Senin, 03 Desember 2018

Drama Korea Tentang Putri Mahkota

Saat cewek-cewek lain biasanya tergila-gila sama yang namanya putra mahkota, aku malah lebih tertarik dengan kisah putri mahkota (padahal aku cewek. Wkwkwk). Yah, meskipun kehidupan keduanya tidak bisa dipisahkan, tapi selalu ada hal menarik tentang putri mahkota. Biasanya putri mahkota menyimpan banyak rahasia sedangkan sang putra mahkota biasanya malah banyak tidak tahunya xD.

Putri mahkota itu selalu elegan (atau paling tidak dituntut untuk bersikap elegan), mereka hebat karena sudah berhasil mengalahkan ribuan perempuan yang bersaing untuk mendapatkan posisi ini. Dibandingkan putra mahkota yang sejak lahir memang sudah mendapatkan gelarnya. Ungkapan populernya di Korea sih, doi lahir dengan sendok emas di mulut. Putri mahkota biasanya sosok yang cantik, berkelas, cerdas, kuat, namun tetap anggun. Ah, cita-cita gue nambah satu nih, jadi putri mahkota. Hahaha. Kalo aja kakek gue dulu kenal sama raja mana gitu, trus gue dijodohin sama cucunya yang mana adalah putra mahkota masa depan. Hahaha *ditimpuk*

Putri mahkota fiksi pertama yang bikin aku mengagumi sosok putri mahkota adalah Heo Yeon Woo kecil (yang diperankan Kim Yoo Jung). I love how smart, pretty, elegant, and kind hearted she was. Meskipun doi nggak bisa mempertahankan gelar putri mahkotanya bahkan sebelum penobatan, but i really like her character and the actress acting skill.

Oke, jadi apa aja sih drama Korea yang bercerita tentang kehidupan putri mahkota? Check it out!

- My Princess
- Princess Hours
- King 2 Hearts
- The Moon That Embraces The Sun
- Jang Ok Jung
- The Three Musketeer
- Rooftop Prince

Cuma segitu yang berhasil aku rangkum. Karena memang cuma segitu yang pernah ku-tonton. T-T Mugkin masih ada drama lain yang bercerita tentang putri mahkota? Oh, i really need your recommendation guys.

Buku Klasik Populer Sepanjang Masa

Heilo, It's December already. That's mean 2019 akan datang sebentar lagi. Waah, Apa aja nih resolusi tahun 2018 kamu yang sudah tercapai? Atau mungkin harus diperharui di tahun 2018 nanti? Hihi.
Salah satu rencanaku di awal tahun 2018 sebenarnya adalah membaca banyak buku. Tapi entah karena lagi sok sibuk atau mungkin karena tidak punya to-read list, aku gagal di misi ini. Huhuhu.

Jadi sekarang aku memutuskan untuk membuat to-read list dan hunting beberapa buku. Nah, pertanyaannya, buku seperti apa ya?
Nah, aku memutuskan untuk membaca beberapa buku yang judulnya sering ku dengar tapi belum pernah ku baca dan beberapa karya terkenal lainnya yang terus menjadi pembicaraan orang-orang meskipun waktu terlah berlalu bertahun-tahun bahkan hingga ratusan tahun.  Aku merangkumnya dalam buku-buku klasik populer sepanjang masa. Check it out!


Pride And Prejudice - Jane Austen
Novel ini bercerita tentang keluarga Bannet dengan 5 anak perempuannya yang belum menikah. Pada masa itu, perempuan muda di awal usia 20 tahun sudah harus menemukan pasangan alias menikah.Lika-liku Elisabeth Bannet dalam mencari pasangan hatinya yang membuat cerita semakin menarik. Apalagi setelah dia sadar bahwa orang yang mencintainya tak seburuk yang dia sangka.

Far From the Madding Crowd - Thomas Hardy
Novelnya bercerita tentang seorang wanita yang sangat mandiri dan tidak menemukan keinginan untuk menikah padahal pada masa itu wanita dewasa seharusnya menjadi seorang istri dan melayani suami.

Sense and Sensibility – Jane Austen
Ceritanya yang tidak biasa dan pastinya mengagumkan membuat novel ini jadi legendaris dan dibicarakan banyak pihak. Menjunjung emansipasi, as always, novel Austen yang ini bercerita tentang dua saudari yang memiliki watak yang bertolak belakang, apalagi setelah ayah mereka yang kaya raya meninggal dunia.

The Color Purple – Alice Walker
Celie, tokoh utama dalam novel ini. Saat baru berusia 14 tahun, dia dihamili oleh ayahnya sendiri sampai melahirkan 2 anak yang keduanya dijual karena mereka yang sangat-sangat miskin. Jika kamu mencari romansa dalam novel ini kamu bisa jadi kecewa, tapi kalau kamu mencari nilai kehidupan, maka novel ini punya skor 9 dari 10.

Anna Karenina – Leo Tolstoy (1877)
Kamu akan benci pada Anna, tapi kamu juga akan mengasihaninya. Kalau kamu mencari novel romantis yang tidak menye-menye tapi tetap mengena di hati, novel ini adalah jawaban terbaik untukmu.Perselingkuhan yang disajikan Tolstoy dalam novel ini sangat menarik, apalagi pada zaman itu selingkuh adalah hal paling haram yang mengundang kejijikan semua orang.

To Kill a Mockingbird – Harper Lee (1960)
buku ini menghantam telak pada salah satu dari penyakit umat manusia yang paling kronis, yaitu kecenderungan untuk berprasangka buruk, bias subjektif dalam menilai seseorang, serta menghakimi orang lain berdasarkan warna kulit dan latar belakang sosial.

Wuthering Heights – Emily BrontĂ« (1847)
Wuthering Heights adalah karya sastra klasik dunia yang berbicara tentang topik cinta dari sudut pandang yang paling gelap dan mengerikan. Ketika seseorang mencintai dengan cara yang salah, cinta tidak lagi berbicara tentang hal-hal yang menyenangkan… melainkan berbicara tentang obsesi berlebihan, rasa ingin memiliki, dendam, benci, posesif, kecemburuan, dan amarah yang tidak terkendali… semua itu terjadi diatasnamakan cinta.


The Lord of The Rings -  J. R. R. Tolkien
The Lord if The Ring, salah satu buku terlaris sepanjang masa yang akhirnya di-film-kan dan fil mnya sendiripun jadi salah satu film terpopuler sepanjang masa. Aku sudah menonton film-nya entah berapa kali, tapi belum pernah membaca bukunya. Huhu. Bercerita tentang 4 orang hobbit (sejenis makhluk kerdil), seorang penyihir, seorang peri, seorang kurcaci, dan dua orang manusia yang yang melakukan perjalanan panjang untuk berusaha menghancurkan sebuah cincin guna mencegah kekuatan jahat menguasai dunia.


The Hobbit -  J. R. R. Tolkien
Sama seperti The Lord of The Ring, aku juga sudah menonton versi film dari cerita ini. Berlatar waktu beberapa puluh tahun sebelum The Lord of The Ring, The Hobbit sendiri memang ditulis sebelum buku fenomenal milik J. R. R. Tolkien tersebut, tapi untuk versi film, justru dibuat belasan tahun setelah versi film dari The Lord of The Ring rilis. Buku ini bercerita tentang perjalanan Bilbo Baggins, paman Frodo (salah satu hobbit yang diceritakan di buku The Lord of The Ring) dalam membantu para kurcaci dalam merebut kembali daerah mereka yang selama puluhan tahun dikuasai oleh seekor naga. 

1984 – George Orwell (1949)
1984 akan membawa lo pada sebuah kehidupan distopia dalam iklim politik totaliter, saat dimana pemerintah memiliki kontrol penuh kekuasaan atas rakyatnya yang sudah sangat jauh melampaui batas… Apa yang terjadi ketika pemerintah memiliki kekuasaan absolut atas rakyatnya? yang terjadi adalah manipulasi informasi publik, pemberantasan kebebasan berpendapat, dan pencabutan hak-hak individu.

The Great Gatsby - F. Scott Fitzgerald
Novel klasik ini ditulis oleh seorang penulis legendaris kenamaan yakni F. Scott Fitzgerald. "The Great Gatsby" bercerita tentang sosok miliarder misterius bernama Jay Gatsby, dari sudut pandang seorang tetangganya, yakni Nick Carraway. Secara garis besar, Nick bercerita tentang bagaimana Gatsby meraih kembali cinta seorang wanita yang dikasihinya.

Cryme And Punishment - Fyodor Dostoevsky
Buku yang ditulis oleh Fyodor Dostoevsky ini mengisahkan pergolakan batin seorang mahasiswa miskin bernama Raskolkinov usai melakukan pembunuhan terhadap seorang wanita lintah darat dan adiknya. Jika novel kriminal lain akan berfokus pada kisah pengungkapan dan penangkapan pelaku kejahatan, novel ini memiliki keistimewaannya sendiri dengan membahas tentang orang yang melakukan kejahatan dan merasakan hukumannya sendiri, yakni perasaan bersalah, gangguan psikologis mengerikan sehingga ia menjadi gila.

The Sound And The Furry - William Faulkner
"The Sound And The Furry" merupakan karya klasik legendaris yang lahir dari penulis William Faulkner. Buku ini berkisah mengenai kehidupan keluarga Compson, yang konon katanya merupakan keluarga Aristokrat di Amerika Serikat. Pasca perang, mereka harus berjuang menghadapi kondisi keluarga yang tercerai-berai dan jatuhnya reputasi mereka.

Jane Eyre - Charlotte Bronte
Jane Eyre merupakan salah satu karya fiksi klasik paling populer sepanjang masa. Sesuai judulnya, buku ini mengangkat kisah Jane Eyre, seorang gadis yatim piatu yang mengalami penderitaan sejak kecil, diperlakukan tidak adil oleh bibinya dan dimasukan ke sebuah sekolah dengan disiplin yang keras, yang membuat hidup Jane tidak lebih baik dari sebelumnya.

A Tale of Two Cities - Charles Dickens
Novel ini menggambarkan keadaan buruk petani Perancis dalam tahun-tahun sebelum revolusi, kebrutalan yang ditunjukkan kaum revolusi terhadap aristokrat pada awal revolusi, dan paralel dengan kehidupan sosial di London pada periode yang sama. Novel ini berkisar pada kehidupan tokoh-tokoh protagonis Charles Darnay dan Sydney Carton.

Dream of The Red Chamber - Cao Xueqin
Judul buku ini adalah judul versi bahasa Inggris untuk buku berjudul Hong Lou Meng. Buku ini adalah karya sastra terkenal dari zaman Dinasti Qing. Pengarang novel ini adalah Cao Xueqin pada tahun 1754. Di Indonesia, buku ini dikenal dengan judul Impian Paviliun Merah.

The Lion, the Witch and the Wardrobe - C. S. Lewis
Another great book yang sukses diadaptasi ke sebuah film. Berhubung film ini hits banget dulu, sering tayang di TV (waktu jaman chanel-chanel TV nasional masih nyaman ditonton xD), jadi sudah pasti aku juga sudah menonton film ini. ?Hehe. Mungkin film-nya lebih populer dengan judul utama "The Chronicles of Narnia". Menceritakan kehidupan 4 bersaudara di zaman perang dunia ke-2. Mereka berempat secara ajaib menemukan sebuah dunia ajaib dari dalam sebuah lemari pakaian. Mereka harus menyelamatkan dunia tersebut dari kejahatan penyihir putih. Buku ini adalah buku pertama yang ditulis dari 7 seri The Chronicles of Narnia. Namun secara kronologi, buku ini adalah yang kedua setelah The Magician's Nephew. Oh ya, buku ini juga ada versi buku dongengnya loh. Yang secara gak sengaja pernah aku lihat di gramedia beberapa tahun lalu.

And Then There Were None - Agatha Christie
Dalam edisi bahasa Indonesia buku ini berjudul Sepuluh Anak Negro yang diambil dari judul tema utama lagu dalam buku ini. Lagu tersebut adalah lagu anak-anak (yang merupakan ciri khas Agatha Christie) yang menceritakan 10 anak negro yang hilang satu persatu dan proses menghilangnya. Buku ini  merupakan karya paling laris dari sang ratu misteri dengan penjualan lebih dari 100 juga copy. 

She: A History of Adventure - H.Rider Haggard
Buku ini adalah novel karya H.Rider Haggard yang ditulis pada sekitar tahun 1887 ini berkisah tentang seorang ratu di pedalaman.

The Little Prince - Antoine de Saint -Exupéry
Kisahnya menceritakan tentang perasaan kesepian, kehilangan, cinta, kisah persahabatan dan pengalaman saat melakukan penerbangan di gurun sahara yang tertuang dalam bentuk Pangeran kecil yang jatuh ke Bumi.

The Davinci Code - Dan Brown
Kisah dalam buku ini merupakan gabungan gaya detektif, thriller dan teori konspirasi, yang telah membantu memopulerkan perhatian terhadap sebuah teori-teori tentang legenda Piala Suci (Holy Grail) dan peran Maria Magdalena dalam sejarah Kristen – teori-teori yang oleh Kristen dipertimbangkan sebagai ajaran sesat dan telah dikritik sebagai sejarah yang tidak akurat. Buku ini adalah bagian kedua dari trilogi yang dimulai Dan Brown dengan novel Malaikat dan Iblis (Angels and Demons) pada tahun 2000, yang memperkenalkan karakter Robert Langdon.

The Catcher in the Rye - J.D. Salinger
Buku ini berkisah tentang seorang pemuda bernama Holden Caulfield yang pulang ke rumah setelah diusir dari sebuah sekolah lanjutan swasta eksklusif. Alih-alih langsung pulang ke rumah, Caulfield naik kapal mengembara, berpikir tentang apa yang akan dikatakannya pada keluarganya, dan bagaimana yang terbaik untuk menghadapi jika suatu saat dikeluarkan dari sekolah. Buku ini mengandung banyak kata yang tidak senonoh, dan banyak orang yang tak menyukai buku ini. Buku ini dilarang di banyak tempat.

The Alchemist - Paulo Coelho
Buku yang dalam edisi bahasa Indonesia berjudul Sang Alkemis ini adalah sebuah novel fiksi karya Paulo Coelho dan pertama kali diterbitkan di Brazil pada tahun 1988. Pada buku ini Coelho menuliskan alur penceritaan simbolik yang mendorong pembacanya agar mengejar mimpi mereka. Kisah ini menceritakan perjalanan seorang gembala dalam mencari harta karun di mana harta karun tersebut muncul dalam mimpinya.

Heidi’s Years of Learning and Travel - Johanna Spyri
Buku ini adalah karya fiksi yang ditulis pada tahun 1880 oleh penulis Swiss, Johanna Spyri. Buku ini dikenal ada 2 seri, yang mana Heidi’s Years of Learning and Travel adalah seri pertamanya. Kini, buku ini menjadi satu bagian utuh dengan judul Heidi.

Harry Potter and The Deathly Hallows – J.K. Rowling
Kalau ditanya film/buku favoritku, aku pasti akan dengan cepat menjawab Harry Potter. Hampir seluruh orang di dunia pasti tau atau paling nggak pernah mendengar tentang Harry Potter. Kisah sang penyihir dengan sapu terbang dan peliharaan burung hantunya. Yap, benar sekali. Meskipun Harry Potter ini bukan termasuk buku klasik, namun ia bisa masuk dalam kategori buku paling laris sepanajng sejarah. Menceritakan kisah seorang anak penyihir yang ditinggal meninggal kedua orang tuanya sejak masih bayi. Selama usia sekolah dasar, ia tinggal di keluarga bibi-nya yang merupakan non-penyihir. Hingga suatu hari, seseorang dari sekolah sihir mengundangnya untuk bergabung ke sekolah sihir Hogwarts. Nah, di sinilah perjalanan Harry bersama teman-temannya untuk memusnahkan penyihir hitam yang sangat kuat dimulai. Harry Potter and The Deathly Hallows sendiri merupakan buku ke-7 dan sekaligus buku terakhir dari seri petualangan Harry Potter. Mungkin buku ini adalah buku yang paling banyak ku baca sejauh ini. Hahaha.

Anne of Green Gables - Lucy M. Montgomery
Buku ini berkisah tentang Anne, gadis yatim piatu berusia 11 tahun yang datang ke Desa Avonlea karena sebuah kekeliruan. Dua bersaudara Marilla dan Matthew Cuthbert ingin mengadopsi anak untuk membantu mengurus rumah mereka yang dikenal sebagai Green Gables. Mereka meminta sebuah panti asuhan untuk mengirim seorang anak laki-laki. Namun, yang datang ternyata gadis kecil berambut merah, Anne. 

Black Beauty - Anna Sewell
kisah klasik yang ditulis oleh Anna Sewell dari sudut pandang seekor kuda pada zaman Victoria. Anna Sewell menyelipkan dalam buku ini sebuah pesan universal dan tak lekang oleh waktu: bahwa binatang akan melayani manusia dengan baik apabila mereka diperlakukan dengan penuh pengertian.

The Name of the Rose  - Umberto Eco
Kisah dalam buku ini kental bernuansa misteri yang  tidak hanya menyuguhkan cerita pembunuhan biasa. Dengan sangat cerdas, Eco menghadirkan kehidupan biara yang puritan lengkap dengan tradisi pemikiran gereja Abad Pertengahan.

Charlotte’s Web - E. B. White
Buku ini adalah buku anak yang ditulis oleh E. B. White yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1952. Buku ini menceritakan tentang seekor babi bernama Wilbur dan berteman dengan laba-laba bernama Charlotte.

The Tale of Peter Rabbit - Beatrix Potter
 Buku ini adalah seri pertama dari buku anak-anak yang ditulis dan diilustrasikan oleh Beatrix Potter. Buku ini ditulis sebagai kesenangan pribadi saja, tapi temannyalah yang mendorongnya untuk mempublikasikannya.

Jonathan Livingston Seagull - Richard Bach
Kisah dalam buku ini bercerita tentang pentingnya mengejar mimpi, tidak ada salahnya apabila kita mengejar mimpi walaupun mimpi kita menurut orang lain tidak pantas dan tidak sesuai dengan pendapat umum. Jonathan walaupun kemudian dikucilkan dia tidak menyerah dengan mimpinya, dia tetap terbang dan terbang, hingga suatu hari dia berubah bukan lagi hanya seekor burung camar.

Angels and Demons - Dan Brown
Novel ini bercerita tentang konflik antara organisasi kuno, Illuminati, dengan Gereja Katolik Roma. Novel ini juga membahas kontroversi “Antimateri”, yang disebut-sebut sebagai energi alternatif masa depan, tetapi dapat menimbulkan efek negatif, yaitu menjadi senjata pemusnah massal.

War and Peace - Leo Tolstoy
War and Peace menggambarkan dalam grafis yang detil kejadian-kejadian di masa invasi Prancis ke Rusia dan pengaruh era Napoleon pada masyarakat Tsar, dilihat dari sudut pandang lima keluarga aristokrat Rusia. Tolstoy sendiri, dengan penuh teka-teki, mengatakan bahwa War and Peace bukan sebuah novel, apalagi sebuah puisi, dan juga bukan catatan sejarah. Bagian-bagian besar dari novel ini, terutama di bab-bab terakhir, adalah diskusi filosofi dibandingkan narasi.

Okay, mungkin segini dulu daftarnya, dari semua buku yang ku tulis di atas, yang pernah aku baca baru 1 buku. Hiks :( Semoga tahun depat bisa bertambah dan bertambah lagi koleksinya. Hehe

Thank you for reading and have a nice day readers.

Ini summary-nya ya

·         Harry Potter and The Deathly Hallows – J.K. Rowling
·         The Lion, the Witch and the Wardrobe - C. S. Lewis
·         The Lord of The Rings -  J. R. R. Tolkien
·         The Hobbit -  J. R. R. Tolkien
·         Pride And Prejudice - Jane Austen
·         Far From the Madding Crowd - Thomas Hardy
·         Sense and Sensibility – Jane Austen
·         The Color Purple – Alice Walker
·         Anna Karenina – Leo Tolstoy (1877)
·         To Kill a Mockingbird – Harper Lee (1960)
·         Wuthering Heights – Emily BrontĂ« (1847)
·         1984 – George Orwell (1949)
·         The Great Gatsby - F. Scott Fitzgerald
·         Cryme And Punishment - Fyodor Dostoevsky
·         The Sound And The Furry - William Faulkner
·         Jane Eyre - Charlotte Bronte
·         A Tale of Two Cities - Charles Dickens
·         Dream of The Red Chamber - Cao Xueqin
·         And Then There Were None - Agatha Christie
·         She: A History of Adventure - H.Rider Haggard
·         The Little Prince - Antoine de Saint -ExupĂ©ry
·         The Davinci Code - Dan Brown
·         The Catcher in the Rye - J.D. Salinger
·         The Alchemist - Paulo Coelho
·         Heidi’s Years of Learning and Travel - Johanna Spyri
·         Anne of Green Gables - Lucy M. Montgomery
·         Black Beauty - Anna Sewell
·         The Name of the Rose  - Umberto Eco
·         Charlotte’s Web - E. B. White
·         The Tale of Peter Rabbit - Beatrix Potter
·         Jonathan Livingston Seagull - Richard Bach
·         Angels and Demons - Dan Brown

·         War and Peace - Leo Tolstoy

nb: Yang aku bold berarti udah aku baca/nonton filmnya.

Sources:

Rabu, 24 Oktober 2018

Dongeng Kepahlawanan

Heilooo..
Kenapa saya tiba-tiba menulis dongeng?
Jadi kemarin sempat ikut kegiatan sosial yang fokusnya ke anak-anak di daerah pinggiran atau pedalaman. Nama kegiatan tersebut adalah "Sharing and Fun Educating" yang diadakan oleh Komunitas Arsa Jakarta. Salah satu kegiatannya adalah mendongeng. Jreng jreng.. Seumur hidup belum pernah bikin dongeng. Akhirnya setelah berpikir beberapa hari, tercetuslah ide untuk mengarang sendiri dongeng tersebut. Dengan mengadaptasi sedikit cerita dari Harry Potter and The Goblet of Fire, akhirnya jadilah sebuah cerpen berjudul "Pahlawan Terhebat"
Check it out!

PAHLAWAN TERHEBAT
Di negeri nun jauh, ada sebuah sekolah untuk para superhero.
Di suatu pagi, diumumkanlah bahwa akan ada sebuah perlombaan untuk para siswa superhero.
Di perlombaan ini, akan dicari siapa kiranya siswa yang paling hebat dan pantas mendapatkan gelar pahlawan terhebat.
Dari ratusan siswa, terpilihlah Rudi, Sekar, dan Faro yang akan bertanding dalam pertandingan final. Tugas mereka adalah mengambil bunga emas yang ada di sarang naga. Yang masing-masing dijaga oleh naga yang berbeda namun sama kuatnya. Barang siapa yang berhasil membawa bunga emas ke kepala sekolah paling cepat, ia adalah juaranya.
Rudi akan melawan naga merah, Sekar melawan naga biru, dan Faro melawan naga hijau.
Faro membawa pedang yang sangat tajam. Meskipun dengan tubuh yang penuh luka akibat keganasan naga, ia akhirnya berhasil mengalahkan sang naga hijau dengan pedangnya tersebut dan berhasil memasuki sarang naga untuk mengambil bunga emas yang ada di dalamnya.
Sekar menggunakan senjata andalannya, yakni panah. Sekar sangat ahli memanah, namun meskipun begitu, sang naga tetap tak terkalahkan. Sekar mencoba dan mencoba lagi, hingga akhirnya sang nagapun terjatuh. Sekar mengambil bunga emas yang ada di dalam sarang naga biru.
Sementara Rudi, ia tidak memiliki senjata apapun. Ia dengan hati-hati mendekati sang naga merah.
“Hai, naga merah.” Teriak Rudi dari jauh sambil memasang kuda-kuda siap lari kalau-kalau sang naga merah marah dan hendak menyemburnya dengan api.
“Ada apa anak muda?” Tanya sang naga. Ternyata ia tidaklah segalak yang Rudi pikir.
“Bisakah aku meminta bantuanmu?” Rudi berjalan mendekati sang naga.
“Apa itu?” Tanya naga merah lagi.
“Aku diberikan tugas untuk membawa setangkai bunga emas. Apakah kau memilikinya?” Rudi bertanya dengan pelan.
“Oh, tentu saja aku memilikinya. Tapi bukankah kau seharusnya bertarung melawanku untuk bisa mendapatkan bunga itu seperti peserta lain?” kata sang naga.
“Kau memang benar. Tapi, dalam pengumuman, tidak disebutkan bahwa aku harus bertarung melawanmu. Kepala sekolah hanya mengatakan bahwa tugas kami adalah membawa pulang bunga emas. Lagi pula kalau kita bertarung, kita berdua akan terluka dan bisa jadi salah satu dari kita akan mati Bukankah lebih baik aku memintanya saja darimu? Jawab Rudi.
“Bagaimana jika aku tidak mau memberikannya?” Tanya sang naga.
“Lalu apa yang harus kulakukan agar kau memberikannya kepadaku? Tanya Rudi juga.
“Mari bermain teka-teki.” Jawab sang naga. “Terbak apa isi dari kotak itu.” Sang naga menunjuk sebuah kotak yang ada di dekatnya. “Ia tidak memiliki harga apapun sekarang. Namun ia bisa saja lebih berharga dari setangkai bunga emas sekalipun. Jika kau bisa menjawabnya, kau boleh membawa pulang bunga emas ini.” Tantang sang naga.
Rudi berpikir sejenak. Apa yang tidak berharga sekarang namun di kemudian hari bisa jadi lebih berharga dari setangkai bunga emas?
Setelah berpikir, Rudi akhirnya tersenyum lalu menjawab.” Biji bunga emas!” Jawab Rudi lantang.
Sang naga tertegun. Jawaban Rudi benar. “Bagaimana kau bisa mengetahuinya?” Tanya sang naga.
“Tentu saja. Biji bunga emas tidak ada artinya sekarang, namun jika aku menanam dan merawatnya, ia bisa tumbuh menjadi tanaman bunga emas yang tidak hanya memiliki 1 tangkai bunga, tapi bisa jadi memiliki sangat banyak bunga emas.
“Kau sangat cerdas, sekarang kau boleh mengambil bunga emas itu.” Kata sang naga.
“Terima kasih pak naga. Oh ya, aku memiliki biscuit, ini aku berikan kepadamu.” Rudi tersenyum dan bergegas mengambil bunga emas lalu berlari pulang.
Ketiga persertapun sekarang dalam perjalanan pulang. Faro sedikit memimpin, ia berada paling depan. Tiba-tiba, seorang kakek tua menghadang jalannya.
“Hai, anak muda, bolehkah aku meminta tolong?” Tanya sang kakek.
Namun Faro hanya mendorong sang kakek yang telah menggangu perjalanannya lalu melanjutkan perjalanan.
“Dasar mengganggu saja.” Kerutu Faro.
Lalu tidak lama kemudian, Sekarpun lewat. Dan si kakek tuapun menghentikannya.
“Hai nona, bolehkah aku meminta tolong?” Tanya kakek tua.
“Oh, boleh saja kek. Ada yang bisa saya bantu?” Tanya Sekar.
“Kau sepertinya membawa bunga emas.Bolehkah kakek memintanya untuk istri kakek yang sedang sakit? Bunga emas adalah satu-satunya obat untuk penyakitnya. Jika tidak, nyawanya mungkin tidak akan tertolong.” Ucap sang kakek sedih.
Sekar berpikir sejenak, lalu “ Maaf kek, tapi aku harus membawa bunga ini untuk perlombaan. Aku harus sampai lebih dulu agar bisa mendapatkan gelar pahlawan terbaik.” Sekar pun meninggalkan sang kakek dan melanjutkan perjalanannya.
Lalu yang terakhir, Rudipun lewat. Sang kakek juga menghentikan langkah Rudi.
“Duhai anak muda, bolehkah aku meminta tolong?” Tanya sang kakek lagi.
“Tentu saja kek.” Jawab Rudi.
“Aku sangat membutuhkan bunga emas untuk istriku yang sedang sakit. Bunga emas adalah satu-satunya obat untuk penyakitnya.” Sang kakek tertunduk sedih mengingat sang istri.
Rudi tersenyum ke arah sang kakek. “Tentu saja. Ini kakek ambil saja. Semoga istri kakek lekas sembuh ya.” Rudipun menyerahkan bunga tersebut kepada sang kakek. Rudi lalu melanjutkan perjalanannya menuju sekolah. Namu kali ini tidak dengan berlari lagi. Karena ia tahu bahwa ia sudah kalah.
Sesampainya di gerbang sekolah, Rudi terkejut karena ada banyak orang yang menyambutnya. Begitu ia memasuki aula sekolah, sang kepala sekolah ternyata sudah siap dengan pengumuman pemenangnya.
“Dan, pemenang perlombaan kali ini yang berhasil mendapatkan gelar pahlawan terbaik, adalah…” Jengjengjengjeng..
“RUDI!”
Rudi terkejut. Bagaimana bisa? Padahal ia tidak membawa pulang bunga emas itu.
“Ketahuilah Rudi, sesungguhnya kakek-kakek yang kau temui tadi di hutan adalah aku yang sedang menyamar. Jadi, bunga emasmu telah sampai ke tanganku paling dulu.
“Jadi, anak-anakku sekalian. Pahlawan terhebat bukanlah ia yang memiliki kekuatan paling besar tapi pahlawan terhebat adalah dia yang selalu bersedia menolong orang lain meski tidak ada satu orangpun yang melihat.

Jumat, 13 Juli 2018

Sinetron Indonesia

Dari dulu selalu berpikir, "Oh, c'mon, apa yang dilakukan para scriptwriter dari sinetron ini/itu? Apa mereka tidak punya ide lagi? Kenapa bisa seorang SW dengan kualitas seperti mereka masih saja melanglang buana di jagat pertelevisian Indonesia?" Sering terlintas di pikiran juga, para penulis pemula, penulis2 blog, penulis2 wattpad, atau bahkan saya sendiri (asal mau belajar) sepertinya bisa bikin karya yang lebih baik. Sempat berpikir mau nyoba jadi SW, tapi setelah baca ini, jadi sedih T.T Mereka sebenarnya orang-orang hebat, tapi kreatifitas dan yang utama idealisme mereka dikekang oleh sesuatu yang bernama rating, which is itu adalah dewa (benar2 segala-gala-galanya) di dunia pertelevisian Indonesia. Di negeri ini opera sabun dibuat dengan gaya Variety Show, dibuat tanpa ending di awal. Jadi endingnya ada di sebuah dimensi di masa depan yang hanya Tuhan yang tau :’)

Sekarang saya mengerti, sekarang ini tujuannya bukanlah mencerdaskan penonton, tapi berpura-pura menjadi tidak cerdas agar dapat diterima oleh penonton. Sebelumnya juga pernah baca tulisan dari scripwriter sinetron senior yang mengatakan “Memegang idealisme itu bagus,tapi bisa mempertahankannya 50% saja itu sudah sangat ajaib. Belum lagi banyak yang naskahnya ditolak dengan alasan too intelligent. Ada juga produser yang sudah muak dengan ceritanya, tapi pihak TV nya pengen lanjut terus, atau scriptwriter yang malu menonton acaranya sendiri.

Miris yah, tapi itulah kenyataannya. Jadi selama selera masyarakat belum berubah, selamanya kualitas per-opera-sabun-an di negeri ini akan terus begitu. Padahal kalau dipikir, seandainya seluruh pihak TV mau berkomitmen dan ada regulasinya, mereka bisa menggiring selera masyarakat itu menjadi lebih berkualitas, bukan sebaliknya, pertelevisian yang digiring oleh selera masyarakat yang memprihatinkan.
Jadilah impian saya mecoba menjadi SW ditunda dulu xD I think it’s simpler to write a novel. (Wait, simple? you even not finish your 1st novel yet Nunu! xD)

Oh ya, satu lagi, banyak yang mengeluhkan kenapa di TV Indonesia serial luar negeri yang diambil juga kebanyakan yang episodenya panjang dan alurnya 11/12 sama sinetron Indonesia? Jawabannya simple saudara-saudara. Mau ambil drama Korea, drama Jepang, drama Thailand, atau serial Amerika, tapi penggemarnya kebanyakan anak muda, iya sih anak muda juga ada banyak, dan ini bukan masalah rebutan remot doang sama emak yang kepengan nonton serial India tentang menantu tersakiti atau serial Turki tentang anak tertukar, tapi karena kalian si penggemar drama Jepang, Korea, dan Amerika rata-rata anak muda yang melek teknologi dan tidak sabaran. Satu-dua episode tayang mungkin booming, tapi setelahnya, kalian nggak sabar buat nunggu episode selanjutnya, akhirnya berpindah ke Viu, Netflix, atau yang paling rame yah download ilegal (Oke, aku ngaku aku juga salah satunya :')). Jadilah pas waktu tayang di TV, kalian udah nggak terlalu antusias dan rating otomatis drop. TV mau nayangin bersamaan dengan waktu tayang di negara asalnya juga kayaknya musti bayar mahal banget, dan belum tentu dramanya laris. Jadi seperti bermain judi dengan taruhan yang besar sekali.

Hal ini beda sama waktu aku muda dulu (cie, sekarang udah tua xD) Dulu itu ada banyak banget drama Korea di Indosiar, drama Taiwan di RCTI, telenovela si SCTV, drama China dan Thailand di ANTV, dan serial Amerika di TransTV. Dulu serial Amerika kayak Heroes, Hanna Montana, sampai opera sabun dan sitkom Amerika juga banyak. Dulu, dulu sekali bahkan serial-serial luar negeri yang tayang di Indonesia soundtrack nya juga pakai bahasa Indonesia loh. Kayak serial Amerika yang tayang di Indosiar (I forget the title) dikasih soundtract baru yang dinyanyiin kontestan AFI, serial Filiphina yang dikasih soundtract 3 Cinta dari Melly Goeslaw, sampai Kabut Cinta yang dulu soundtractnya dinyanyiin Yuni Shara.

Oh ya, banyak yang judulnya juga diubah ke Bahasa Indonesia. Dubbing? Sudah pasti. Kalau sekarang, drama Korea yang didubbing aja, fans-nya pada protes xD
Dulu sih, kita-kita belum tau gimana itu download drama atau serial. belum lagi subtitle Indonesia nggak seramai sekarang. Jadi kalaupun ada film di Internet, belum tentu ada subtitle-nya. Jadilah kita mau nggak mau nungguin yang tayang di TV.

Oke, sekian dulu pembahasan kita tentang sinetron Indonesia kali ini. Akhir kata, semoga pertelevisian Indonesia bisa lebih baik kedepannya yaa J



Senin, 07 Mei 2018

What's The Difference Between ...

Because I'd confused about the difference between two things or more that i think similar before..

- House dan Home
Waktu SD kupikir keduanya sama, tapi kemudian dijelaskan oleh Mr. Franky (guru bahasa Inggrisku waktu SD) Bahwa House berarti bangunannya sedangkan Home berarti sifat-nya. Jadi tempat apapun yang kalian anggap tempat yang nyaman dan tempat kalian kembali sejauh apapun pergi (di dunia), maka itu adalah home. Bisa jadi Home kalian adalah nama kota, nama negara, sebuah organisasi, tempat di manapun keluarga kalian berada, atau bisa jadi home kalian adalah seorang manusia. Sedangkan House adalah bangunan rumah itu sendiri.

-Psikiater dan Psikolog
Terdengar sama dan keduanya pun merupakan profesi yang didapat melalui jalur psofesional dan pendidikan formal yang berkaitan dengan kejiwaan. Bedanya? Sejak awal memang berbeda, kuliahnyapun di jurusan yang berbeda. Psikolog adalah sarjana Psikologi yang kemudian mengambil profesi (setingkat S2) untuk menjadi psikolog, sedangkan Psikiater adalah lulusan kedokteran, telah menjadi dokter, kemudian mengambil spesialis di bidang psikiatri.Jadi psikiater ini sering juga disebut dokter jiwa, sama seperti dokter syaraf yang juga memiliki sebutan lain, yakni neurolog. Karena psikiater adalah seorang dokter, maka ia boleh meresepkan obat untuk pasien, sedangkan psikolog menangani klien dengan konsultasi atau tes-tes yang tidak berkaitan dengan fisik. Istilahnya, seorang psikolog mengobati dengan kata-kata. Psikiater menangani orang-orang yang mengalami penyakit kejiwaan, sedangkan psikolog membantu orang yang sehat secara kejiwaan biasanya untuk lebih mengenal diri nya sendiri.

-Raja (King) dan Kaisar (Emperor)
Seorang raja memimpin kerajaan (contoh Raja Inggris, Raja Joseon, dan Raja Arab), sedangkan seorang kaisar memimpin sebuah kekaisaran (contoh Kaisar Romawi dan Kaisar Qing). Kerajaan umumnya lebih kecil dari kekaisaran. Dalam sebuah kerajaan biasanya hanya terdapat satu bangsa, sedangkan dalam kekaisaran biasanya terdapat beberapa bangsa yang dipimpin dalam satu kekaisaran. Terkadang sebuah kekaisaran juga memimpin beberapa kerajaan. Maka sebutan lain untuk Kaisar adalah Maharaja. Oh ya, perbedaan lain dari kerajaan dan kekaisaran adalah tentang penerus. Dalam sebuah kerajaan merupakan hal yang lumrah jika seorang raja memiliki penerus perempuan (meski tidak semua kerajaan memiliki hukum demikian) jikalau sang raja tidak memiliki anak laki-laki (Contoh, Ratu Elizabeth I yang merupakan putri dari Raja Henri VIII yang menjadi Ratu setelah menggantikan saudara tirinya, Ratu Mary). Sedangkan penerus seorang Kaisar biar bagaimanapun haruslah seorang laki-laki.

-Kalender Matahari (Solar) dan Kalender Bulan (Lunar)
Kalender matahari juga biasa disebut kalender Masehi, sedangkan kalender bulan yang dikenal ada dua, yakni kalender Hijriah dan kalender Cina. Kalender Matahari dihitung berdasarkan Revolusi bumi mengelilingi matahari, jadi dalam satu kali bumi mengelilingi matahari, terhitung 1 tahun masehi. Sedangkan kalender bulan dihitung berdasarkan revolusi bulan menglilingi bumi. Jadi dalam satu kali bulan mengelilingi bumi, terhitung 1 bulan kalender bulan. Bumi membutuhkan waktu sekitar 365.25 hari untuk mengelilingi matahari (digenapkan menjadi 365 hari dan 366 hari setiap 4 tahun sekali atau tahun kabisat) jadi setiap bulannya terdiri dari 30-31 hari kecuali februari, sedangkan bulan membutuhkan waktu 29.5 hari untuk mengelilingi bumi, yang artinya, satu tahun dalam kalender bulan adalah 354 hari. Jadi waktu yang dibutuhkan bulan mengelilingi bumi dikali 12 mendekati tapi tidak sama persis dengan waktu yang dibutuhkan bumi mengelilingi matahari. Itulah mengapa ada 2 versi penanggalan yang dikenal manusia secara umum saat ini.

Selanjutnya, apa perbedaan kalender Hijriah dan kalender Cina? (Please correct me if i'm wrong :)) Kalender Hijriah disebut juga kalender bulan murni. Karena perhitungannya murni dari pergerakan bulan. Itu kenapa tahun baru Hijriah selalu berubah-ubah setiap tahun jika diliat di kalender masehi. Sedangkan kalender cina lebih ke menggabungkan kalender bulan dan matahari. Jadi, 1 bulannya dihitung dari revolusi bulan mengelilingi bumi, sedangkan 1 tahunnya dihitung dari revolusi bumi mengelilingi matahari. Loh, bukannya nggak sama yah? Yah, memang nggak Jadi caranya adalah dengan menambahkan 1 bulan lagi setiap 2.7 tahun sekali. Jadi bulan ini dikenal dengan bulan kabisat. Kenapa 2.7 tahun sekali? Karena perbedaan hari kalender matahari dan bulan ada sekitar 11 hari, sedangkan 1 bulan dianggap saja 30 hari, berarti jika ingin menambahkan 11 hari itu menjadi 1 bulan penuh, maka penambahan itu dilakukan 30/11 = 2.7 tahun sekali, atau 7 kali dalam 19 tahun (artinya, setiap 2  atau 3 tahun sekali akan ada 13 bulan dalam 1 tahun kalender Cina). Dengan cara seperti ini, maka tahun baru Cina selalu jatuh di kisaran waktu yang berdekatan setiap tahunnya, yakni sekitar bulan Februari. Sedangkan tahun baru dalam kalender Hijriah selalu berubah-ubah setiap tahun. Jika kalian perhatikan, 1 Muharram, Idul Fitri, Idul Adha, atau hari-hari besar islam lainnya selalu maju sekitar 11 hari kan setiap tahunnya?

Lalu yang (mungkin) menjadi pertanyaan selanjutnya, mengapa kalender Cina harus mempertimbangkan revolusi bumi terhadap matahari juga dalam sistem penanggalannya? Jawabannya adalah karena posisi matahari terhadap bumi atau sebaliknya sangat berhubungan dengan musim. Bagi masyarakat Tionghoa jaman dulu dan semua yang menggunakan kalender Cina ini (bangsa-bangsa di Asia Timur) musim sangatlah penting, karena daerah mereka adalah daerah agraris. Tahun baru haruslah jatuh di awal musim semi, saat musim panen tiba. Jika seandainya kalender Cina mengikuti penanggalan bulan murni, maka bisa-bisa tahun baru jatuh di musim dingin


-Kodok (Toad) dan Katak(Frog)
Kodok



Katak


Waktu kecil dulu kita sering menganggap dua hewan ini sama dong. Hayo, siapa yang pas belajar membaca pas mengejanya K-A-Ka-T-A-mati K-Tak, dibaca .. "Kodok!"? xD
Sebenarnya mereka adalah 2 hewan yang berbeda. Sama-sama Ordo Anura (ciri-ciri tak berekor dan tak berleher) dari kelas Amfibia, tapi berbeda di tingkat family. Kodok masuk family Ranidae, sedangkan katak masuk family Bufonidae.

Masing-masing Katak dan Kodok punya banyak spesies, namun umumnya Kodok lebih berbonggol(?) dan kulitnya lebih bertekstur daripada katak yang biasanya lebih langsing dan memiliki permukaan kulit yang licin. Karena memiliki kaki belakang yang lebih panjang, Katak juga umumnya dapat melompat lebih tinggi daripada kodok.

-When dan While
Yang aku ingat pertama kali belajar while dan when waktu SMP pas pelajaran tenses. Di situ selalu ditulis "while/when" yang berarti ketika. Setelah agak terbiasa dengan bahasa Inggris, kita akan sadar sendiri kapan saat yang pas menggunakan when dan kapan menggunakan while. Keduanya digunakan untuk menghubungkan 2 buah action yang terjadi dalam satu waktu. Perbedaannya? When bisa digunakan dalam bentuk kalimat apapun, sedangkan ketika menggunakan while, kalimat kedua haruslah continuous tense. Kenapa? Karena While itu menjelaskan bahwa kedua action berlangsung benar-benar bersamaan.

Contoh 1 (while).
+ I cooked chicken soup while she was cleaning the room.
= Saya memasak sup ayam ketika dia sedang membersihkan ruangan.

Contoh 2 (when)
+ Sister was baking cake when Dad arrived home
= Kakak sedang memanggang kue ketika ayah sampai di rumah.

Nah, while pada contoh pertama dapat diganti dengan when. Tapi, when pada contoh kedua tidak dapat diganti dengan while. Karena sekali lagi, jika menggunakan kata while, berarti kalimat kedua haruslah berbentuk continuous.
Untuk lebih mudahnya, arti "while" dalam bahasa Indonesia mungkin lebih cocok dengan kata "sementara". Bukan sementara yang berarti "temporary", tapi sementara yang menghubungkan dua buah action yang terjadi dalam waktu yang bersamaan. Mari kita gunakan kembali contoh di atas.

1. Saya memasak sup, sementara dia sedang mempersihkan ruangan.
2. Kakak sedang memanggang kue sementara ayah sampai di rumah.
Nah, kalimat yang pertama pas kan? sedangkan kalimat kedua terasa agak kurang pas. Emang udah cocok dengan menggunakan kata hubung "ketika".

Oke, sampai di sini dulu yah. Sebenarnya ada banyak saat di mana saya menulis keyword "What is the difference between ..." di internet. Tapi buat sekarang yang diingat ini dulu. Next kalo inget diedit kali. Hehe. Thanks for reading. And please be pleasure to write any comment or correction if you found any mistake or misunterstanding. thank you very much. and have a great day ;)

Beberapa Nama Warna Selain Mejikuhibiniu

Pernah nggak kalian ditanya tentang warna dan kalian sendiri bingung menyebutnya apa? Atau ketika belanja online, ada puluhan avaible colour...