuma keuangan yang ada
auditornya, energi listrikpun ada auditornya. Tugasnya membantu klien menggunakan
energy listrik seefisien mungkin.
Oke, itu tadi pembahasan tentang Program Studi D4 Teknik
Listrik Politeknik Negeri Ujung Pandang. Sesungguhnya, apapun jurusannya jika
kita sudah bertekad dan nggak pantang menyerah, Insya Allah kita akan sukses J