Selasa, 14 November 2017

I am a Drafter

Assalamualaikum.
Very long time not write here.

Akhirnyaaa.. setelah hampir 2 tahun menjomblo menganggur, akhrirnya 2 bulan lalu, tepatny tanggal 17 Juli kemarin akikah keterima kerja. Hahaha.. Not a very big company, but i think this is one way for me to gain my dream as an engineer. Ada yang pernah nanya ke saya (di ask.fm :v), lebih pilih jadi ikan kecil di kolam besar, atau ikan besar di kolam kecil?, well, aku milih jadi ikan kecil dalam kolam yang airnya sesuai. Kalo aku ikan air asin, nggak mungkin hidup di kolam air tawar kan?
Jadi di sinilah saya, karena saya seorang lulusan engineering, jadi saya memutuskan untuk mencari pekerjaan yang sesuai bakat, minat, dan latar belakang pendidikanku.Klasik sih, dan kata orang terlalu pemilih. Tapi whatever, masa depan kita adalah tanggung jawb kita sendrikan? Dan menrutku, pilihan jurusan yang kupilih daat UMPN dulu juga salah satu hal yang harus kupertnggung-jawabkan.

(lanjut yaa.. setelah kira-kira 2 bulan tersimpan dalam entry. Hehe)
I forget to continued this one. Kayaknya saat itu lagi ada kerjaan.
Jadi, judul dari posisi/ pekerjaan ku sekarang adalah "Electrical and instrument drafter" Mungjkin terdengar agak keren bagi orang non-teknik, tapi buat orang teknik, ini adalah jabatan atau posisi paling rendah dalam dunia engineering :') Tak apa, toh dengan almamater yang biasa, non-experienced, dan jenis kelamin perempuan, sudah lumayan lah seenggaknya bisa mendapatkan posisi ini. 

Jadi, secara umum drafter itu tugasnya cuma 1; Menggambar.Mungkin bagi kebanyakan orang non-teknik akan menyamakan dengan arsitek yah (profesi yang udah terkenal) Tapi they're totally different. Seorang arsitek menggambar sesuatu yang ada dipikirannya sendiri setelah melalui banyak proses pemikiran dan penelitian. Tapi drafter nggak, apa yang kami gambar adalah apa yang dikatakan dan hasil pemikiran orang lain. Dimana orang lain itulah yang disebut engineer. Jadi kami cuma perpanjangan tangan engineer di depan laptop dan software gambar. 

Karena mereka masih punya banyak hal untuk dipikirkan, maka sepertinya akan buang-buang waktu buat mereka untuk menggambar sendiri. Tanpa kuliah di bidang engineeringpun, seorang lulusan SMK bisa menjadi drafter, as long as dia bisa menggunakan software gambar dan mengerti simbol-simbol di bidang mana dia menjadi drafter, serta bisa membaca gambar. Drafter ada di tingkat yang sama dengan teknisi. (Tapi ada juga yang drafter yang sedikit lebih tinggi atau teknisi yang sedikit lebih tinggi, tergantung perusahaan). Sebenarnya tiap tim engineering di tiap organisasi/ perusahaan punya sistem yang beda-beda sih. Di perusahaan tempatku bekerja kebetulan nggak ada electrical engineer. Jadi di bawah manager electrical langsung ada kami, electrical drafter. Sang manager kamilah yang bertindak sebagai electrical engineernya. Dia yang menghitung dan menganalisis semua sistem dan komponen yang diperlukan, bekerja sama dengan engineer bagian proyek, sales engineer, dan tentu saja customer. Nggak 100% kerjaan kami itu ngegambar aja sih, ada hal-hal yang tetap butuh pemikiran dan perhitungan. Tapi something simple aja, kayak rating instrumen dan metode wiring. Sekali lagi, saya tetap bersyukur dengan apa yang kudapat sekarang, (mengingat nganggurnya juga lamaaa banget) meskipun masih jauh dari target yang benar-benar ingin kucapai, tapi aku yakin ini adalah salah satu batu loncatanku yang berharga^^

Untuk sekarang, saya akan menikmati pekerjaanku ini. Karena kerjaan seorang electrical drafter itu nggak banyak, bahkan boleh kubilang sedikit, (pernah sekali disuruh lembur karena ada proyek yang harus cepat dibuat approvalnya untuk rapat padahal baru 2 hari lalu dimasukinnya dan ada 38 panel. aaand i feel so amazed. Hahahaha. Selebihnya, saya bahkan pernah nggak melakukan apapun selama 3 hari bahkan seminggu. Ambil sisi positifnya aja, di saat-saat senggang itu, bisa kupakai untuk belajar teori2 electrical (di mana aing males banget sama yg namanya teori pas kuliah xD Anak bengel dan lab saya mah xD), TOEFL, bahasa Korea, menulis, atau bahkan belajar bidang yang kuimpikan, Automation (Ssstt, jangan bilang2 ya, aku lagi ngelirik posisi Automation Engineer nih. Hehe).
Belajar Sejarah dunia dan matematika juga nggak ketinggalan. Pokoknya aing jadi haus ilmu banget di tengan ketidak-adaan kerjaan. Hahaha.

Okay, have a nice day who ever you are that read this post. Thank you for reading.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Beberapa Nama Warna Selain Mejikuhibiniu

Pernah nggak kalian ditanya tentang warna dan kalian sendiri bingung menyebutnya apa? Atau ketika belanja online, ada puluhan avaible colour...