Selasa, 03 April 2018

PLTB Pertama di Indonesia

Tulisan saya ini bermula dari curhatan salah satu kakak sepupuku yang katanya lelah musti bolak-balik Makassar-Sidrap buat antar pejabat-pejabat yang pengen liat PLTB Sidrap pake helikopter which is biaya itu heli sehari ratusan juta (nb: kakakku ini karyawan PLN, bukan pilot helikopter ya. hehe).

Karena dulu pas kuliah sempat magang di pusat kendali milik PLN dan nyari data buat tugas akhir juga di PLN, jadi lumayan hafal sama pembangkit-pembangkit yang ada di sulselrabar (Sulawesi Selatan, Tenggara, Barat).

Jadi aku nanya, "Wah, PLTB pertama di Sulawesi yah kak?"

Trus dijawab, "Yang pertama di Indonesia dek!"

Wah, amazing, dari dulu pengen banget ke bukit-bukit angin di luar negeri yang ada turbin anginnya. Dan ternyata PLTB pertama di Indonesia ada di provinsiku.

Jadi ingat pas awal-awal semester sempat baca buku (lupa judulnya dan terbitan tahun berapa) kalau menurut penelitian, kecepatan angin di Indonesia itu nggak cukup kuat dan stabil buat dimanfaatkan sebagai pemutar turbin angin. Tapi aku nggak tau kalau sampai sekarang ternyata memang belum ada PLTB sama sekali di Indonesia, dan yang di Sidrap, Sulsel ini bakal jadi yang pertama.

Buat yang belum tau, PLTB adalah singkatan dari Pembangkit Listrik Tenaga Bayu atau Pusat Listrik Tenaga Bayu. Bayu sendiri berarti angin dari bahasa Sanskerta.

Dulu pas semester 3 atau 4, di mata kuliah Pembangkit dan Gardu Induk, salah satu tugas dari dosen adalah  nyari tempat yang belum terjamah listrik trus dibuatin semacam rancangan pembangkit yang efisien di sana. Jadi, kita disuruh membolang nyari tempat yang gak ada listriknya trus merencanakan pembangkit sendiri. Mana sekelompok cuma 3 orang lagi.

Teman-teman kelasku yang lain banyak yang ke daerah pegunungan, dan kebetulan pada dapat air terjun dekat lokasi, jadi mereka akhirnya memilih pembangkit mikro-hidro. While kelompokku akhirnya dapat di daerah pesisir atau lebih tepatnya daerah muara, dibantu sama penyuluh di kabupaten tersebut. Warga setempat menyebutnya pulau, tapi yang aku lihat lebih seperti pematang-pematang yang sedikit lebih besar. Di belakangnya ada tambak, di depannya ada danau, dan gak jauh dari situ ada laut. Terdapat puluhan rumah berjejer di sepanjang pematang itu.

Sebenarnya bukan gak ada listrik sama sekali, mereka hanya belum terjamah PLN aja, di malam hari mereka pakai genset buat penerangan, tapi gak bisa lama-lama karena harga bbm mahal. Awalnya mau buat mIkrohidro juga, tapi salah satu unsur yang harus ada dalam PLTMH yakni arus dan ketinggian nggak ada. Jadi akhirnya, kami memilih turbin angin. Rencananya turbin angin ini akan kami pasang dekat laut. Anginnya lumayan kencang menurut hasil pengukuran kami dan ada lahan kosong yang lumayan luas di dekat laut tersebut.

Ada satu hal yang bikin terharu, jadi saat kami ke sana, para warga menyambut kami dengan sangat baik, kami dikasih hidangan laut yang baru saja ditangkap sengaja buat kami. Rasanya enak banget, padahal cuma berbumbu garam, tapi rasanya lebih enak dari yang biasa kami makan di kota. Sebelum pulang, mereka mengucapkan banyak sekali terima kasih kepada kami dan mengatakan nggak sabar listrik bisa masuk ke desa mereka. Saat itu aku tersadar, mungkin mereka sudah salah paham, mungkin mereka berpikir kalau kami benar-benar akan membangun pembangkit itu. Kamipun akhirnya pulang dengan sedikit rasa bersalah, berharap listrik benar akan masuk ke desa mereka suatu hari nanti.

Sekitar 2 tahun kemudian, salah satu teman kelompokku dikasih kabar sama penyuluh yang udah bantuin kami dulu kalau sekarang desa yang dulu kami datangi sudah mendapat suplai listrik dari PLN. Alhamdulillah, what a good news for us.

Ok, back to the 1st PLTB in Indonesia. Jadi, PLTB ini tengah dibangun di dua lokasi, di kabupaten Sidrap dan kabupaten Jeneponto. Keduanya berada di propinsi Sulawesi Selatan. Sidrap terletak sekitar 130 km di utara kota Makassar dan Jeneponto berjarak sekitar 90 km dari kota Makassar.

Kedua pembangkit ini merupakan pembangkit IPP (Independent Power Producer) atau milik swasta. PLTB Sidrap digarap oleh grup pengembang yang mengkhususkan diri di bidang energi terbarukan, UPC Renewables dengan daya sebesar 75 MW yang dibangkitkan dari 30 buah Turbin angin, sedangkan PLTB Jeneponto sendiri dimiliki oleh perusahaan asal Denmark, Equis Energy dengan target daya 72 MW dari 20 turbin.

Menurut sepupuku, PLTB Sidrap ini ditargetkan untuk bisa beroperasi di bulan April ini. Sedangkan untuk PLTB Jeneponto kabarnya ditarget untuk selesai tahun 2019 mendatang.

Menurut Bapak Dirut PLN, Pak Sofyan Basyir, yang pernyataannya ku-kutip dari liputan6, Saat ini, kondisi kelistrikan sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) mengalami surplus, dengan daya mampu 1.257,3 MW dan beban puncak mencapai 1.050 MW. Dengan demikian, PLN masih memiliki cadangan daya 207,3 MW yang dapat memasok ke pelanggan. Seiring dengan telah masuknya sistem beberapa pembangkit baru, pada 2018 PLN Wilayah Sulselrabar akan memiliki cadangan daya 500 MW.

Jadi sebenarnya, saat ini Sulselrabar (Sulawesi-Selatan-Tenggara-Barat saat ini berada dalam satu sistem interkoneksi) nggak butuh-butuh amat tambahan pembangkit, tapi untuk perhitungan laju ekonomi masa depan, dapat dikatakan cadangan daya di sulsel cukup melimpah. Saat inipun, in case salah satu dari ketiga pembangkit besar di Jeneponto (100 MW), di Poso (120 MW), dan PLTA Bakaru (80 MW) terjadi trouble dan trip, cadangan putar mereka masih cukup untuk menghindari terjadinya black out.

Oh ya, kabarnya saat ini para investor luar juga tengah melakukan penelitian di beberapa daerah potensial di Indonesia untuk turut dibangun PLTB loh. Wah, apa kabar rencana submarine transmission yah? Mana yang kira-kira terealisasi lebih dulu? Semoga yang lebih efisien dan pastinya lebih hemat dikantong negara yah. Hehehe.

Okay, sekian obrolan kita tentang PLTB kali ini yah. Semoga ada manfaatnya. Hihi.
ini gambar dari PLTB Sidrap yang aku ambil dari site resmi UPC Renewables.


Wassalam.

Bukit angin PLTB Sidrap (Source: upcrenewables)

Keren yaaa... Semoga pulang ke Makassar nanti bisa jalan-jalan ke tempat ini ^-^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Beberapa Nama Warna Selain Mejikuhibiniu

Pernah nggak kalian ditanya tentang warna dan kalian sendiri bingung menyebutnya apa? Atau ketika belanja online, ada puluhan avaible colour...