Senin, 22 Juni 2020

Things You Should Do before 22 Years Old

Tulisan ini aku buat dari sudut pandang sebaliknya. Hal yang menyesal tidak aku lakukan di masa remaja dulu.

Ada yang pernah dengar puisi popular karya Ali Hasjmi berjudul Menyesal? Puisi ini popular sekali di masa aku sekolah dulu karena sering muncul di buku-buku pelajaran dari SD, SMP, sampai SMA. Meskipun mendengarnya begitu sering dan bahkan masih hafal sampai sekarang, tapi aku nggak menjadikannya pelajaran. Hanya sebatas materi pelajaran yang lewat begitu saja. Yah, aku menyesal.

Back to the topic, things you should do before 22 are..

1. Ikut lomba. Ayolah, jangan malas. Dengan ikut lomba itu selain dapat pengalaman seru, dapat teman baru dari sekolah lain, dapat ilmu baru, dan yang pasti kalau menang, bisa jadi bekal buat spesifikasi kamu saat dewasa. Saat melamar pekerjaan, kuliah, atau sekedar mau jadi volunteer, nggak jarang kamu bakal ditanya award apa yang pernah kamu dapatkan. Bahkan kalau kamu berencana untuk mendapatkan beasiswa kuliah keluar negeri, award itu meskipun tulisannya mungkin hanya opsional, tapi bisa jadi sangat penting loh. Kalau dari ribuan peserta yang daftar punya nilai-nilai yang bagus, otomatis yang punya nilai spesial seperti award-lah yang bakal lebih menonjol.

Aku bukannya nggak pernah ikut lomba. Pernah, lomba matematika nasional yang saat itu disiarkan di TV waktu SMP kelas 2(tapi gugur di babak paling pertama, penyisihan di tingkat daerah), sempat ikut OSN 2 kali, lomba matematika tingat kota & provinsi beberapa kali, sampai lomba bahasa inggris tingkat provinsi juga saat SMA mewakili sekolahku. Hal yang membuatku menyesal adalah bahwa aku tidak pernah mempersiapkan diri dalam menghadapi semua lomba itu, tidak pernah ada yang kuanggap serius, aku tidak pernah belajar sebelum mengikutiya, aku bahkan tidak pernah bangga karena bisa mewakili sekolah. Aku hanya ikut karena dapat surat dari sekolah dan menjawab setahuku saja. Alhasil, nggak pernah ada yang berhasil kumenangkan, sekedar juara harapanpun tidak pernah. Paling tinggi cuma masuk 10 besar lomba MIPA se-maminasata (Makassar dan beberapa kota di sekitarnya).

2. Belajar sungguh-sungguh. Yah, aku tidak pernah membuka buku selain sebelum ujian dan kalau ada PR waktu sekolah dulu. Sekarang saat sudah dewasa aku baru sadar, belajar itu menyenangkan. Bahwa ilmu pengetahuan itu luas banget, saat kita belajar satu hal, kita akan tertarik untuk mempelajari hal lain yang berkaitan. Dan hal yang paling kusesali dari malas belajar adalah, aku gagal mengejar cita-citaku menjadi dokter. Aku hanya belajar sesaat sebelum SNMPTN, and i must to say, itu telat banget! Tau gak belajar itu bukan hanya bikin otak kita makin berisi, tapi juga membuat kita jadi lebih percaya diri. Eits, tapi jangan sampai berlebihan yah percaya dirinya. Pokoknya jauh-jauh deh dari sifat sombong. Sifat yang nggak ada gunanya banget dan pastinya nggak ada yang suka. Malah, bisa jadi bumerang yang menghancurkan diri kita sendiri nantinya.

3. Berorganisasi. Aku adalah orang yang bisa dibilang males banget berorganisasi waktu kuliah dulu, atau bahasa populernya, KuPu-KuPu, alias Kuliah-Pulang-Kuliah-Pulang. Hanya karena masalah pribadi, aku jadi menggeneralkan keseluruhan organisasi itu. Bukan, aku bukan berantem kok. Jadi saat itu aku hanya merasa orang-orang dalam organisasi itu pilih kasih. Sama-sama junior, tapi karena aku jelek dan cewek lain cantik, jadiya aku ngerasa kami dapat perlakuan berbeda. Jangan baperan. Mereka sebenarnya orang-orang baik kok, kamu hanya perlu melihat dari sudut pandang yang lain. Mungkin ada satu atau dua yang kurang menyenangkan, tapi itu tidak seharusnya menjadi penghalangmu untuk ikut organisasi. Kalau memang suatu organisasi worst banget dan kamu ngerasa nggak mungkin lagi untuk berada di dalamnya, ya keluar. Tapi jangan lupa untuk mencari organisasi lain :)

Dengan berorganisasi, secara nggak langsung kamu akan mendaptakan banyak pelajaran soft skill yang sulit kamu dapatkan di dalam kelas. Contohnya seperti management waktu, kemampuan berbicara, kemampuan memimpin, membagi waktu, memanage sebuah event, dan pastinya menambah jaringan pertemanan kalian. Yang ssekarang mungkin belum begitu beguna bagi kalian, tapi bisa jadi sangat berguna saat udah dewasa dan memasuki dunia kerja nanti. Baik kamu akhirnya akan menjadi pekerja, CEO, atau freelance sekalipun, ada kalanya kamu akan membutuhkan jaringan sosial yang luas.

4. Volunteering. Jadi relawan itu banyak banget loh faedahnya (asal bukan relawan pemenangan partai aja. Hehe). Jadi relawan itu bukan cuma sekadar tentang berbuat baik untuk tabungan amal kita, tapi juga melatih diri kita sendiri. Sekilas mungkin menjadi relawan itu mirip-mirip dengan berorganisasi. Apalagi kalau kita udah jadi pengurus, otomatis artinya kita udah jadi bagian dari sebuah organisasi. Bedanya mungkin menjadi relawan itu lebih spesifik, bedanya di sini kamu dituntut untuk bekerja ikhlas, untuk tidak mengharapkan apa-apa yang menjadi keuntungan pribadimu, dan tidak boleh melihat orang lain atau lembaga lain sejenis sebagai saingan melainkan kawan. Karena di sini kalian, kita semua bekerja dengan tujuan yang sama. Semakin banyak lembaga sejenis artinya semakin bagus, semakin banyak tangan yang bisa saling menggandeng untuk mewujudkan visi kegiatan kerelawanan kita.

Karena tadi udah dibahas bahwa volunteering itu agak mirip dengan berorganisasi, itu berarti apa yang bisa kalian dapat dari berorganisasi sebagian bisa juga kalian dapat dari volunteering, seperti management waktu, menambah jaringan pertemanan, kemampuan berbicara, menghandle event. Bahkan dengan ikut volunteering kalian bisa bertemu orang-orang dengan latar belakang, skill, usia, dan pengetahuan yang lebih beragam. Dengan ikut volunteering kita jadi lebih bisa mengasah kepekaan sosial, menekan egoisme, ngerasain bahagianya menjadi bermanfaat bagi orang lain, hingga merasa sayang dan disayang oleh orang-orang yang nggak ada hubungan apapun dengan kalian, dengan orang-orang yang baru kalian temui saat itu. Intinya adalah merasakan menjadi bermanfaat bagi orang lain, kebahagiaan kecil yang nggak semua orang bisa merasakannya.

5. Mencoba membuat bisnis sendiri. Setidaknya kalian belajar bagaimana sulitnya mendapatkan uang, jadi kalian akan lebih menghargai setiap hal yang kalian dapatkan. Meskipun masih muda, jangan menganggap bisnis ini sebagai main-main, harus tetap serius dan berusaha untuk mengambil setiap tantangan (selama itu bukan hal buruk dan melanggar apapun). Siapa tau dari bisnis kecil kalian, habis lulus kuliah bukannya cari kerja, malah kalian yang memberi pekerjaan buat orang lain, kan? :) Jangan takut gagal, masa muda memang masa dimana kita mencoba banyak hal, masa dimana kegagalan masih sangat dimaklumi. Pun kalau semua tidak berjalan sesuai keinginan, setidaknya kalian pernah punya pengalaman itu, jadi nanti saat sudah dewasa dan ingin memulai bisnis lagi, kalian sudah punya sedikit pengalaman.

Owkay, itu tadi beberapa poin yang akan sangat bagus jika sudah kalian lakukan sebelum berusia 22 tahun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Beberapa Nama Warna Selain Mejikuhibiniu

Pernah nggak kalian ditanya tentang warna dan kalian sendiri bingung menyebutnya apa? Atau ketika belanja online, ada puluhan avaible colour...