Ok, back to the topic. Jadi tegangan 3 fasa itu biasa juga disebut tegangan phase to phase karena tegangannya diukur dari beda potensial antara kawat fasa, R-S, S-T, atau T-R. Sedangkan tegangan 1 fasa biasa juga disebut tegangan phase to neutral(N) karena mengukur tegangan dari beda potensial antara salah satu kawat fasa dengan netral. R-N, S-N, atau T-N.
Jadi, seperti yang diketahui, bahwa listrik AC (alernating current) umumnya membentuk gelombang sinusoidal yang mana 1 puncak + 1 lembah disebut 1 periode. 1 periode ini bernilai 360˚
![]() |
| gelombang sinusoidal AC (1 puncak + 1 lembah) |
![]() |
| gelombang sinusoidal 3 fasa |
Untuk mudahnya, perhatikan masing-masing puncak dari setiap fasa, R di 90, S di 210, dan T di 330, yang berarti bahwa jarak antar fasa adalah 120˚. Kalau dibuat dalam diagram fasor, akan seperti berikut:
![]() |
| Diagram fasor tegangan 3 fasa |
Pada gambar di atas, besar dari tegangan 1 fasa R-N diwakili oleh garis merah, S-N diwakili oleh garis kuning, dan T-N diwakili oleh garis hitam. Normalnya, masing-masing memiliki tegangan yang sama. Sebagai contoh, kita akan menghitung besar tegangan phase to phase R-S yang diwakili oleh garis berwarna jingga dibawah.
![]() |
| diagram fasor R-N-S |
Karena diagram fasor di atas menghasilkan segitiga sama kaki, dengan mengingat hukum segitiga dimana jumlah sudut segitiga haruslah selalu = 180˚ dan sudut N sebelumnya telah diketahui, maka diketahui R = 30˚ dan S = 30˚
Selanjutnya, untuk mengetahui besar tegangan R-S, maka digunakan hukum sinus atau Law of sines segitiga.
asin A = bsin B = csin C
It works for any triangle:
| a, b and c are sides. A, B and C are angles. (Side a faces angle A, side b faces angle B and side c faces angle C). |
And it says that:
When we divide side a by the sine of angle A
it is equal to side b divided by the sine of angle B,
and also equal to side c divided by the sine of angle C
it is equal to side b divided by the sine of angle B,
and also equal to side c divided by the sine of angle C
[Source: www.mathsisfun.com/]
Nah, jika kita mengaplikasikan hukum sinus di atas dengan diagram fasor yang kita miliki tadi, kita akan mendapat:
A = S = 30
B = R = 30
C = N = 120
a = R-N
b = S-N
c = R-S
bsin B = csin C
SNsin 30 = RSsin 120
SN1/2 = RS1/2√3
SN √3 = RS
RS = √3 SN
Oke begitulah penjelasan mengapa tegangan 3 phase = tegangan 1 phase x √3. Jika ada kekeliruan dari tulisan saya di atas, atau ada yang ingin ditanyakan, silakan tinggalkan komentar. Insya Allah kita akan belajar sama-sama. Salam Elektro! :D




Tidak ada komentar:
Posting Komentar