Senin, 29 Januari 2018

Mengapa Tegangan 3ɸ = 1ɸ √3

Mengapa tegangan 3 phase = 1 phase dikali √3 Pertanyaan ini pertama kali datang di pikiranku saat kuliah dulu. Jadi kita tahu kalau untuk mendapatkan tegangan 3 fasa itu, tegangan 1 fasa cukup dikalikan √3. Begitupun sebaliknya, untuk mendapatkan tegangan 1 fasa, tegangan 3 fasa dibagi √3. Nah, pertanyaannya, kenapa √3? Kenapa bukan dikali 3 yang mana sekilas itu lebih masuk akal?

Ok, back to the topic. Jadi tegangan 3 fasa itu biasa juga disebut tegangan phase to phase karena tegangannya diukur dari beda potensial antara kawat fasa, R-S, S-T, atau T-R. Sedangkan tegangan 1 fasa biasa juga disebut tegangan phase to neutral(N) karena mengukur tegangan dari beda potensial antara salah satu kawat fasa dengan netral. R-N, S-N, atau T-N.

Jadi, seperti yang diketahui, bahwa listrik AC (alernating current) umumnya membentuk gelombang sinusoidal yang mana 1 puncak + 1 lembah disebut 1 periode. 1 periode ini bernilai 360˚
gelombang sinusoidal AC (1 puncak + 1 lembah)
Pada kondisi normal, Tegangan AC 3 fasa terdiri dari 3 buah fasa dengan frekuensi dan tegangan yang sama namun berbeda sudut masing-masing 120˚


gelombang sinusoidal 3 fasa

Untuk mudahnya, perhatikan masing-masing puncak dari setiap fasa, R di 90, S di 210, dan T di 330, yang berarti bahwa jarak antar fasa adalah 120˚. Kalau dibuat dalam diagram fasor, akan seperti berikut:
Diagram fasor tegangan 3 fasa


Pada gambar di atas, besar dari tegangan 1 fasa R-N diwakili oleh garis merah, S-N diwakili oleh garis kuning, dan T-N diwakili oleh garis hitam. Normalnya, masing-masing memiliki tegangan yang sama. Sebagai contoh, kita akan menghitung besar tegangan phase to phase R-S yang diwakili oleh garis berwarna jingga dibawah.
diagram fasor R-N-S

Karena diagram fasor di atas menghasilkan segitiga sama kaki, dengan mengingat hukum segitiga dimana jumlah sudut segitiga haruslah selalu = 180˚ dan sudut N sebelumnya telah diketahui, maka diketahui R = 30˚ dan S = 30˚

Selanjutnya, untuk mengetahui besar tegangan R-S, maka digunakan hukum sinus atau Law of sines segitiga.


asin A = bsin B = csin C
It works for any triangle:
triangleab and c are sides.
AB and C are angles.
(Side a faces angle A,
side b faces angle B and
side c faces angle C).
And it says that:
When we divide side a by the sine of angle A
it is equal to side b divided by the sine of angle B,
and also equal to side c divided by the sine of angle C
[Source: www.mathsisfun.com/]


Nah, jika kita mengaplikasikan hukum sinus di atas dengan diagram fasor yang kita miliki tadi, kita akan mendapat:

A = S = 30
B = R = 30
C = N = 120
a = R-N
b = S-N
c = R-S

 bsin B   = csin C
 SNsin 30 = RSsin 120
 SN1/2     = RS1/2√3

SN. 1/2√31/2 RS   

SN √3   RS
RS  √3 SN 


Oke begitulah penjelasan mengapa tegangan 3 phase = tegangan 1 phase x √3. Jika ada kekeliruan dari tulisan saya di atas, atau ada yang ingin ditanyakan, silakan tinggalkan komentar. Insya Allah kita akan belajar sama-sama. Salam Elektro! :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Beberapa Nama Warna Selain Mejikuhibiniu

Pernah nggak kalian ditanya tentang warna dan kalian sendiri bingung menyebutnya apa? Atau ketika belanja online, ada puluhan avaible colour...