1. Listrik itu ada 2 jenis yaitu AC (Arus bolak-balik) dan DC (Arus searah). Contoh listrik AC itu adalah yang kalian beli dari PLN. Sedangkan contoh listrik DC itu adalah yang berasal dari baterai.
2. Kabel listrik yang umum kalian gunakan di rumah itu selalu ada sepasang. Kalau untuk AC ada yang namanya fasa dan netral sedangkan untuk listrik DC itu istilahnya positif dan negatif.
3.Meskipun begitu, di Industri (untuk listrik AC), ada yang 1 fasa dan ada yang 3 fasa. Listrik 1 fasa terdiri dari fasa dan netral. Sedangkan 3 fasa terdiri dari Fasa R, fasa S, fasa T tanpa netral.
4. Kalian tidak bisa menghidupkan produk yang membutuhkan sumber listrik DC dengan sumber listrik AC, begitupun sebaliknya. Untuk itu ada yang namanya adaptor, yang bisa mengubah listrik AC ke DC.
3. Lisrik AC boleh dipasang terbalik sedangkan DC tidak boleh. Selain tidak akan menyala, memasang sumber listrik DC secara terbalik juga bisa mengakibatkan kerusakan pada barang tersebut.
5. Tegangan listrik yang kalian terima dari PLN adalah 220 Volt AC. Tegangan segitu cukup untuk membuat kematian jika tersetrum. Jadi selalu hati-hati ya.
6. Tapi kalian tidak akan tersetrum kalau yang kalian pegang hanya salah satu dari dua kabel/titik listrik dan sedang tidak menginjak tanah loh. Makanya untuk mengurangi resiko, para engineer, teknisi, dan semua yang bekerja dengan listrik harus menggunakan sepatu safety dengan sol karet untuk mencegah kontak langsung dengan tanah. Tapi ini khusus tegangan rendah yah, tegangan menengah ke atas tetap berbahaya meski menggunakan sepatu safety sekalipun.
7. Klasifikasi tegangan sebagai berikut:
- Tegangan rendah (LV) : Dibawah 1000 Volt
- Tegangan Menengan (MV) : 1000V - 35kV
- Tegangan Tinggi (HV) : di atas 35kV - 245kV
- Tegangan Ekstra Tinggi (EHV) : Di atas 245kV
8. Saluran listrik (oleh PLN) itu ada 2 jenis, Transmisi dan Distribusi. Transmisi berupa menara listrik yang menyalurkan listrik dari pembangkit listrik ke gardu induk (Itu loh, bangunan PLN yang ada lahan terbukanya yang banyak kotak-kotak, tabung-tabung dengan banyak kabel). Sedangkan distribusi berupa tiang listrik yang mengantar listrik dari gardu induk hingga ke pelanggan.
9. Distribusi dari gardu induk ke gardu distribusi (tiang listrik yang terdiri dari 2 tiang beton berdampingan yang di bagian atas dan/atau bawahnya ada kotak besar) disebut distribusi primer, sedangkan dari gardu distribusi ke pelanggan disebut distribusi sekunder.
10. Tegangan saluran transmisi bermacam-macam. Yang umum di Indonesia ada 75kV, 150kV, dan 500kV. Tegangan distribusi primer adalah 20kV. Dan tegangan distribusi sekunder adalah 220/380Volt.
11. SUTET adalah singkatan dari Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (biasanya merujuk ke saluran 500kV. Sedangkan tidak semua wilayah di Indonesia ada saluran 500kV-nya. Jadi tidak semua menara transmisi namanya SUTET yah.
13. Port USB komputer juga mengeluarkan tegangan listrik loh, sebesar 5 Volt DC.
14. Memberikan suplai listrik dengan tegangan melebihi kebutuhan barang, bisa merusak barang tersebut. Misalnya sebuah lampu akan bekerja dengan tegangan 3 volt, lalu kalian beri tegangan 12 volt, maka itu akan merusak lampu tersebut. Sedangkan jika kurang, tidak akan bekerja atau kalaupun bekerja, bekerjanya tidak akan maksimal atau redup.
15. Saat baru saja menyala setelah terjadi pemadaman kondisi tegangan sedang tidak stabil. Hal tersebut dapat merusak barang-barang elektronik anda jika terlalu sering terjadi. Maka tunggulah sekitar 3-5 menit sebelum menyalakan barang elektronik kamu.
16. Beban (barang yang membutuhkan listrik) akan mengonsumsi listrik beberapa kali lebih banyak saat tarikan pertama/pertama kali disambungkan listrik. Jadi terlalu sering menghidup/matikan barang elektronik sebenarnya mengakibatkan konsumsi listrik lebih banyak. Terlebih untuk produk dengan motor listrik seperti AC, kulkas, mesin cuci, dll. Jadi jika kamu hanya akan meninggalkannya sebentar dan kembali lagi, lebih baik tidak perlu mematikan peralatan listrik kamu.
17. Dalam memilih charger handphone, semakin tinggi ampere-nya, semakin cepat charger tersebut mengisi daya.
18. Jenis-jenis pembangkit listrik:
- Pembangkit listrik tenaga air,
- Pembangkit listrik tenaga surya
- Pembangkit listrik tenaga diesel (bbm)
- Pembangkit listrik tenaga bayu (angin)
- Pembangkit listrik tenaga nuklir
- Pembangkit listrik tenaga uap
- Pembangkit listrik tenaga gas
- Pembangkit listrik tenaga panas bumi
19. Pada pembangkit listrik tenaga surya, yang diubah menjadi energi listrik bukanlah panas matahari, tapi cahayanya (meskipun cahaya dan panas matahari sering kali berbanding lurus.) Jadi semakin terang matahari, maka energi listrik yang dihasilkan akan semakin banyak.
20. Pernah lihat turbin angin? (kincir angin raksasa yang terbuat dari besi dan biasanya terletak di bukit-bukit berangin). Itu adalah bagian dari pembangkit listrik tenaga bayu (angin). Nah, di Indonesia saat ini PLTB baru ada 2 buah dan keduanya ada di Sulawsi Selatan.
21. Pembangkit listrik tenaga air, angin, dan surya adalah pembangkit listrk yang dinilai eco-friendly karena tidak menghasilkan gas buang dan tidak mencemari lingkungan. Namun untuk PLTB, mendapat beberapa kontra dari para aktivis hewan karena dinilai berbahaya bagi burung-burung (Dapat membunuh burung yang terbang melintasi turbin anginnya).
22. Mati lampu itu bukan salah PLN ^^( Meskipun aku bukan pegawai PLN, tapi aku kasihan sama PLN yang dimaki-maki tiap kali lagi mati lampu. Hehe). Karena ketika ada pemadaman, itu berarti ada masalah. Dan usaha serta biaya yang dibutuhkan untuk perbaikan masalah itu tidak sedikit.
23. Kentang, apel, jeruk, dan buah-buahan lain yang memiliki zat elektrolit bisa menghasilkan listrik loh. Meskipun dengan besar tegangan yang sangat kecil.
24. Air itu dapat menghantarkan listrik. Jadi sebisa mungkin jangan memegang komponen listrik dengan tangan basah ya.
25. Sama seperti bidang keilmuan lain, Listrik juga punya buku pedoman atau aturan. Kalau di Indonesia, ada namanya PUIL (Peraturan Umum Instalasi Listrik) dan SPLN (Standar PLN). Di setiap negara biasanya juga punya standard pedoman sendiri. Sedangkan secara internasional yang paling banyak digunakan adalah IEC (International Electrotechnical Commisions) yang bermarkas di Swiss dan NEMA (National Electrical Manufacturers Assosiation) dari Amerika Serikat.
Okay, segitu dulu yah info umum tentang kelistrikan. Kapan-kapan kita lanjut lagi. Terima kasih sudah membaca. Kalau misalnya ada yang salah dari tulisan saya diatas, mohon bantu koreksi dan kalau ada yang ingin ditanyaka, please feel free to comment. Thank you :)
Wassalamualaikum.
Okay, segitu dulu yah info umum tentang kelistrikan. Kapan-kapan kita lanjut lagi. Terima kasih sudah membaca. Kalau misalnya ada yang salah dari tulisan saya diatas, mohon bantu koreksi dan kalau ada yang ingin ditanyaka, please feel free to comment. Thank you :)
Wassalamualaikum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar