Kata-kata dosen saya yang selalu saya ingat adalah "PLC dan DCS itu berbeda. Jaman dulu, perbedaannya sangat mudah disebutkan, tapi sekarang perbedaannya sudah kabur. Karena PLC berkembang dengan tambahan kemampuan yang ada pada DCS, dan DCS juga berkembang dengan tambahan kemampuan PLC."
Jadi, kalau diurut sejarahnya, controller/minikomputer dengan input/output signal mulai ditemukan sekitar awal tahun 1960an. Pada tahun 1959, perusahaan Ramo-Wooldridge memperkenalkan sistem komputer kontrol industri pertamanya, RW-300.
Sejarah PLC
Pada tahun 1969, GM Company menawarkan sebuah tender proyek untuk membuat alat pengganti relay (yang wiringnya ribet serta banyak memakan tempat dan energi). Dan akhirnya, yang proposalnya memenangkan penawaran tersebut adalah sebuah tim engineer/peneliti 'Bedford Associates' dari Bedfort, Massachussets (Entah kenapa tiap dengar kata Massachusets, pasti ingat MIT. Hahaha). Nah, PLC pertama itu bernama 084. Karena PLC ini merupakan proyek ke 84 dari tim ini. Salah seorang yang bekerja dalam tim ini adalah Dick Morley, yang akhirnya dikenal sebagai bapak PLC. Setelah proyek ini, Bedford Associates memutuskan untuk membuat perusahaan dan memproduksi massal dan menjual secara komersial PLC buatan mereka bernama Modicon (Modular Digital Controller). Pada tahun 1977, Modicon akhirnya dijual ke Gould Electronic, yang selanjutnya diakuisisi oleh perusahaan asal German, AEG dan akhirnya dibeli lagi oleh Schneider dan diproduksi sampai sekarang.
Sejarah DCS
DCS ini katanya diciptakan sebagai pengganti control PID konvensional. Jadi dulu, untuk mengontrol sebuah plant/pabrik itu, butuh sebuah ruangan yang sangat besar dengan banyak alat pengatur, seperti gambar dibawah ini:
![]() |
| Control Room Konvensional (Sumber: Wikipedia) |
Dengan semakin berkembangnya ilmu komputer saat itu, direncanakanlah untuk mengganti controller konvensional saat itu menjadi algoritma berbasis komputer.
Pada tahun 1975, sebuah [perusahaan engineering asal New Jersey, USA, Honeywell dan sebuah firma elektrikal asal jepang, Yokogawa sama-sama memperkenalkan DCS pertama mereka. Honeywell dengan TDC 2000 dan Yokogawa dengan Centum nya. Selanjutnya di tahun yang sama, diperkenalkan juga UCS 3000 yang berasal dari Bristol, Inggris. Tahun 1978, Valmet Corp. juga memperkenalkan DCS nya bernama Damatic, lalu di 1980, Bailey (sekarang bagian dari perusahaan ABB) juga tak ingin ketinggalan dengan memperkenalkan DCS buatan mereka, Network 90.
Perbedaan PLC dan DCS
Nah, masuk ke pertanyaan di awal, jika sama-sama merupakan pengontrol berbasis komputer, lalu apa perbedaan keduanya?
> Pertama, latar belakang dibuatnya. Kalo PLC diciptakan dengan tujuan menggantikan relay, DCS dibuat dengan tujuan menggantikan control PID.
> Karena tujuan awalnya hanya untuk menggantikan relay konvensional, maka bentuk awal PLC hanya berupa modul digital sedangkan DCS adalah analog. Namun seiring perkembangannya, PLC kini memiliki modul analog (dimana biasanya terpisah dari modul utamanya) dan DCS pun kini dapat digunakan untuk pengontrolan digital.
> Meskipun sama-sama memiliki beberapa cara pemprograman, tapi bahasa program yang umum digunakan untuk PLC adalah ladder diagram, sedangkan DCS lebih familiar diprogram dengan Function Block Diagram. Meskipun PLC juga sering menggunakan FBD sih.
![]() |
| Contoh pemprograman DCS (Centum VP) menggunakan FBD (Sumber: koleksi pribadi) |
![]() |
| Contoh pemprograman PLC (Siemens S7) dengan ladder diagram (Sumber: koleksi pribadi) |
> Tadinya, terkait jumlah I/O, PLC digunakan untuk mengontrol sebuah sistem saja, sedangkan DCS digunakan untuk mengontrol keseluruhan plant. Contohnya, dalam sebuah pabrik mie instan. Untuk memproses bahan baku mentah sampai menjadi mie instan yang siap dipasarkan, terdapat beberapa tahapan, mulai dari pengayakan, pembuatan adonan, penggorengan, pengemasan, sampai distribusi. Nah, biasanya PLC digunakan untuk mengontrol proses pengadukan saja, atau proses pengemasan saja. Jadi di tiap proses bisa memiliki panel kontrol masing-masing. Sedangkan DCS kita ambil controh sebuah PLTU, DCS biasanya akan mengontrol keseluruhan prosesnya mulai dari distribusi air, perebusan, kontrol panas, sampai proses pembuangan.
>Biasanya produk DCS dilengkapi dengan fitur interface, sedangkan PLC umumnya membutuhkan SCADA atau HMI untuk display-nya.
>Untuk respon, PLC lebih cepat daripada DCS.
Nah, itu tadi perbedaan PLC dan DCS yang bisa saya paparkan. Terima kasih sudah mampir.
Jika ada pertanyaan atau kekeliruan dari tulisan saya, please feel free to comment. Biar kita sama-sama belajar. Thank you ;)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar