Senin, 11 Februari 2019

Tanur Pemanggang Kacang dengan PLC dan SCADA (Praktikum Automasi Industri)


Assalamualaikum.
Kembali lagi di rubrik 'berfaedah' kelistrikan.

Tanur, buat sebagian orang mungkin ini adalah hal yang asing. Jadi, apasih tanur itu? Simplenya, tanur adalah sebuah oven berukuran besar yang biasanya dipakai di indutri. Nah, bagaimana membuat suatu sistem tanur yang lebih modern dengan beberapa kontrol otomatis adalah satau satu materi di mata kuliah automasi industri-ku. Juga beberapa kali dijadikan jobsheet dalam mata kuliah bengkel.

Jadi, sebenarnya ini adalah tugas kuliahku dulu, salah satu yang paling susah, memakan waktu banyak, dan otomatis juga menjadi salah satu yang paling memorable buatku (Sebenarnya sebagian besar kuliahku itu memorable. Hahaha). Jadi, waktu itu disuruh buat tugas berupa video yang isinya menjelaskan keseluruhan mulai dari pemprograman, display SCADA, hingga implementasinya.

Tugas praktikum lab automasi dan akuisisi data oleh Bapak Hamdani, ST., MT. yang aku kerjakan bersama rekan setim dan juga seatmate adalanku, Suhartini. Salah satu cara cepat untuk menjelaskan ke orang yang ingin tahu, apasih SCADA dan PLC itu.

Langsung aja yuk, ini dia videonya.



Jadi, SCADA itu adalah tampilan komputer yang mewakili mesin-mesin dan komponen-komponen industri. Yang memiliki tampilan aktual tentang proses yang sedang terjadi dan juga tombol-tombol kontrol yang dapat dikendalikan langsung dari komputer. Seperti kepanjangan dari SCADA itu sendiri, yakni Supervisory Control and Data Aquisition.

Sedangkan PLC atau Programmable Logic Controller (tidak tampak hardwarenya di video) adalah sebuah alat yang menjadi otak dari semua proses. Yang membuat kita dapat mengendalikan proses dengan program komputer (Programmingnya yang muncul di awal video) dan juga sekaligus menjadi penghubung SCADA dengan alat yang ingin dikontrol.

Sekian.

Kalau ada yang ingin dikoreksi atau ditanyakan, boleh banget kok ninggalin di komentar. Insya Allah kita belajar bareng-bareng ^-^

Rabu, 06 Februari 2019

D4 Teknik Listrik Politeknik Negeri Ujung Pandang


Halo adik-adik, perkenalkan, Saya Sitti Nasibah, tapi lebih akrab dipanggil Nunu. Alumni program studi D4 Teknik Listrik angkatan 2011, Politeknik Negeri Ujung Pandang.

Kalau kalian senang robotika, ingin mempelajari revolusi industry mulai dari 2.0 hingga 4.0, tapi juga ingin mengambil peran dalam pengembangan renewable energy (energi baru terbarukan), prodi ini sangat tepat sebagai pintu masuk pertama kalian.


Teknik Listrik, bedanya apa sih dengan Teknik Elektro? Jadi, Teknik Listrik itu bagian dari Teknik Elektro. Di PNUP, Teknik Elektro itu adalah nama jurusan yang dibawahnya terbagi lagi jadi beberapa program studi: D3 Teknik Listrik, D4 Teknik Listrik, Teknik Elektronika, TKJ, Multimedia, dan Telekomunikasi.

Prodi ini mempelajari segala hal tentang listrik, mulai dari bagaiamana listrik dibangkitkan, penyalurannya, hingga pemanfaatannya dalam industri maupun rumah tangga. Mulai dari yang konvensional hingga system otomatis dan komputasi. Selain listrik itu sendiri, di prodi ini kita juga mempelajari ilmu yang berkaitan, seperti bahasa pemprograman software, mesin-mesin, hingga gambar denah.

Trus D4 itu apa sih? Bedanya dengan D3 dan S1 apa? Jadi D4 itu jenjang pendidikan di jalur vokasi  yang setara S1 (Kalau di tingkat sekolah menengah ada SMA dan SMK. Nah, SMK itu jalur vokasi). Nama lain untuk D4 adalah S1 Terapan dengan gelar S.ST (Sarjana Sains Terapan). Kalau di luar negeri namanya Bachelor of Applied Science. Kalau di D3 lebih banyak praktek dan di S1 lebih banyak teori, nah, di D4 itu kita berada di antaranya.

Masuk ke materi kuliah. Secara umum, di program studi Teknik Listrik PNUP, kategori kuliah ada 4. yakni:  Mata kuliah umum (yang mana semua jurusan di PNUP belajar materi ini, contohnya Pendidikan Agama dan Kewarganegaraan), ada mata kuliah jurusan, praktikum lab, dan praktikum bengkel/workshop.

Di Praktikum Lab, kita banyak mempelajari:
·         Elektronika. Ituloh, komponen-komponen kecil yang biasanya ada dalam barang-barang elektronik. Di sini kita hanya belajar dasar-dasarnya saja, karena Teknik Elektronika ada program studinya sendiri.
·         Mikrokontroler dan mikroprosesor. Di sini kita akan belajar dasar  membuat robot.
·         Sistem Kontrol dan Automasi Industri. Kalian pernah nonton laptop si unyil? Atau video pembuatan suatu produk dengan mesin-mesin canggih di internet? Nah, semua mesin-mesin canggih itu dikendalikan oleh sebuah program, dan di sini kalian akan belajar bagaimana membuat program tersebut.
·         Praktikum sistem tenaga listrik mulai dari pembangkitan, transmisi (Mungkin kalian familiar dengan istilah SUTET?), gardu induk, hingga distribusi menggunakan modul praktek. Di PNUP menggunakan alat praktikum dari Lucas Nulle. Jadi ada miniatur pembangkit, transmisi, dan distribusi yang terhubung dengan komputer.
·         Proteksi. Yep, bekerja dengan listrik pasti tidak lepas dari yang namanya bahaya, itu kenapa proteksi selalu dibutuhkan.

Selain mata kuliah teori yang terkait dengan praktikum, ada juga mata kuliah pendukung profesi seperti etika profesi, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, hukum perburuhan, Bahasa inggris, kewirausahaan, hingga ekonomi teknik.

Lalu ada mata kuliah yang judulnya bukan praktikum tapi jatuhnya tetap praktek. Seperti mata kuliah Algoritma dan Pemprograman serta Interfacing yang mana di sini kalian akan belajar cara membuat beberapa program desktop sederhana.

Sebenarnya ada banyak banget mata kuliah yang berkesan buatku, hampir semua malah. Salah satunya ada mata kuliah ‘Pembangkit dan Gardu Induk’. Meskipun judulnya mata kuliah teori, tapi dosen kami waktu itu ngasih kami tugas untuk mencari sendiri tempat tinggal yang masyarakatnya belum mendapatkan listrik dari PLN dan membuat semacam proposal pembuatan pembangkit listrik renewable energy yang efisien di sana.Jadi bolang beberapa hari xD

Selain praktikum di lab, ada juga praktikum bengkel. Bedanya? Kalau di Lab kalian masuknya di lab bersih dan ber-AC serta tidak perlu menggunakan sepatu safety karena lebih banyak praktikum dengan tegangan ekstra rendah dan modul praktek yang memang dirancang untuk latihan sehingga lebih aman, nah di Bengkel ini bisa dibilang real arenanya. Semua komponen yang digunakan adalah sungguhan.

Ada apa aja di bengkel listrik?
1.       Bengkel kerja bangku. Mata kuliah yang tujuan utamanya membentuk kesabaran, ketelitian, serta melatih fisik dan mental kita. Ini penting untuk membentuk engineer yang tahan banting setelah memasuki dunia kerja yang lebih keras nantinya. Kerjanya ngapain aja? Ngikir, ngebor, gergaji, memalu, ngukur, dsb.

2.       Instalasi rumah, Jadi akan ada sebuah papan denah rumah yang besar, dan tugas kalian adalah memasang instalasi listrik di denah rumah tersebut. (Kayak main bongkarpasang xD)
3.       Instalasi penerangan dan daya (instalasi motor-motor). Kalau yang sebelumnya hanya denah di papan, nah di sini kalian benar-benar akan memasang instalasi di dinding.

4.       Bengkel industri konvensional. Setelah mengerti cara memasang instalasi untuk motor-motor listrik, di semester ini sudah lebih kompleks karena diminta untuk merancang dan memasang instalasi dan kontrol motor yang biasa digunakan di industri.

5.      Bengkel industri lanjutan. Persis seperti semester sebelumnya, namun di sini, pengontrolannya lebih modern karena menggunakan alat kontrol (PLC) yang diprogram  di computer. Dan kalian juga akan diminta membuat tampilan dan kontrol mesin-mesin tersebut di computer, nama untuk program ini adalah SCADA. Jadi belajar PLC (automasi industri) itu ada di bengkel dan ada di lab. Bedanya? Kalau di lab kalian lebih focus ke pemprogramannya. Sedangkan kalau di bengkel harus focus di semuanya termasuk hardwarenya. Mulai dari pemprograman, pengkabelan, merangkai pengontrolan motor-motor, proteksi, sampai seluruh system bekerja dengan benar seperti yang ada di pabrik-pabrik.

6.       Bengkel Interkoneksi. Masih menggunakan PLC, kalian akan membuat program untuk mengontrol beberapa sumber listrik. Misalnya, bagaimana mengontrol energy listrik dari PLN dan genset agar dapat bekerja gentian secara otomatis.

7.       Bengkel distribusi. Intinya di bengkel ini adalah tiang listrik dan gardu PLN. Manjat tiang listrik pastinya.

Enaknya kuliah di Politeknik itu, kita berasa benar-benar jadi seorang engineer; merancang, memprogram, dan mengerjakan proyek yang seperti sungguhan. Berasa benar-benar masuk ke dunia kerja  karena praktikumnya yang banyak. Jadi saat nanti benar-benar sudah bekerja, kita sudah tidak asing lagi. Saat ini saya bekerja di salah satu perusahaan swasta yang bergerak di bidang konstruksi elektrikal, dan orang-orang di tempat saya selalu bilang kalau saya cepat sekali belajarnya. Sebenarnya, itu karena apa yang saya hadapi di lapangan rata-rata sudah pernah saya temui saat kuliah dulu.

Oh ya, di semester 5 atau 6 kalian diminta untuk KP (Kerja Praktek)/ magang di perusahaan. Waktu itu saya berkesempatan untuk KP di PT. PLN Area Pengaturan dan Penyaluran Beban. Tempat seluruh pembangkit listrik dan penyalurannya diatur. Salah klik dikit, satu kota bisa mati lampu. Hehe. Di semester akhir juga ada PKL Profesi. PKLP ini agak mirip KKN (ps: di Politeknik nggak ada KKN ya), karena kita akan tinggal sebulan lebih di sebuah desa. Kami diberi program kerja yang berkaitan dengan profesi kami, yakni memberikan pelayanan dan edukasi tentang kelistrikan untuk masyarakat. PKLP ini salah satu bagian favoritku selama kuliah dulu nih.

Kalian jangan takut atau ragu masuk teknik utamanya teknik listrik ya. Mungkin kalian dengar kuliahnya berat, lulusnya susah, tapi dijamin deh karena beratnya itu kalian justru akan menemukan teman-teman sependeritaan yang asik banget. Sampai waktu 4 tahun itu nggak akan terasa.
Oh ya, jangan takut kalian lulusnya lama di sini. Karena di PNUP Cuma ada wisuda setahun sekali, maka mau nggak mau kalian pasti maksain diri sendiri biar bisa lulus tepat waktu, 4 tahun. Belum lagi sistem kuliah paket dan dosen-dosen yang sangat proaktif mendorong kalian segera menyelesaikan tugas akhir.

Untuk prospek kerjanya:

·        - Bidang konstruksi, hampir setiap perusahaan konstruksi pasti memiliki bidang electrical yang pastinya membutuhkan seorang engineer, estimator, drafter, dan berbagai posisi lain.

·        - PLN. Yup, sebagai satu-satunya perusahaan di Indonesia yang berwenang sebagai penyalur energy listrik, lulusan teknik listrik ini dicari banget nih guys di PLN. Sekedar informasi, sekitar 25% lulusan D4 teknik listrik PNUP angkatanku masuk PLN. Itu untuk kelas regular (belum termasuk kelas kerja sama).

·       -  Pembangkit listrik. Selain PLN banyak juga pembangkit listrik yang dimiliki dan dikelola oleh perusahaan swasta yang pastinya membutuhkan seorang ahli elektrikal.

·       -  Oil and Gas, tambang, pabrik,mill, smelter, dan semua industri besar yang menggunakan banyak mesin-mesin listrik pasti membutuhkan electrical engineer.

·       -  Akademisi (setelah kuliah pasca sarjana). Siapa bilang lulusan politeknik nggak bisa jadi dosen? Bisa kok, dengan ijazah D4 kalian bisa langsung kuliah pasca sarjana untuk selanjutnya melamar menjadi dosen.

·        - Instalatir (kontraktor listrik). Setelah mengambil ujian kompetensi instalatir dan mendapatkan sertfikat, kalian bisa menjadi seorang instalatir dan mendirikan CV/PT sendiri.

·        - Konsultan elektrikal. Seperti halnya konstruksi sipil, instalasi listrik juga ada konsultannya. Kalian bisa mendirikan CV/PT sendiri yang mengkhususkan diri sebagai konsultan elektrikal.

·        - Auditor. Nggak Cuma keuangan yang ada auditornya, energi listrikpun ada auditornya. Tugasnya membantu klien menggunakan energy listrik seefisien mungkin.

Oke, itu tadi pembahasan tentang Program Studi D4 Teknik Listrik Politeknik Negeri Ujung Pandang. Sesungguhnya, apapun jurusannya jika kita sudah bertekad dan nggak pantang menyerah, Insya Allah kita akan sukses J

Jumat, 01 Februari 2019

Informasi Umum Tentang Kelistrikan untuk Menambah Pengetahuanmu :)

Hai hai, Di tulisan aku kali ini aku mau berbagi sedikit hal tentang kelistrikan secara umum. Langsung aja yuk!

1. Listrik itu ada 2 jenis yaitu AC (Arus bolak-balik) dan DC (Arus searah). Contoh listrik AC itu adalah yang kalian beli dari PLN. Sedangkan contoh listrik DC itu adalah yang berasal dari baterai.

2. Kabel listrik yang umum kalian gunakan di rumah itu selalu ada sepasang. Kalau untuk AC ada yang namanya fasa dan netral sedangkan untuk listrik DC itu istilahnya positif dan negatif.

3.Meskipun begitu, di Industri (untuk listrik AC), ada yang 1 fasa dan ada yang 3 fasa. Listrik 1 fasa terdiri dari fasa dan netral. Sedangkan 3 fasa terdiri dari Fasa R, fasa S, fasa T tanpa netral.

4. Kalian tidak bisa menghidupkan produk yang membutuhkan sumber listrik DC dengan sumber listrik AC, begitupun sebaliknya. Untuk itu ada yang namanya adaptor, yang bisa mengubah listrik AC ke DC.

3. Lisrik AC boleh dipasang terbalik sedangkan DC tidak boleh. Selain tidak akan menyala, memasang sumber listrik DC secara terbalik juga bisa mengakibatkan kerusakan pada barang tersebut.

5. Tegangan listrik yang kalian terima dari PLN adalah 220 Volt AC. Tegangan segitu cukup untuk membuat kematian jika tersetrum. Jadi selalu hati-hati ya.

6. Tapi kalian tidak akan tersetrum kalau yang kalian pegang hanya salah satu dari dua kabel/titik listrik dan sedang tidak menginjak tanah loh. Makanya untuk mengurangi resiko, para engineer, teknisi, dan semua yang bekerja dengan listrik harus menggunakan sepatu safety dengan sol karet untuk mencegah kontak langsung dengan tanah. Tapi ini khusus tegangan rendah yah, tegangan menengah ke atas tetap berbahaya meski menggunakan sepatu safety sekalipun.

7. Klasifikasi tegangan sebagai berikut:
- Tegangan rendah (LV) : Dibawah 1000 Volt
- Tegangan Menengan (MV) : 1000V - 35kV
- Tegangan Tinggi (HV) : di atas 35kV - 245kV
- Tegangan Ekstra Tinggi (EHV) : Di atas 245kV

8. Saluran listrik (oleh PLN) itu ada 2 jenis, Transmisi dan Distribusi. Transmisi berupa menara listrik yang menyalurkan listrik dari pembangkit listrik ke gardu induk (Itu loh, bangunan PLN yang ada lahan terbukanya yang banyak kotak-kotak, tabung-tabung dengan banyak kabel). Sedangkan distribusi berupa tiang listrik yang mengantar listrik dari gardu induk hingga ke pelanggan.

9. Distribusi dari gardu induk ke gardu distribusi (tiang listrik yang terdiri dari 2 tiang beton berdampingan yang di bagian atas dan/atau bawahnya ada kotak besar) disebut distribusi primer, sedangkan dari gardu distribusi ke pelanggan disebut distribusi sekunder.

10. Tegangan saluran transmisi bermacam-macam. Yang umum di Indonesia ada 75kV, 150kV, dan 500kV. Tegangan distribusi primer adalah 20kV. Dan tegangan distribusi sekunder adalah 220/380Volt.


11. SUTET adalah singkatan dari Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (biasanya merujuk ke saluran 500kV. Sedangkan tidak semua wilayah di Indonesia ada saluran 500kV-nya. Jadi tidak semua menara transmisi namanya SUTET yah.

13. Port USB komputer juga mengeluarkan tegangan listrik loh, sebesar 5 Volt DC.

14. Memberikan suplai listrik dengan tegangan melebihi kebutuhan barang, bisa merusak barang tersebut. Misalnya sebuah lampu akan bekerja dengan tegangan 3 volt, lalu kalian beri tegangan 12 volt, maka itu akan merusak lampu tersebut. Sedangkan jika kurang, tidak akan bekerja atau kalaupun bekerja, bekerjanya tidak akan maksimal atau redup.

15. Saat baru saja menyala setelah terjadi pemadaman kondisi tegangan sedang tidak stabil. Hal tersebut dapat merusak barang-barang elektronik anda jika terlalu sering terjadi. Maka tunggulah sekitar 3-5 menit sebelum menyalakan barang elektronik kamu.

16. Beban (barang yang membutuhkan listrik) akan mengonsumsi listrik beberapa kali lebih banyak saat tarikan pertama/pertama kali disambungkan listrik. Jadi terlalu sering menghidup/matikan barang elektronik sebenarnya mengakibatkan konsumsi listrik lebih banyak. Terlebih untuk produk dengan motor listrik seperti AC, kulkas, mesin cuci, dll. Jadi jika kamu hanya akan meninggalkannya sebentar dan kembali lagi, lebih baik tidak perlu mematikan peralatan listrik kamu.

17. Dalam memilih charger handphone, semakin tinggi ampere-nya, semakin cepat charger tersebut mengisi daya.

18. Jenis-jenis pembangkit listrik:
- Pembangkit listrik tenaga air,
- Pembangkit listrik tenaga surya
- Pembangkit listrik tenaga diesel (bbm)
- Pembangkit listrik tenaga bayu (angin)
- Pembangkit listrik tenaga nuklir
- Pembangkit listrik tenaga uap
- Pembangkit listrik tenaga gas
- Pembangkit listrik tenaga panas bumi

19. Pada pembangkit listrik tenaga surya, yang diubah menjadi energi listrik bukanlah panas matahari, tapi cahayanya (meskipun cahaya dan panas matahari sering kali berbanding lurus.) Jadi semakin terang matahari, maka energi listrik yang dihasilkan akan semakin banyak.

20. Pernah lihat turbin angin? (kincir angin raksasa yang terbuat dari besi dan biasanya terletak di bukit-bukit berangin). Itu adalah bagian dari pembangkit listrik tenaga bayu (angin). Nah, di Indonesia saat ini PLTB baru ada 2 buah dan keduanya ada di Sulawsi Selatan.

21. Pembangkit listrik tenaga air, angin, dan surya adalah pembangkit listrk yang dinilai eco-friendly karena tidak menghasilkan gas buang dan tidak mencemari lingkungan. Namun untuk PLTB, mendapat beberapa kontra dari para aktivis hewan karena dinilai berbahaya bagi burung-burung (Dapat membunuh burung yang terbang melintasi turbin anginnya).

22. Mati lampu itu bukan salah PLN ^^( Meskipun aku bukan pegawai PLN, tapi aku kasihan sama PLN yang dimaki-maki tiap kali lagi mati lampu. Hehe). Karena ketika ada pemadaman, itu berarti ada masalah. Dan usaha serta biaya yang dibutuhkan untuk perbaikan masalah itu tidak sedikit.

23. Kentang, apel, jeruk, dan buah-buahan lain yang memiliki zat elektrolit bisa menghasilkan listrik loh. Meskipun dengan besar tegangan yang sangat kecil.

24. Air itu dapat menghantarkan listrik. Jadi sebisa mungkin jangan memegang komponen listrik dengan tangan basah ya.

25. Sama seperti bidang keilmuan lain, Listrik juga punya buku pedoman atau aturan. Kalau di Indonesia, ada namanya PUIL (Peraturan Umum Instalasi Listrik) dan SPLN (Standar PLN). Di setiap negara biasanya juga punya standard pedoman sendiri. Sedangkan secara internasional yang paling banyak digunakan adalah  IEC (International Electrotechnical Commisions) yang bermarkas di Swiss dan NEMA (National Electrical Manufacturers Assosiation) dari Amerika Serikat.

Okay, segitu dulu yah info umum tentang kelistrikan. Kapan-kapan kita lanjut lagi. Terima kasih sudah membaca. Kalau misalnya ada yang salah dari tulisan saya diatas, mohon bantu koreksi dan kalau ada yang ingin ditanyaka, please feel free to comment. Thank you :)

Wassalamualaikum.


Beberapa Nama Warna Selain Mejikuhibiniu

Pernah nggak kalian ditanya tentang warna dan kalian sendiri bingung menyebutnya apa? Atau ketika belanja online, ada puluhan avaible colour...