Jumat, 19 Januari 2018

Ketika Pelitamu Pergi Untuk Selamanya

“Hei,” Aira duduk tepat disebelah Abel yang masih terdiam kaku dengan air mata yang tidak berhenti mengalir dari matanya.

“Kau tahu,” Aira memegang pundak Abel yang tidak dipedulikannya sama sekali. “Aku tidak tahu ini akan membuatmu merasa lebih baik atau sebaliknya.” Sambung Aira

“Aku iri padamu.” Kali ini kata-kata Aira sedikit mengusik Abel, kini ia mendengarkan Aira meski dengan tanpa berpaling.”Andai Tuhan memanggil ibuku sedikit lebih lama, saat aku sudah sedikit dewasa, agar aku setidaknya bisa menangisinya dengan tepat.” Aira menarik nafas sangat dalam berusaha menahan air matanya. “Setidaknya kau memiliki ibumu untuk berbagi cerita saat datang bulan pertamamu dan menemanimu berbelanja bra pertamamu. Aku..” Setetes cairan bening mengalir dari sudut mata Aira. “Aku bahkan tidak memiliki kesempatan untuk mencicipi bekal buatannya. Aku membawa bekal roti selai dan nasi kuning buatan warung belakang rumahku masing-masing 3 kali seminggu selama TK. Terkadang aku iri dengan teman-temanku yang setiap hari diantar ibunya, tapi saat aku berkenalan dengan teman-temanku dari panti asuhan, aku sadar kalau setidaknya aku masih beruntung memiliki ayahku. Ayah tahu masakannya tidak enak, jadi dia tidak pernah mencoba membuatkanku bekal. Kompor dirumahku hanya dipakai untuk memanaskan makanan dan terkadang membuat mi instan. Saat aku masuk SMP dan mulai belajar memasak, akhirnya peralatan masak dirumah kami bisa digunakan semuanya. Huh!” Aira tertawa kecil hingga ia tidak sadar bahwa sekarang Abel menatapnya.


Aira tersenyum menatap Abel dan bangkit dari tempat duduknya.”Kau tidak perlu berhenti menangis hanya karena orang menyuruhmu. Menangislah sebanyak mungkin dan mulai hari barumu besok, jika masih belum bisa besok, maka lakukan besoknya lagi.” Aira mengambil sesuatu dari dalam tasnya dan meletakkannya di tangan Abel. “Kau mungkin membutuhkannya.” Abel menatap sapu tangan berwarna biru muda itu lalu tersenyum sedetik kea rah Aira tanda terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Beberapa Nama Warna Selain Mejikuhibiniu

Pernah nggak kalian ditanya tentang warna dan kalian sendiri bingung menyebutnya apa? Atau ketika belanja online, ada puluhan avaible colour...