Tampilkan postingan dengan label fiction. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fiction. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Desember 2018

Buku Klasik Populer Sepanjang Masa

Heilo, It's December already. That's mean 2019 akan datang sebentar lagi. Waah, Apa aja nih resolusi tahun 2018 kamu yang sudah tercapai? Atau mungkin harus diperharui di tahun 2018 nanti? Hihi.
Salah satu rencanaku di awal tahun 2018 sebenarnya adalah membaca banyak buku. Tapi entah karena lagi sok sibuk atau mungkin karena tidak punya to-read list, aku gagal di misi ini. Huhuhu.

Jadi sekarang aku memutuskan untuk membuat to-read list dan hunting beberapa buku. Nah, pertanyaannya, buku seperti apa ya?
Nah, aku memutuskan untuk membaca beberapa buku yang judulnya sering ku dengar tapi belum pernah ku baca dan beberapa karya terkenal lainnya yang terus menjadi pembicaraan orang-orang meskipun waktu terlah berlalu bertahun-tahun bahkan hingga ratusan tahun.  Aku merangkumnya dalam buku-buku klasik populer sepanjang masa. Check it out!


Pride And Prejudice - Jane Austen
Novel ini bercerita tentang keluarga Bannet dengan 5 anak perempuannya yang belum menikah. Pada masa itu, perempuan muda di awal usia 20 tahun sudah harus menemukan pasangan alias menikah.Lika-liku Elisabeth Bannet dalam mencari pasangan hatinya yang membuat cerita semakin menarik. Apalagi setelah dia sadar bahwa orang yang mencintainya tak seburuk yang dia sangka.

Far From the Madding Crowd - Thomas Hardy
Novelnya bercerita tentang seorang wanita yang sangat mandiri dan tidak menemukan keinginan untuk menikah padahal pada masa itu wanita dewasa seharusnya menjadi seorang istri dan melayani suami.

Sense and Sensibility – Jane Austen
Ceritanya yang tidak biasa dan pastinya mengagumkan membuat novel ini jadi legendaris dan dibicarakan banyak pihak. Menjunjung emansipasi, as always, novel Austen yang ini bercerita tentang dua saudari yang memiliki watak yang bertolak belakang, apalagi setelah ayah mereka yang kaya raya meninggal dunia.

The Color Purple – Alice Walker
Celie, tokoh utama dalam novel ini. Saat baru berusia 14 tahun, dia dihamili oleh ayahnya sendiri sampai melahirkan 2 anak yang keduanya dijual karena mereka yang sangat-sangat miskin. Jika kamu mencari romansa dalam novel ini kamu bisa jadi kecewa, tapi kalau kamu mencari nilai kehidupan, maka novel ini punya skor 9 dari 10.

Anna Karenina – Leo Tolstoy (1877)
Kamu akan benci pada Anna, tapi kamu juga akan mengasihaninya. Kalau kamu mencari novel romantis yang tidak menye-menye tapi tetap mengena di hati, novel ini adalah jawaban terbaik untukmu.Perselingkuhan yang disajikan Tolstoy dalam novel ini sangat menarik, apalagi pada zaman itu selingkuh adalah hal paling haram yang mengundang kejijikan semua orang.

To Kill a Mockingbird – Harper Lee (1960)
buku ini menghantam telak pada salah satu dari penyakit umat manusia yang paling kronis, yaitu kecenderungan untuk berprasangka buruk, bias subjektif dalam menilai seseorang, serta menghakimi orang lain berdasarkan warna kulit dan latar belakang sosial.

Wuthering Heights – Emily Brontë (1847)
Wuthering Heights adalah karya sastra klasik dunia yang berbicara tentang topik cinta dari sudut pandang yang paling gelap dan mengerikan. Ketika seseorang mencintai dengan cara yang salah, cinta tidak lagi berbicara tentang hal-hal yang menyenangkan… melainkan berbicara tentang obsesi berlebihan, rasa ingin memiliki, dendam, benci, posesif, kecemburuan, dan amarah yang tidak terkendali… semua itu terjadi diatasnamakan cinta.


The Lord of The Rings -  J. R. R. Tolkien
The Lord if The Ring, salah satu buku terlaris sepanjang masa yang akhirnya di-film-kan dan fil mnya sendiripun jadi salah satu film terpopuler sepanjang masa. Aku sudah menonton film-nya entah berapa kali, tapi belum pernah membaca bukunya. Huhu. Bercerita tentang 4 orang hobbit (sejenis makhluk kerdil), seorang penyihir, seorang peri, seorang kurcaci, dan dua orang manusia yang yang melakukan perjalanan panjang untuk berusaha menghancurkan sebuah cincin guna mencegah kekuatan jahat menguasai dunia.


The Hobbit -  J. R. R. Tolkien
Sama seperti The Lord of The Ring, aku juga sudah menonton versi film dari cerita ini. Berlatar waktu beberapa puluh tahun sebelum The Lord of The Ring, The Hobbit sendiri memang ditulis sebelum buku fenomenal milik J. R. R. Tolkien tersebut, tapi untuk versi film, justru dibuat belasan tahun setelah versi film dari The Lord of The Ring rilis. Buku ini bercerita tentang perjalanan Bilbo Baggins, paman Frodo (salah satu hobbit yang diceritakan di buku The Lord of The Ring) dalam membantu para kurcaci dalam merebut kembali daerah mereka yang selama puluhan tahun dikuasai oleh seekor naga. 

1984 – George Orwell (1949)
1984 akan membawa lo pada sebuah kehidupan distopia dalam iklim politik totaliter, saat dimana pemerintah memiliki kontrol penuh kekuasaan atas rakyatnya yang sudah sangat jauh melampaui batas… Apa yang terjadi ketika pemerintah memiliki kekuasaan absolut atas rakyatnya? yang terjadi adalah manipulasi informasi publik, pemberantasan kebebasan berpendapat, dan pencabutan hak-hak individu.

The Great Gatsby - F. Scott Fitzgerald
Novel klasik ini ditulis oleh seorang penulis legendaris kenamaan yakni F. Scott Fitzgerald. "The Great Gatsby" bercerita tentang sosok miliarder misterius bernama Jay Gatsby, dari sudut pandang seorang tetangganya, yakni Nick Carraway. Secara garis besar, Nick bercerita tentang bagaimana Gatsby meraih kembali cinta seorang wanita yang dikasihinya.

Cryme And Punishment - Fyodor Dostoevsky
Buku yang ditulis oleh Fyodor Dostoevsky ini mengisahkan pergolakan batin seorang mahasiswa miskin bernama Raskolkinov usai melakukan pembunuhan terhadap seorang wanita lintah darat dan adiknya. Jika novel kriminal lain akan berfokus pada kisah pengungkapan dan penangkapan pelaku kejahatan, novel ini memiliki keistimewaannya sendiri dengan membahas tentang orang yang melakukan kejahatan dan merasakan hukumannya sendiri, yakni perasaan bersalah, gangguan psikologis mengerikan sehingga ia menjadi gila.

The Sound And The Furry - William Faulkner
"The Sound And The Furry" merupakan karya klasik legendaris yang lahir dari penulis William Faulkner. Buku ini berkisah mengenai kehidupan keluarga Compson, yang konon katanya merupakan keluarga Aristokrat di Amerika Serikat. Pasca perang, mereka harus berjuang menghadapi kondisi keluarga yang tercerai-berai dan jatuhnya reputasi mereka.

Jane Eyre - Charlotte Bronte
Jane Eyre merupakan salah satu karya fiksi klasik paling populer sepanjang masa. Sesuai judulnya, buku ini mengangkat kisah Jane Eyre, seorang gadis yatim piatu yang mengalami penderitaan sejak kecil, diperlakukan tidak adil oleh bibinya dan dimasukan ke sebuah sekolah dengan disiplin yang keras, yang membuat hidup Jane tidak lebih baik dari sebelumnya.

A Tale of Two Cities - Charles Dickens
Novel ini menggambarkan keadaan buruk petani Perancis dalam tahun-tahun sebelum revolusi, kebrutalan yang ditunjukkan kaum revolusi terhadap aristokrat pada awal revolusi, dan paralel dengan kehidupan sosial di London pada periode yang sama. Novel ini berkisar pada kehidupan tokoh-tokoh protagonis Charles Darnay dan Sydney Carton.

Dream of The Red Chamber - Cao Xueqin
Judul buku ini adalah judul versi bahasa Inggris untuk buku berjudul Hong Lou Meng. Buku ini adalah karya sastra terkenal dari zaman Dinasti Qing. Pengarang novel ini adalah Cao Xueqin pada tahun 1754. Di Indonesia, buku ini dikenal dengan judul Impian Paviliun Merah.

The Lion, the Witch and the Wardrobe - C. S. Lewis
Another great book yang sukses diadaptasi ke sebuah film. Berhubung film ini hits banget dulu, sering tayang di TV (waktu jaman chanel-chanel TV nasional masih nyaman ditonton xD), jadi sudah pasti aku juga sudah menonton film ini. ?Hehe. Mungkin film-nya lebih populer dengan judul utama "The Chronicles of Narnia". Menceritakan kehidupan 4 bersaudara di zaman perang dunia ke-2. Mereka berempat secara ajaib menemukan sebuah dunia ajaib dari dalam sebuah lemari pakaian. Mereka harus menyelamatkan dunia tersebut dari kejahatan penyihir putih. Buku ini adalah buku pertama yang ditulis dari 7 seri The Chronicles of Narnia. Namun secara kronologi, buku ini adalah yang kedua setelah The Magician's Nephew. Oh ya, buku ini juga ada versi buku dongengnya loh. Yang secara gak sengaja pernah aku lihat di gramedia beberapa tahun lalu.

And Then There Were None - Agatha Christie
Dalam edisi bahasa Indonesia buku ini berjudul Sepuluh Anak Negro yang diambil dari judul tema utama lagu dalam buku ini. Lagu tersebut adalah lagu anak-anak (yang merupakan ciri khas Agatha Christie) yang menceritakan 10 anak negro yang hilang satu persatu dan proses menghilangnya. Buku ini  merupakan karya paling laris dari sang ratu misteri dengan penjualan lebih dari 100 juga copy. 

She: A History of Adventure - H.Rider Haggard
Buku ini adalah novel karya H.Rider Haggard yang ditulis pada sekitar tahun 1887 ini berkisah tentang seorang ratu di pedalaman.

The Little Prince - Antoine de Saint -Exupéry
Kisahnya menceritakan tentang perasaan kesepian, kehilangan, cinta, kisah persahabatan dan pengalaman saat melakukan penerbangan di gurun sahara yang tertuang dalam bentuk Pangeran kecil yang jatuh ke Bumi.

The Davinci Code - Dan Brown
Kisah dalam buku ini merupakan gabungan gaya detektif, thriller dan teori konspirasi, yang telah membantu memopulerkan perhatian terhadap sebuah teori-teori tentang legenda Piala Suci (Holy Grail) dan peran Maria Magdalena dalam sejarah Kristen – teori-teori yang oleh Kristen dipertimbangkan sebagai ajaran sesat dan telah dikritik sebagai sejarah yang tidak akurat. Buku ini adalah bagian kedua dari trilogi yang dimulai Dan Brown dengan novel Malaikat dan Iblis (Angels and Demons) pada tahun 2000, yang memperkenalkan karakter Robert Langdon.

The Catcher in the Rye - J.D. Salinger
Buku ini berkisah tentang seorang pemuda bernama Holden Caulfield yang pulang ke rumah setelah diusir dari sebuah sekolah lanjutan swasta eksklusif. Alih-alih langsung pulang ke rumah, Caulfield naik kapal mengembara, berpikir tentang apa yang akan dikatakannya pada keluarganya, dan bagaimana yang terbaik untuk menghadapi jika suatu saat dikeluarkan dari sekolah. Buku ini mengandung banyak kata yang tidak senonoh, dan banyak orang yang tak menyukai buku ini. Buku ini dilarang di banyak tempat.

The Alchemist - Paulo Coelho
Buku yang dalam edisi bahasa Indonesia berjudul Sang Alkemis ini adalah sebuah novel fiksi karya Paulo Coelho dan pertama kali diterbitkan di Brazil pada tahun 1988. Pada buku ini Coelho menuliskan alur penceritaan simbolik yang mendorong pembacanya agar mengejar mimpi mereka. Kisah ini menceritakan perjalanan seorang gembala dalam mencari harta karun di mana harta karun tersebut muncul dalam mimpinya.

Heidi’s Years of Learning and Travel - Johanna Spyri
Buku ini adalah karya fiksi yang ditulis pada tahun 1880 oleh penulis Swiss, Johanna Spyri. Buku ini dikenal ada 2 seri, yang mana Heidi’s Years of Learning and Travel adalah seri pertamanya. Kini, buku ini menjadi satu bagian utuh dengan judul Heidi.

Harry Potter and The Deathly Hallows – J.K. Rowling
Kalau ditanya film/buku favoritku, aku pasti akan dengan cepat menjawab Harry Potter. Hampir seluruh orang di dunia pasti tau atau paling nggak pernah mendengar tentang Harry Potter. Kisah sang penyihir dengan sapu terbang dan peliharaan burung hantunya. Yap, benar sekali. Meskipun Harry Potter ini bukan termasuk buku klasik, namun ia bisa masuk dalam kategori buku paling laris sepanajng sejarah. Menceritakan kisah seorang anak penyihir yang ditinggal meninggal kedua orang tuanya sejak masih bayi. Selama usia sekolah dasar, ia tinggal di keluarga bibi-nya yang merupakan non-penyihir. Hingga suatu hari, seseorang dari sekolah sihir mengundangnya untuk bergabung ke sekolah sihir Hogwarts. Nah, di sinilah perjalanan Harry bersama teman-temannya untuk memusnahkan penyihir hitam yang sangat kuat dimulai. Harry Potter and The Deathly Hallows sendiri merupakan buku ke-7 dan sekaligus buku terakhir dari seri petualangan Harry Potter. Mungkin buku ini adalah buku yang paling banyak ku baca sejauh ini. Hahaha.

Anne of Green Gables - Lucy M. Montgomery
Buku ini berkisah tentang Anne, gadis yatim piatu berusia 11 tahun yang datang ke Desa Avonlea karena sebuah kekeliruan. Dua bersaudara Marilla dan Matthew Cuthbert ingin mengadopsi anak untuk membantu mengurus rumah mereka yang dikenal sebagai Green Gables. Mereka meminta sebuah panti asuhan untuk mengirim seorang anak laki-laki. Namun, yang datang ternyata gadis kecil berambut merah, Anne. 

Black Beauty - Anna Sewell
kisah klasik yang ditulis oleh Anna Sewell dari sudut pandang seekor kuda pada zaman Victoria. Anna Sewell menyelipkan dalam buku ini sebuah pesan universal dan tak lekang oleh waktu: bahwa binatang akan melayani manusia dengan baik apabila mereka diperlakukan dengan penuh pengertian.

The Name of the Rose  - Umberto Eco
Kisah dalam buku ini kental bernuansa misteri yang  tidak hanya menyuguhkan cerita pembunuhan biasa. Dengan sangat cerdas, Eco menghadirkan kehidupan biara yang puritan lengkap dengan tradisi pemikiran gereja Abad Pertengahan.

Charlotte’s Web - E. B. White
Buku ini adalah buku anak yang ditulis oleh E. B. White yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1952. Buku ini menceritakan tentang seekor babi bernama Wilbur dan berteman dengan laba-laba bernama Charlotte.

The Tale of Peter Rabbit - Beatrix Potter
 Buku ini adalah seri pertama dari buku anak-anak yang ditulis dan diilustrasikan oleh Beatrix Potter. Buku ini ditulis sebagai kesenangan pribadi saja, tapi temannyalah yang mendorongnya untuk mempublikasikannya.

Jonathan Livingston Seagull - Richard Bach
Kisah dalam buku ini bercerita tentang pentingnya mengejar mimpi, tidak ada salahnya apabila kita mengejar mimpi walaupun mimpi kita menurut orang lain tidak pantas dan tidak sesuai dengan pendapat umum. Jonathan walaupun kemudian dikucilkan dia tidak menyerah dengan mimpinya, dia tetap terbang dan terbang, hingga suatu hari dia berubah bukan lagi hanya seekor burung camar.

Angels and Demons - Dan Brown
Novel ini bercerita tentang konflik antara organisasi kuno, Illuminati, dengan Gereja Katolik Roma. Novel ini juga membahas kontroversi “Antimateri”, yang disebut-sebut sebagai energi alternatif masa depan, tetapi dapat menimbulkan efek negatif, yaitu menjadi senjata pemusnah massal.

War and Peace - Leo Tolstoy
War and Peace menggambarkan dalam grafis yang detil kejadian-kejadian di masa invasi Prancis ke Rusia dan pengaruh era Napoleon pada masyarakat Tsar, dilihat dari sudut pandang lima keluarga aristokrat Rusia. Tolstoy sendiri, dengan penuh teka-teki, mengatakan bahwa War and Peace bukan sebuah novel, apalagi sebuah puisi, dan juga bukan catatan sejarah. Bagian-bagian besar dari novel ini, terutama di bab-bab terakhir, adalah diskusi filosofi dibandingkan narasi.

Okay, mungkin segini dulu daftarnya, dari semua buku yang ku tulis di atas, yang pernah aku baca baru 1 buku. Hiks :( Semoga tahun depat bisa bertambah dan bertambah lagi koleksinya. Hehe

Thank you for reading and have a nice day readers.

Ini summary-nya ya

·         Harry Potter and The Deathly Hallows – J.K. Rowling
·         The Lion, the Witch and the Wardrobe - C. S. Lewis
·         The Lord of The Rings -  J. R. R. Tolkien
·         The Hobbit -  J. R. R. Tolkien
·         Pride And Prejudice - Jane Austen
·         Far From the Madding Crowd - Thomas Hardy
·         Sense and Sensibility – Jane Austen
·         The Color Purple – Alice Walker
·         Anna Karenina – Leo Tolstoy (1877)
·         To Kill a Mockingbird – Harper Lee (1960)
·         Wuthering Heights – Emily Brontë (1847)
·         1984 – George Orwell (1949)
·         The Great Gatsby - F. Scott Fitzgerald
·         Cryme And Punishment - Fyodor Dostoevsky
·         The Sound And The Furry - William Faulkner
·         Jane Eyre - Charlotte Bronte
·         A Tale of Two Cities - Charles Dickens
·         Dream of The Red Chamber - Cao Xueqin
·         And Then There Were None - Agatha Christie
·         She: A History of Adventure - H.Rider Haggard
·         The Little Prince - Antoine de Saint -Exupéry
·         The Davinci Code - Dan Brown
·         The Catcher in the Rye - J.D. Salinger
·         The Alchemist - Paulo Coelho
·         Heidi’s Years of Learning and Travel - Johanna Spyri
·         Anne of Green Gables - Lucy M. Montgomery
·         Black Beauty - Anna Sewell
·         The Name of the Rose  - Umberto Eco
·         Charlotte’s Web - E. B. White
·         The Tale of Peter Rabbit - Beatrix Potter
·         Jonathan Livingston Seagull - Richard Bach
·         Angels and Demons - Dan Brown

·         War and Peace - Leo Tolstoy

nb: Yang aku bold berarti udah aku baca/nonton filmnya.

Sources:

Rabu, 24 Oktober 2018

Dongeng Kepahlawanan

Heilooo..
Kenapa saya tiba-tiba menulis dongeng?
Jadi kemarin sempat ikut kegiatan sosial yang fokusnya ke anak-anak di daerah pinggiran atau pedalaman. Nama kegiatan tersebut adalah "Sharing and Fun Educating" yang diadakan oleh Komunitas Arsa Jakarta. Salah satu kegiatannya adalah mendongeng. Jreng jreng.. Seumur hidup belum pernah bikin dongeng. Akhirnya setelah berpikir beberapa hari, tercetuslah ide untuk mengarang sendiri dongeng tersebut. Dengan mengadaptasi sedikit cerita dari Harry Potter and The Goblet of Fire, akhirnya jadilah sebuah cerpen berjudul "Pahlawan Terhebat"
Check it out!

PAHLAWAN TERHEBAT
Di negeri nun jauh, ada sebuah sekolah untuk para superhero.
Di suatu pagi, diumumkanlah bahwa akan ada sebuah perlombaan untuk para siswa superhero.
Di perlombaan ini, akan dicari siapa kiranya siswa yang paling hebat dan pantas mendapatkan gelar pahlawan terhebat.
Dari ratusan siswa, terpilihlah Rudi, Sekar, dan Faro yang akan bertanding dalam pertandingan final. Tugas mereka adalah mengambil bunga emas yang ada di sarang naga. Yang masing-masing dijaga oleh naga yang berbeda namun sama kuatnya. Barang siapa yang berhasil membawa bunga emas ke kepala sekolah paling cepat, ia adalah juaranya.
Rudi akan melawan naga merah, Sekar melawan naga biru, dan Faro melawan naga hijau.
Faro membawa pedang yang sangat tajam. Meskipun dengan tubuh yang penuh luka akibat keganasan naga, ia akhirnya berhasil mengalahkan sang naga hijau dengan pedangnya tersebut dan berhasil memasuki sarang naga untuk mengambil bunga emas yang ada di dalamnya.
Sekar menggunakan senjata andalannya, yakni panah. Sekar sangat ahli memanah, namun meskipun begitu, sang naga tetap tak terkalahkan. Sekar mencoba dan mencoba lagi, hingga akhirnya sang nagapun terjatuh. Sekar mengambil bunga emas yang ada di dalam sarang naga biru.
Sementara Rudi, ia tidak memiliki senjata apapun. Ia dengan hati-hati mendekati sang naga merah.
“Hai, naga merah.” Teriak Rudi dari jauh sambil memasang kuda-kuda siap lari kalau-kalau sang naga merah marah dan hendak menyemburnya dengan api.
“Ada apa anak muda?” Tanya sang naga. Ternyata ia tidaklah segalak yang Rudi pikir.
“Bisakah aku meminta bantuanmu?” Rudi berjalan mendekati sang naga.
“Apa itu?” Tanya naga merah lagi.
“Aku diberikan tugas untuk membawa setangkai bunga emas. Apakah kau memilikinya?” Rudi bertanya dengan pelan.
“Oh, tentu saja aku memilikinya. Tapi bukankah kau seharusnya bertarung melawanku untuk bisa mendapatkan bunga itu seperti peserta lain?” kata sang naga.
“Kau memang benar. Tapi, dalam pengumuman, tidak disebutkan bahwa aku harus bertarung melawanmu. Kepala sekolah hanya mengatakan bahwa tugas kami adalah membawa pulang bunga emas. Lagi pula kalau kita bertarung, kita berdua akan terluka dan bisa jadi salah satu dari kita akan mati Bukankah lebih baik aku memintanya saja darimu? Jawab Rudi.
“Bagaimana jika aku tidak mau memberikannya?” Tanya sang naga.
“Lalu apa yang harus kulakukan agar kau memberikannya kepadaku? Tanya Rudi juga.
“Mari bermain teka-teki.” Jawab sang naga. “Terbak apa isi dari kotak itu.” Sang naga menunjuk sebuah kotak yang ada di dekatnya. “Ia tidak memiliki harga apapun sekarang. Namun ia bisa saja lebih berharga dari setangkai bunga emas sekalipun. Jika kau bisa menjawabnya, kau boleh membawa pulang bunga emas ini.” Tantang sang naga.
Rudi berpikir sejenak. Apa yang tidak berharga sekarang namun di kemudian hari bisa jadi lebih berharga dari setangkai bunga emas?
Setelah berpikir, Rudi akhirnya tersenyum lalu menjawab.” Biji bunga emas!” Jawab Rudi lantang.
Sang naga tertegun. Jawaban Rudi benar. “Bagaimana kau bisa mengetahuinya?” Tanya sang naga.
“Tentu saja. Biji bunga emas tidak ada artinya sekarang, namun jika aku menanam dan merawatnya, ia bisa tumbuh menjadi tanaman bunga emas yang tidak hanya memiliki 1 tangkai bunga, tapi bisa jadi memiliki sangat banyak bunga emas.
“Kau sangat cerdas, sekarang kau boleh mengambil bunga emas itu.” Kata sang naga.
“Terima kasih pak naga. Oh ya, aku memiliki biscuit, ini aku berikan kepadamu.” Rudi tersenyum dan bergegas mengambil bunga emas lalu berlari pulang.
Ketiga persertapun sekarang dalam perjalanan pulang. Faro sedikit memimpin, ia berada paling depan. Tiba-tiba, seorang kakek tua menghadang jalannya.
“Hai, anak muda, bolehkah aku meminta tolong?” Tanya sang kakek.
Namun Faro hanya mendorong sang kakek yang telah menggangu perjalanannya lalu melanjutkan perjalanan.
“Dasar mengganggu saja.” Kerutu Faro.
Lalu tidak lama kemudian, Sekarpun lewat. Dan si kakek tuapun menghentikannya.
“Hai nona, bolehkah aku meminta tolong?” Tanya kakek tua.
“Oh, boleh saja kek. Ada yang bisa saya bantu?” Tanya Sekar.
“Kau sepertinya membawa bunga emas.Bolehkah kakek memintanya untuk istri kakek yang sedang sakit? Bunga emas adalah satu-satunya obat untuk penyakitnya. Jika tidak, nyawanya mungkin tidak akan tertolong.” Ucap sang kakek sedih.
Sekar berpikir sejenak, lalu “ Maaf kek, tapi aku harus membawa bunga ini untuk perlombaan. Aku harus sampai lebih dulu agar bisa mendapatkan gelar pahlawan terbaik.” Sekar pun meninggalkan sang kakek dan melanjutkan perjalanannya.
Lalu yang terakhir, Rudipun lewat. Sang kakek juga menghentikan langkah Rudi.
“Duhai anak muda, bolehkah aku meminta tolong?” Tanya sang kakek lagi.
“Tentu saja kek.” Jawab Rudi.
“Aku sangat membutuhkan bunga emas untuk istriku yang sedang sakit. Bunga emas adalah satu-satunya obat untuk penyakitnya.” Sang kakek tertunduk sedih mengingat sang istri.
Rudi tersenyum ke arah sang kakek. “Tentu saja. Ini kakek ambil saja. Semoga istri kakek lekas sembuh ya.” Rudipun menyerahkan bunga tersebut kepada sang kakek. Rudi lalu melanjutkan perjalanannya menuju sekolah. Namu kali ini tidak dengan berlari lagi. Karena ia tahu bahwa ia sudah kalah.
Sesampainya di gerbang sekolah, Rudi terkejut karena ada banyak orang yang menyambutnya. Begitu ia memasuki aula sekolah, sang kepala sekolah ternyata sudah siap dengan pengumuman pemenangnya.
“Dan, pemenang perlombaan kali ini yang berhasil mendapatkan gelar pahlawan terbaik, adalah…” Jengjengjengjeng..
“RUDI!”
Rudi terkejut. Bagaimana bisa? Padahal ia tidak membawa pulang bunga emas itu.
“Ketahuilah Rudi, sesungguhnya kakek-kakek yang kau temui tadi di hutan adalah aku yang sedang menyamar. Jadi, bunga emasmu telah sampai ke tanganku paling dulu.
“Jadi, anak-anakku sekalian. Pahlawan terhebat bukanlah ia yang memiliki kekuatan paling besar tapi pahlawan terhebat adalah dia yang selalu bersedia menolong orang lain meski tidak ada satu orangpun yang melihat.

Jumat, 19 Januari 2018

Ketika Pelitamu Pergi Untuk Selamanya

“Hei,” Aira duduk tepat disebelah Abel yang masih terdiam kaku dengan air mata yang tidak berhenti mengalir dari matanya.

“Kau tahu,” Aira memegang pundak Abel yang tidak dipedulikannya sama sekali. “Aku tidak tahu ini akan membuatmu merasa lebih baik atau sebaliknya.” Sambung Aira

“Aku iri padamu.” Kali ini kata-kata Aira sedikit mengusik Abel, kini ia mendengarkan Aira meski dengan tanpa berpaling.”Andai Tuhan memanggil ibuku sedikit lebih lama, saat aku sudah sedikit dewasa, agar aku setidaknya bisa menangisinya dengan tepat.” Aira menarik nafas sangat dalam berusaha menahan air matanya. “Setidaknya kau memiliki ibumu untuk berbagi cerita saat datang bulan pertamamu dan menemanimu berbelanja bra pertamamu. Aku..” Setetes cairan bening mengalir dari sudut mata Aira. “Aku bahkan tidak memiliki kesempatan untuk mencicipi bekal buatannya. Aku membawa bekal roti selai dan nasi kuning buatan warung belakang rumahku masing-masing 3 kali seminggu selama TK. Terkadang aku iri dengan teman-temanku yang setiap hari diantar ibunya, tapi saat aku berkenalan dengan teman-temanku dari panti asuhan, aku sadar kalau setidaknya aku masih beruntung memiliki ayahku. Ayah tahu masakannya tidak enak, jadi dia tidak pernah mencoba membuatkanku bekal. Kompor dirumahku hanya dipakai untuk memanaskan makanan dan terkadang membuat mi instan. Saat aku masuk SMP dan mulai belajar memasak, akhirnya peralatan masak dirumah kami bisa digunakan semuanya. Huh!” Aira tertawa kecil hingga ia tidak sadar bahwa sekarang Abel menatapnya.


Aira tersenyum menatap Abel dan bangkit dari tempat duduknya.”Kau tidak perlu berhenti menangis hanya karena orang menyuruhmu. Menangislah sebanyak mungkin dan mulai hari barumu besok, jika masih belum bisa besok, maka lakukan besoknya lagi.” Aira mengambil sesuatu dari dalam tasnya dan meletakkannya di tangan Abel. “Kau mungkin membutuhkannya.” Abel menatap sapu tangan berwarna biru muda itu lalu tersenyum sedetik kea rah Aira tanda terima kasih.

Sabtu, 14 Februari 2015

When I’m Fated for You, Insya Allah [A romantic-religi short story]


Annyeong ^.^ For the first time nih nulis sesuatu selain review drama korea di blog ini. Nunu bawa cerpen yg baru semalam ditulis. Ntah dapat ilham dari mana tiba2 nulis cerpen. Terakhir kali nulis cerpen pas kelas 1 SMA karena ada tugas bahasa Indonesia. hehe. Well, i'm really an amateur short story writer. Terima kasih sudah berkunjung ^.^


When I’m Fated for You, Insya Allah.

Aini menatap pesan singkat yang ada di ponselnya dengan sedikit senyuman. Yah, Aini baru saja menerima pesan tentang acara reuni SMPnya yang akan digelar tidak lama lagi. Betapa kangennya, sudah hampir 8 tahun mereka tidak saling bertemu.
“Aini mau ikut acara reuni?” isi pesan singkat dari Tifa, sahabatnya.
“Tentu, Sejak lulus SMP kan kita belum pernah ketemu dengan teman-teman yang lain” Aini sangat excited dengan acara reuni tersebut. Ia menandai tanggal 23 di ponselnya untuk memastikan ia tidak akan lupa.
            ***
            Ada banyak sekali yang menghadiri acara reuni hari ini, yah, banyak sekali termasuk Rasha, cinta pertama Aini. Begitu melihat Rasya, Kenanganpun membawa Aini ke masa-masa SMPnya. Anak laki-laki menyebalkan yang dulu sering mengganggunya, anak laki-laki yang dulu paling sering membuatnya menangis. Bukan karena patah hati, cemburu, atau hal-hal semacam itu, tapi menangis karena membuatnya terjatuh dari tangga, menghilangkan tugas matematikanya, membuatnya dihukum karena mengobrol di kelas, membuatnya merasakan nilai 0 untuk pertama kalinya karena ketahuan memberi contekan, dan yang paling Aini ingat dengan jelas saat Aini menangis karena Tifa memutuskan pertemanan mereka karena Tifa menyukai Rasya sedangkan Tifa berpikir bahwa Rasya menyukai Aini pada saat itu.
            “Aini?” Rasya kini berdiri tepat di depan Aini membuatnya kaget dan tersadar dari lamunanya.
            “Rrasya?” Walaupun Aini sudah melihat Rasya sedaritadi, namun raganya yang kini berada sangat dekat dengannya membuat lidah Aini seperti kena stroke, hal yang Aini sesalkan tentu saja, karena salah tingkah membuatnya terlihat konyol.
            “Lama banget yah nggak ketemu? Kamu kangen nggak sama aku?” Rasya tersenyum nakal, tidak berubah sama sekali kebiasaannya menggoda Aini.
            “Hah?” Aini memperbaiki jilbabnya yang sebenarnya baik-baik saja untuk menyamarkan kegugupannya.
            “Udah ngaku aja. Aku aja kangen sama kamu.” Tatapan Rasya sekejap berubah serius membuat aini memejamkan mata sesaat untuk istighfar.
            “Hah? Nggak.” Aini tertawa kecil. “Oh ya, aku nggak pernah liat kamu lagi di lapangan futsal dekat kompleks rumahku sejak lulus SMP.” Aini mengalihkan perhatian berharap mampu mencairkan suasana beku oleh tatapan Rasya. Teman kuliah yang sebagian besar laki-laki juga membuat Aini sedikit belajar bagaimana tidak menanggapi serius sebuah gombalan.
            “Oh, itu, Aku pindah rumah waktu lulus SMP, maaf yah nggak kasih tau kamu waktu itu. Keluargaku pindah mendadak.”
            “Ah? Emm, Kita nggak sedekat itu kok sampai kamu harus melapor untuk pindah rumah,” Aini tersenyum setegah tertawa pertanda perkataannya barusan hanya bercanda.
            “Emm, Aku rasa kamu benar. Tapi aku harap kedepannya kita masih bias jadi temen kaya dulu”
            “Teman? Musuh maksudmu?”
            “Haha, terserah deh mau sebut apa, yang pasti kamu cinta pertamaku.” Ucapan Rasya yang baru saja Aini dengar sontak membuatnya kaget. Ucapan yang begitu mudah keluar dari mulut Rasya itu terproses begitu rumit di telinga Aini. Bagaimana bisa cinta pertama dari cinta pertamanya adalah dirinya sendiri. Untuk beberapa detik ada rasa bahagia di hati Aini, setidaknya cinta pertamanya dulu tidak bertepuk sebelah tangan.
            “Hey! Aini Kamu kenapa?” Rasya heran melihat Aini tiba-tiba diam.
            “Ah? Gapapa kok. Gabung sama anak-anak yang lain yuk.” Ainipun berlalu meninggalkan Rasya menuju kerumunan teman kelasnya di kelas 3 SMP, Di sana ia melihat Tifa.
            “Hei, dari mana?”Tifa menyerahkan segelasjus jeruk, jus kesukaan Aini.
            “Ngobrol sama teman yang lama gak ketemu, hehe.” Aini mengingat lagi percakapannya dengan Rasya barusan, meski sudah sangat lama, tapi Aini sudah berjanji kepada Tifa untuk tidak akan pernah lagi membuat Tifa berpikir bahwa Aini menyukai Rasya ataupun Rasya menyukai Aini.

            Acara Reuni yang berkesan itupun berlalu---

           
            Rasya sudah menunggu di sebuah kafe depan kantor Aini selama hampir 2 jam. Ia sudah tidak sabar menunggu sosok Aini keluar.
            “Huuuh.” Rasya menghembuskan nafas yang panjang, dua gelas es kopi dan satu gelas jus telah ia habiskan. Tiba-tiba sosok yang ditunggunya sedaritadi akhirnya keluar, Rasyapun bergegasmeninggalkan kafe itu.
            “Aaaini! Aini!” Rasya memanggil dengan suara lantang, mengutuk kendaraan-kendaraan yang tidak hentinya melintas menghalanginya untuk menyeberang.
            “AINI!” Mendengar namanya dipanggil, Ainipun menghentikan langkahnya berbalik menuju suara tadi. Ia melihat Rasya yang berlari ke arahnya.
            “Rasya?” Gabungan antara rasa terkejut, tidak enak hati, dan sedikit rasa senang bergelut didalam hati Aini saat melihat Rasya.
            “A’ada yang ingin aku bicarakan.” Rasya berusaha menggapai tangan Aini yang dengan cepat juga Aini menarik tangannya menjauh.
            “Apa?” Jawab Aini tanpa ekspresi.
            “Kita ngomongnya di kafe sebelah aja yah.”
            “Nggak perlu, di sini aja Sya.” Jawaban Aini seketika membuat perasaan lelah Rasya menunggu selama 2 jam bercampur dengan perasaan ragu dan khawatir.
            “Ok, baik. Aku akan bicara dan dengarkan baik-baik. Whatsapp, Line, BBM, facebook, twitter, path, kamu yakin semua akunmu itu tidak ada yang aktif? Ah, tidak, aku yakin semuanya aktif, tapi kenapa tidak ada satupun dari semua chat yang kukirim kamu balas? Bahkan sms dan telponku, waktu kamu tau itu aku, kamu langsung menutupnya. Kamu kenapa?” Rasya mengakhiri kalimatnya dengan tatapan tajam ke arah Aini.
            “Kamu marah?”Aini menjawabnya dengan nada paling datar yang ia bisa.
            “Aku marah? Nggak. Aku tau aku nggak ada hak buat itu. Aku, aku hanya bingung kenapa kamu menghindar dari aku. Justru aku yang mau Tanya, apa kamu marah sama aku?”
            “Aku, aku minta maaf, tapi aku hanya, aku hanya tidak mau memberi diriku sendiri harapan. Aku tau cinta yang tidak berbalas itu pasti menyakitkan, mengunggu seseorang yang sepertinya tidak memiliki komitmen dan suka bermain-main hanya akan memberikan harapan palsu yang akan jauh lebih sakit dari sedekar cinta yang tidak berbalas. Aku baru tau kalau aku itu cinta pertamamu, tapi hey, itu udah 8 tahun, seseorang yang kamu harapkan pasti jauh lebih dibanding gadis biasa sepertiku. Tetap berinteraski denganmu, aku tahu itu pada akhirnya hanya akan menyakitiku.”
            “Kkamu?”
            “Yah Rasya, kamu cinta pertamaku yang masih belum berubah sampai detik ini. Bodoh kan? Aku pikir cinta monyet yang sangat kekanak-kanakan itu akan berakhir lebih cepat dibanding tertidur. Aku pikir setelah tidak bertemu bertahun-tahun akan merubah sesuatu tentang perasaanku ke kamu, aku pikir...” Air mata yang Telah mati-matian Aini tahan akhirnya tidak terbendung lagi. Cairan bening itu mengalir di pipinya, membuatnya memalingkan wajah dengan cepat.
            “Aku sudah berdoa Sya, berdoa kepada Allah di setiap sholatku, aku berdoa agar dihindarkan dari sakit hati yang tidak ingin aku rasakan, aku berdoa jika aku bukanlah seseorang yang ditakdirkan untukmu, aku harap Allah menghapus perasaan yang salah ini. Tapi sepertinya Allah belum mengabulkannya” Aini menghapus air matanya yang ia harap saat itu anti gravitasi. Rasya tersenyum melihat wajah Aini yang imut sekarang sangat basah.
            “Kau tahu Aini, Tidak ada yang perlu Allah kabulkan dari doamu. Kau mengatakan jika bukan? Tapi kondisinya mungkin tidak seperti itu, jadi Allah tidak perlu mengabulkannya. Kau tahu, selama 8 tahun ini, tidak ada sedetikpun cintamu itu tidak berbalas. Sama sepertimu, aku tidak pernah berhasil menyukai perempuan lain. Aku pernah beberapa kali pacaran dengan perempuan lain, tapi itu bukan karena aku mencintainya, tapi tapi karena aku cuma tidak ingin menjadi satu-satunya yang tidak punya pacar diantara teman-temanku. Mengetahuimu juga tidak pernah menyukai orang lain, sepertinya kita ini benar-benar ditakdirkan. Beberapa detik yang lalu, saat tahu selama ini kamu juga menyukaiku, aku pikir aku sudah menyia-nyiakan begitu banyak waktu.” Rasya tersenyum bahagia sekali, seperti seorang anak kecil yang hilang di pasar yang akhirnya melihat ibunya. Mendengar jawaban Rasya, Aini hanya tersenyum, lebih dari sekedar kupu-kupu yang beterbangan di dalam perutnya, rasanya seperti ratusan bunga yang ada di sana dan mengundang kupu-kupu dan kumbang untuk datang.
            “Aini.” Rasya menggapai tangan Aini yang seketika itu juga ditarik kembali oleh Aini.
            “Iya?”
            “Kau tahu kan kita sudah menyia-nyiakan begitu banyak waktu selama ini. Aku harap mulai hari ini tidak lagi. Kamu mau kan jadi pacarku?” Rasya tersenyum dan tentu saja tanpa ragu ia mengharapkan kata ia atau sekedar anggukan dari Aini.
            “Ma, maaf Sya.” Kata maaf tentu kata yang paling tidak ingin didengar oleh Rasya saat ini.
            “Kenapa Ai? Apa ini karena Tifa? Aku udah dengar semua. Waktu di acara reuni Tifa cerita dia menyesal pernah memutuskan hubungan pertemanan kalian hanya karena aku. Tifa juga bilang kalau sekarang dia udah nggak ada perasaan apa-apa lagi sama aku.”
            “Bukan itu Sya. Maaf, biarpun aku bukan perempuan ahli surga, meskipun jilbabku tidaklah seindah sahabat-sahabatku yang sudah sangat syar’I, tapi aku tetap berusaha untuk melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya serta yang dapat mengantarku menuju hal-hal yang dilarang oleh-Nya, dan itu termasuk pacaran Sya. Aku tidak pacaran bukan hanya karena tidak bisa menemukan penggantimu, tapi juga karena itu bukan sesuatu yang dianjurkan agama kita meskipun yang meminta itu orang yang hampir setiap malam ada di mimpiku. Jika kamu benar-benar mencintaiku, datanglah ke rumahku, lamar aku, Insya Allah, jika kita memang berjodoh, aku tidak hanya akan jadi pacarmu yang memeberikan kebahagiaan dunia, tapi Insya Allah, aku akan jadi istrimu yang bersama-sama membina rumah tangga untuk mengharap Ridho-Nya.” Rasya tertekun melihat wanita yang ada di depannya. Ia tahu Islam tidak membenarkan pacaran, tapi atas nama cinta, ia baru saja meminta wanita yang ia cintai untuk melanggar larangan Allah.
            “Subhanallah, Aku juga bukanlah laki-laki yang taat akan agama, bahkan Sholatku pun masih bolong-bolong, tapi aku bersyukur kepada Allah, karena ia membiarkanku mencintai dan dicintai oleh wanita sepertimu. Aku akan melamarmu, tapi 6 bulan lagi, karena besok aku akan ke luar negeri untuk dinas selama 6 bulan. Kamu bisa menungguku kan?” Selama beberapa milidetik Rasya merasakan keraguan pada diri Aini.
            “Kamu serius?”
            “Yah, yah. Aku bahkan tidak pernah seserius ini dalam hidupku Ai.”
            “6 bulan?”
            “Yep.” Keraguan yang tadi Rasya rasakan kini benar-benar hadir.
            “Tentu, 6 bulan tidak begitu lama dibanding 8 tahun.” Aini tersenyum menghilangkan keraguan yang tadi merayapi Rasya.
            “Makasih.” Rasya juga tersenyum sama bahagianya dengan Aini.
            “Sama-sama. Yaudah, aku pulang duluan yah, sudah jam 5. Assalamualaikum”
            “Waalaikumsalam. Hati-hati di jalan.” Ainipun berlalu meninggalkan Rasya yang masih berdiri tegak di depan kantor Aini. Rasya seperti tidak ingin melepas Aini, benar-benar ingin 6 bulan itu cepat berlalu.

6 bulan kemudian...

            Rasya berdiri tepat di depan rumah Aini bersama kedua orang tuanya dan beberapa keluarganya yang lain, ini adalah hari yang paling ia tunggu selama 6 bulan terakhir. Hari yang membuatnya merasakan 6 bulan paling lama dalam hidupnya.
            “Kau tahu Aini, kamu adalah wanita satu-satunya yang membuatku seyakin ini, begitu berharganya kamu sampai aku tidak berpikir terlalu lama untuk mengatakan aku akan melamarmu. Aku bersyukur tidak menyatakan cinta itu ke kamu 8 tahun lalu, karna jika ia, dan kita benar-benar pacaran saat itu, aku tidak yakin kita akan sampai ke tahap ini dan wanita berharga sepertimu mungkin hanya akan menjadi sebuah nama yang oleh orang-orang disebut mantan.” Rasya memikirkan kata-katanya itu di dalam hati.Semuanya masih terasa mimpi bagi Rasya :)

Beberapa Nama Warna Selain Mejikuhibiniu

Pernah nggak kalian ditanya tentang warna dan kalian sendiri bingung menyebutnya apa? Atau ketika belanja online, ada puluhan avaible colour...