Sabtu, 21 Januari 2017

Dia

“Tanpa menyebut namanya, coba ceritakan bagaimana pertemuan pertamamu dengan si dia!” <- That’s, pertanyaan untuk hari ke 4.

                Eh, dia siapa nih maksudnya mon? Dianya Afgan apa Dianya Sammy Simorangkir? Sejujurnya Mon, saya belum pernah menjalin hubungan romantic apapun dengan siapapun sejak lahir, atau kalo kata populenya sih, Jomblo selama hampir 24 tahun, belum menikah, dan saat ini sedang tidak menyukai siapa-siapa. Jadi, apa yang aku harus tulis untuk tema ke 4 ini ya?

                Aha! How about my 1st love? Sound interest? Hei, just because I never been in any romantic relationship before, doesn’t mean I never fall in love right? Ok, this my first meet with my first love…



                Dia adalah teman sekolahku saat SMA. Yah, karena kami teman SMA, tentu saja pertemuan pertama kami adalah hari pertama kami di sekolah, that’s Pra-MOS. Tau MOS kan? Ya, Masa Orientasi Siswa. Beberapa hari atau biasanya satu minggu yang dihabiskan siswa baru untuk mengenal sekolah, guru-guru, dan sistem yang ada di sekolah. Nah, pra MOS itu adalah hari sebelum MOS. Dimana kami diberitahu apa saja yang dibutuhkan selama sepekan MOS, aturan-aturan, dan pembagian kelompok. Sayang aku tak sekelompok dengannya. Dia di kelompok A, dan aku di kelompok B. Kami dikumpulkan di satu ruangan saat itu, dan percaya atau tidak, aku tertarik padanya di pandangan pertama. Dia pendek, kurus, botak, sebagaimana semua siswa baru laki-laki, sangat tidak menarik, tapi tetap saja, entah mengapa aku bisa tertarik kepadanya. Saat mendengarnya memperkenalkan diri, aku tahu kalau dia ternyata tinggal bersebelahan dengan teman baikku di SMP yang rumahnya sering sekali kudatangi saat pulau sekolah di hari jumat. Aku berpikir, mungkin dulu kami pernah berpapasan, tapi tidak saling mengenal. Pada akhirnya kami sekelas tapi tidak pernah begitu dekat.

                Aku menyadari kalau aku semakin menyukainya saat suatu hari, di saat istirahat dan berjalan ke kantin, aku melihatnya sedang membantu seorang teman penyandang tunanetra dari kelas sebelah merapikan dasinya yang miring. Sejak tadi teman kami itu berdiri sendiri di sana, dan tak ada yang memperhatikan dasinya, tapi dia dengan cepat membantunya. Hal kecil sih, tapi entah mengapa berkesan banget.

Ya, itulah bagaimana pertemuan pertamaku dengan yang katanya “Si Dia”. Selanjutnya, yah kalian bisa tebak: cak sarang, alias cinta satu sisi. Aku tak pernah memberitahunya dan memang tak berniat memberitahunya karena cukup yakin kalau dia tidak tertarik dengan gadis tidak menarik alias jelek sepertiku. Pada akhirnya cinta satu sisiku itu hanya menjadi salah satu dari rahasiaku kecil saja.

Terima kasih sudah sudi mampir xD Semoga kamu yang baca ini bisa langgeng dan berakhir bahagia dengan si dia ya. Kalau si dianya belum ketemu, semoga lekas dipertemukan ^^Sekian

Day 4 #10DaysKF

Makassar, 21 Januari 2017
-Nasibah


Beberapa Nama Warna Selain Mejikuhibiniu

Pernah nggak kalian ditanya tentang warna dan kalian sendiri bingung menyebutnya apa? Atau ketika belanja online, ada puluhan avaible colour...